Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Anak Madrasah Nggak Otomatis Alim, Jadi Tolonglah Jangan Anggap Kami Suci

Aulia Syahfitri oleh Aulia Syahfitri
2 April 2023
A A
3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate Terminal Mojok

3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, bersekolah di madrasah merupakan suatu kebanggaan. Namun, sebagian orangnya lagi menganggap bersekolah di madrasah merupakan suatu kebetulan. Saat saya tanya teman-teman saya kenapa masuk madrasah, sebagian besar jawaban mereka adalah karena tidak lolos sekolah impian mereka. 

Pada dasarnya, madrasah dan sekolah itu sama saja, sama-sama tempat belajar. Toh, kata “madrasah” sendiri berasal dari Bahasa Arab yang artinya “sekolah”. Hanya saja, praktik dan aturan keislaman di madrasah jauh lebih ketat dibandingkan dengan sekolah pada umumnya. Selain itu, sekolah ini juga berada di bawah naungan Kemenag, bukan Kemendikbud.

Madrasah mengharuskan muridnya berpakaian sesuai syariat agama Islam, setidaknya selama di sekolah. Karena hal inilah, siswa madrasah kerap kali dianggap sebagai orang yang alim. Tiga tahun bersekolah di madrasah, julukan “ustazah” dari teman-teman non-madrasah tidak lepas dari saya. 

Kami-kami ini dituntut menjadi manusia sempurna agamanya oleh orang-orang di luar lingkungan sekolah. Padahal urusan menyempurnakan agama, kan, kalau sudah menikah wkwkwk. Ngomong kasar sedikit langsung ditegur, nggak salat tepat waktu langsung di-istighfar-in, belum lagi seringkali ditanyain perkara agama mendadak. Aduh!

Lebih banyak pelajaran agama

Di sekolah umum, pelajaran agama yang diterima hanya satu, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) saja. Berbeda dengan sekolah umum, anak-anak madrasah dicekoki 5 mata pelajaran agama: Al-Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Kelima mata pelajaran ini dipelajari bergantian dalam setiap pekannya, sama halnya dengan mata pelajaran umum. Banyaknya pelajaran agama ini menjadi salah satu sebab siswa non-madrasah menjuluki kami dengan “ustaz dan ustazah”. Kayaknya kami dikira benar-benar paham semuanya, kali, ya. 

Jadi tempat konsultasi keislaman dadakan

Banyaknya pelajaran agama yang diterima juga biasanya membuat anak madrasah menjadi tempat konsultasi keislaman dadakan. Saya sering mendapat pertanyaan dadakan seputar agama dari keluarga atau teman saya. Misalnya, mereka bertanya tentang waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah. Saya nggak masalah dan justru senang kalau bisa jawab pertanyaannya. 

Lha, kalau saya nggak bisa jawab gimana? Syukur-syukur kalau ketemu sama orang yang maklum bahwa ilmu agama saya belum sampai situ. Kalau ketemu sama yang nggak maklum, saya bisa dianggap nggak merhatiin pelajaran, dicap sebagai anak yang rebel, bahkan dianggap percuma sekolah di madrasah. 

Baca Juga:

Mitos Mahasiswa UIN yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang

Cuma Melaksanakan Salat Lima Waktu kok Dianggap Alim? Aneh!

Keseimbangan urusan dunia dan akhirat

Di poin sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa anak madrasah menerima lebih banyak pelajaran agama. Meski begitu, tidak ada alasan bagi kami untuk mendapat nilai jelek di mata pelajaran umum. Keseimbangan mata pelajaran ini melatih kemampuan anak madrasah dalam menyeimbangkan urusan mereka. 

Selain itu, karena berada dalam lingkungan pendidikan keislaman yang ketat, kami sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah meski di tengah istirahat. Salat sunnah rawatib, dhuha, hingga membaca Al-Qur’an tidak lepas dari kehidupan sehari-hari kami. Setelah melakukan semua hal-hal ini, sekolah tetap menginginkan kami untuk menjuarai kompetisi sains, kompetisi seni, dan kompetisi lainnya. Yaaa kek sekolah-sekolah yang lain.

Betul. Madrasah adalah sebaik-baik tempat untuk (melatih) kehidupan dunia akhirat yang seimbang.

Ujiannya lebih banyak

Sekolah umum biasanya kalau ujian hanya ujian akhir semester saja. Madrasah pun begitu, hanya saja ditambah dengan ujian akhir madrasah atau UAM. Ujian praktikum pun sama, lima mata pelajaran tadi biasanya ada ujian sendiri. Baik itu hafalan, praktik salat, maupun bacaan Al-Qur’an. 

Sebagian besar madrasah juga umumnya mewajibkan hafalan Al-Qur’an. Bahkan tidak aneh kalau siswa wajib menghafal setidaknya juz 30 sebagai syarat lulus. Di tempat saya dulu, hafalan Al-Qur’an bahkan menjadi kunci dalam pembagian kelas. Saya sendiri pernah tidak kebagian kelas karena belum selesai setoran hafalan. 

Kesimpulannya, anak madrasah ini sama seperti siswa biasa, hanya saja praktik keislaman selama sekolah lebih banyak. Kalau ilmu agamanya–syukur-syukur–cukup dalam, itu karena hasil cekokan selama sekolah. Saya tahu ucapan adalah doa dan saya berterima kasih atas hal itu. Tapi tolonglah, julukan ustaz, ustazah, atau sebutan orang-orang alim lainnya terlalu berat untuk kami emban. Jadi, panggil kami dengan nama saja, jangan ada embel-embel lainnya, ya. Berat, Luuur.

Penulis: Aulia Syafitri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can’t Relate

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2023 oleh

Tags: alimmadrasah
Aulia Syahfitri

Aulia Syahfitri

Mahasiswa peternakan tingkat akhir. Pengin menjadi juragan kos-kosan.

ArtikelTerkait

Salat lima waktu

Cuma Melaksanakan Salat Lima Waktu kok Dianggap Alim? Aneh!

31 Maret 2023
Mitos Mahasiswa UIN yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang

Mitos Mahasiswa UIN yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang

2 Februari 2024
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim

26 April 2020
3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can't Relate Terminal Mojok

3 Kenakalan Siswa Madrasah, Siswa Non-Madrasah Can’t Relate

1 November 2022
Perlu Diingat Juga: Yang Tidak Ngarab, Bukan Berarti Lebih Alim Pula

Perlu Diingat Juga: Yang Tidak Ngarab, Bukan Berarti Lebih Alim Pula

27 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.