Bekerja sebagai driver ojol membuat saya tahu hampir seluruh alun-alun yang ada di Kota Bandung. Sebut saja, Alun-Alun Regol, Cicendo, Rancasari, hingga Ujungberung. Dari sekian banyak alun-alun yang pernah saya singgahi, Alun-alun Rancasari jadi yang paling unik.
Bukan sekadar tempat berkumpulnya warga, alun-alun ini menyimpan berbagai kejanggalan yang bikin geleng-geleng kepala. Tidak berlebihan kalau saya bilang alun-alun ini paling nyeleneh daripada alun-alun lain yang ada di Kota Bandung.
#1 Sebuah taman RW yang dipaksa memikul beban alun-alun kecamatan
Asal tahu saja, tempat ini sejatinya adalah Taman Saturnus yang terletak di lingkungan RW 16 Perumahan Margahayu Raya. Namun, demi menuntaskan ambisi politik tata kota yang ingin setiap kecamatan punya Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman komplek ini dipaksakan jadi alun-alun kecamatan.
Tepat pada 2021, Taman Saturnus berubah jadi Alun-alun Rancasari. Masalahnya, kapasitas aslinya ruang publik ini adalah untuk lingkungan lokal. Ketika mendadak disulap jadi pusat keramaian satu kecamatan, ia seperti seorang anak magang yang langsung diberi tanggung jawab jadi manajer.
Itu mengapa, kalau kalian cermati lebih seksama, alun-alun ini beda dengan yang lain. Kalau biasanya alun-alun dekat kantor pemerintahan atau elemen-elemen pemerintahan penting lain, itu tidak terjadi di Alun-alun Rancasari.
#2 Jarak alun-alun dengan kantor kecamatan jauh
Kenyelenehan Alun-alun Rancasari makin tampak nyata kalau kalian iseng membuka Google Maps. Secara historis dan filosofis, kantor pusat pemerintahan dan alun-alun sebagai ruang publik warga itu harusnya menempel sedekat urat nadi. Tapi, di sini, ada jarak pemisah sekitar 5,2 kilometer yang membentang.
Kantor Kecamatan Rancasari itu anteng berdiri di Jalan Santosa Asih, Kelurahan Cipamokolan. Sementara alun-alunnya malah nyempil di Jalan Taman Saturnus, Kelurahan Manjahlega. Sudah beda kelurahan, dipisahkan oleh rute macet pula.
Jadi, kalau warga habis mengurus KTP di kecamatan dan ingin selebrasi dengan nongkrong di alun-alunnya, mereka harus menempuh perjalanan yang lumayan menguras bensin. Kantor kecamatan sibuk dengan urusan birokrasi, sementara Alun-Alun Rancasari sibuk dengan pusat hiburan warga.
#3 Lokasinya tersembunyi di dalam labirin perumahan dan pemukiman padat penduduk
Ini poin keanehan yang bikin driver ojol seperti saya geleng-geleng kepala. Alun-alun normal biasanya bertengger strategis di jalur utama lintas kota agar mudah diakses. Alun-Alun Rancasari justru memilih jalan ninja dengan bersembunyi di dalam labirin Perumahan Margahayu Raya.
Margahayu Raya merupakan perumahan kelas menengah keatas yang super padat dan selalu hidup. Keputusan menaruh alun-alun di dalam kompleks ini menciptakan pemandangan yang kontras.
Jalanan perumahan yang awalnya didesain untuk akses penghuni, kini menjelma jadi urat nadi ekonomi dan sosial yang dipadati manusia dari berbagai penjuru.
#4 Alun-alun yang aneh dan nyeleneh, tapi bermanfaat bagi warga
Alun-alun Rancasari Bandung mungkin berbeda dari pakem atau kebiasaan pada umumnya, tapi apresiasi tetap perlu diberikan. Berkat alun-alun ini warlock, atau setidaknya saya sebagai ojol, jadi punya tempat berteduh atau sekadar melipir menunggu orderan. Saya harus jujur, alun-alun ini adalah salah satu ruang publik yang paling hidup dan terawat di Kota Bandung.
Saya yakin hal tersebut juga diamini warga. Kalau tidak, mana mungkin tempat ini bisa selalu ramai dari pagi hingga malam hari.
Subuh sampai pagi ada barisan ibu-ibu senam yang bersemangat, siangnya dipakai anak-anak sekolah olahraga (penjas), sorenya jadi arena lari-lari kecil para pemuda, dan malamnya berubah jadi surga jajanan kaki lima.
Bagi kalian yang nggak percaya, mari berkunjung dan buktikan sendiri! Tenang kok, masuk kesini mah free alias gratis!
Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Sebagai Orang Bandung, Saya Bersyukur Bisa Merantau dan Kuliah ke Jogja.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
