Alun-Alun Kota Blitar, Tempat Indah di Kota Blitar yang Diteror (Kotoran) Burung Kuntul

Alun-Alun Kota Blitar, Tempat Indah di Kota Blitar yang Diteror (Kotoran) Burung Kuntul

Alun-Alun Kota Blitar, Tempat Indah di Kota Blitar yang Diteror (Kotoran) Burung Kuntul (Pixabay.com)

Menurut saya, Alun-Alun Kota Blitar adalah tempat wisata paling sempurna di antara tempat wisata lain di Kota Blitar. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di pusat kota. Masuknya juga tanpa dipungut biaya alias gratis. Tapi, ya harus tetap bayar parkir sama bayar belanjaan sendiri dong.

Di sana kita bisa olahraga, kulineran, atau cuma sekadar bercengkerama bersama keluarga, teman, atau pacar. Kalau pingin istirahat dan salat tinggal mampir ke Masjid Agung Kota Blitar di sebelahnya. Kita juga bisa pergi shopping ke Blitar Square cuma dengan jalan kaki.

Tapi, ada satu masalah yang paling meresahkan dari dulu sampai sekarang, yaitu telek atau kotoran dari burung kuntul.

Bau burung kuntul yang mengganggu

Bau kotoran burung kuntul ini amis dan mengganggu sekali. Kotorannya selalu mengotori berbagai fasilitas yang ada di Alun-alun Kota Blitar. Wisatawan dan penjual di sekitar sudah banyak yang komplain, tapi ya, komplain tersebut masih jadi sekadar komplain. Sebab, ya, penanganan masih sebatas itu-itu saja.

Burung kuntul ini memang sudah puluhan tahun tinggal di pohon-pohon beringin yang ada di Alun-alun Kota Blitar. Kalau dilihat-lihat burungnya sih indah dipandang. Sayangnya kalau jumlah burung kuntulnya terlalu banyak akan sangat mengganggu. Apalagi kalau sudah buang kotoran, bikin lingkungan jadi bau dan kumuh.

Coba saja kalian lewat di sekitar Alun-Alun Kota Blitar, pasti banyak kotoran putih di kursi, bangunan, trotoar, bahkan hingga di jalan raya. Saya saja pernah kejatuhan kotoran burung kuntul dua kali. Pertama, pas saya cuma lewat jalan sekitar Alun-Alun Kota Blitar tiba-tiba motor bagian depan saya kejatuhan kotorannya. Yang kedua adalah yang paling menjengkelkan, yaitu ketika kotorannya jatuh tepat di atas kepala.

Masalah kotoran burung ini sudah jadi masalah yang menahun. Tapi ya, mau gimana, warga bisa apa? Beneran nggak bisa ngapa-ngapain. Soalnya ya, ada mitos yang bikin orang enggan berurusan.

Mitos yang menyelimuti burung kuntul di Alun-alun Kota Blitar

Selain dipercaya mendatangkan kejayaan, konon ada mitos yang mengatakan barang siapa yang memburu burung kuntul dengan cara menembak, orang itu akan mengalami bahaya yang sama. Mitos lain adalah bagi mereka yang mengonsumsi daging burung kuntul, pasti akan mendapatkan kesialan. Apakah ini mitos-mitos itu dijadikan alasan supaya nggak ngusir burung kuntul? Saya rasa intinya adalah harus tetap ada solusi konkret untuk mengurangi kotoran burung kuntul di Alun-Alun Kota Blitar.

Katanya masalah burung kuntul ini ingin diselesaikan oleh pemerintah Kota Blitar dengan mengusir kawanan burung kuntul secara halus. Saya harap itu nggak cuma sekadar wacana. Berkali-kali dibahas saat wawancara waktu pembangunan Alun-Alun Kota Blitar, tapi masalah kotoran burung kuntul tetap saja ada dan tidak terselesaikan.

Harapannya solusinya nggak cuma dibersihkan seminggu kali. Mungkin dengan memindahkan kawanan burung kuntul ke habitat lain. Kalau kalian tahu bagaimana cara memindahkan burung dengan baik dan benar, langsung saja hubungi pemerintah Kota Blitar ya. Saya beneran nggak tahu.

Penulis: Daffaul Faizah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Membaca Suasana Hati Orang Blitar dari Nada Peh yang Dipakai

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version