Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Andai PNS Dibubarkan, Ini yang Bakal Terjadi

Andri Saleh oleh Andri Saleh
12 November 2021
A A
Andai PNS Dibubarkan, Ini yang Bakal Terjadi terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Coba bayangkan, seandainya PNS dibubarkan…

Ada pepatah bilang, sesuatu atau seseorang akan terasa bernilai kalau sudah nggak ada wujudnya. Pepatah itu memang benar. Coba deh kamu ingat-ingat. Ketika aksi reformasi tahun 1998 dulu, semua masyarakat kompak ingin melengserkan Presiden Soeharto. Sekarang, setelah beberapa kali ganti presiden, semuanya malah kangen sama sosok blio. Malah sempat juga kan muncul meme blio dengan tagline: Piye kabare? Enak zamanku, toh?

Nah, demikian juga dengan profesi PNS. Nggak sedikit kok orang yang doyan banget nyinyir sama profesi satu ini. Ada yang bilang PNS itu beban negara, kerjanya nggak becus, penghambur uang negara, dan hujatan-hujatan lain yang bikin telinga para PNS—termasuk saya—merah. Tapi, pernah nggak sih kepikiran seandainya PNS itu dibubarkan dan dihilangkan dari muka bumi? Alih-alih beban negara berkurang, yang terjadi malah negara jadi kacau balau. Kamu nggak percaya? Nih, inilah yang bakal terjadi kalau profesi PNS dibubarkan.

#1 Pemerintahan nggak jalan

Bayangkan, kamu mau bikin KTP, akta kelahiran, kartu keluarga, perizinan, dan dokumen-dokumen administrasi lainnya, tapi nggak ada orang yang melayani itu semua. Kamu pasti bingung mesti ngapain. Ngurus administrasi secara resmi, nggak ada orang-orangnya. Mau nembak, oknumnya juga nggak ada. Saya yakin, akan terjadi kebingungan massal yang terjadi di masyarakat. Dan, bukan nggak mungkin terjadi chaos yang bikin kacau negara.

#2 Uang di bank nggak bisa berputar

Salah satu alasan kenapa bank masih eksis sampai sekarang adalah karena perputaran uang dari para nasabah dan debitur. Dan, debitur dari kalangan PNS nggak sedikit, lho. Para PNS yang menggadaikan SK PNS-nya itu punya peran penting bagi keberlangsungan perputaran uang di bank.

Kebayang kan kalau PNS nggak ada? Perputaran uang di bank macet, bank bakal ditutup, pegawai bank di-PHK, masyarakat kebingungan menyimpan uang di mana, lalu memicu tindak kejahatan yang merajalela. Sungguh suatu efek domino yang sangat dahsyat, kan?

#3 Netizen kurang bahan gibah

Netizen itu butuh sumber daya gibah supaya bisa terus eksis di media sosial. Selain pemerintah dan selebritis, bahan gibah yang memang enak untuk digibahkan adalah oknum PNS. Berita-berita oknum PNS yang mangkir kerja, menerima suap, atau selingkuh adalah kabar gembira buat netizen julid.

Sekarang, kalau profesi ini dibubarkan, netizen mau gibahin apa? Berita-berita di media sosial jadi kurang variatif dan pastinya membosankan. Bahkan, lama-kelamaan netizen akan kehilangan kompetensinya untuk mengeksplor bahan-bahan gibah. Ini tentunya sangat disayangkan.

Baca Juga:

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

#4 Calon mertua kehilangan idola

Di luar orang-orang yang doyan nyinyir, ternyata ada juga kok pihak-pihak—meski nggak banyak—yang justru mengidolakan profesi PNS. Salah satunya adalah orang-orang yang menginginkan anaknya nikah dengan PNS. Biar masa depan dan hari tua terjamin, begitu kata mereka. Makanya sampai muncul anekdot kalau PNS adalah idaman calon mertua.

Nah, kalau profesi ini dibubarkan, apa nggak kasihan para calon mertua itu? Mereka kehilangan harapan untuk bisa memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yang dicintainya. Ini bisa menimbulkan dampak psikologis bagi para calon mertua. Kasihan.

#5 Sektor usaha bangkrut

Kalau profesi PNS dibubarkan, dampaknya akan meluas hingga bisa membangkrutkan berbagai sektor usaha, baik itu sektor usaha berskala kecil maupun besar. Mulai dari kedai-kedai kopi pinggir jalan yang biasa dipakai tempat nongkrong para PNS sampai perusahaan gim Zuma yang biasa dimainkan para PNS di kantor. Semuanya diprediksi bakal bangkrut karena nggak ada lagi yang menghidupi sektor usaha tadi. Bagaimana nasib pemilik kedai kopi dan pegawai perusahaan gim Zuma? Entahlah, yang pasti mereka akan kehilangan pendapatan.

Dari kelima alasan tadi, kelihatan kalau profesi yang sering dianggap beban negara ini ternyata punya peran vital dalam kehidupan negara. Nah, makanya jangan anggap remeh PNS, ya. Nanti kalau benar-benar dihilangkan, apa kamu nggak kangen?

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2021 oleh

Tags: hilangpilihan redaksipnsprofesi
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

4 Oktober 2024
Nggak Usah Kaget, NFT dan Tukeran Isi Kertas Binder Itu Konsepnya Sama terminal mojok.co

Nggak Usah Kaget, NFT dan Tukeran Isi Kertas Binder Itu Konsepnya Sama

22 Januari 2022
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

12 Januari 2024
Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya terminal mojok.co

Larangan Demo untuk PNS Adalah Bentuk Nrimo Ing Pandum Sesungguhnya

28 Januari 2022
3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Naik Kereta Api Dhoho Penataran

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Naik Kereta Api Dhoho Penataran

20 April 2023
HRD: Bisa Paling Disayang dan Dibenci Karyawan di Waktu Bersamaan Terminal mojok.co

HRD: Paling Disayang dan Dibenci Karyawan di Waktu Bersamaan

14 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Biaya Merawatnya Sama Sekali Tak Murah

25 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos
  • Innova Reborn: Mobilnya “Orang Bodoh dan Pemalas”, Khususnya yang Nggak Paham Investasi
  • Pindah ke Lingkungan Muhammadiyah Lebih Tentram: Jauh dari Bunyi Toa Masjid yang Berisik hingga Terbebas dari Iuran dan Cap Islam Abal-abal
  • Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa
  • Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.