Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Tinggal di Apartemen Nggak Cocok buat Orang Dusun

Humam Zarodi oleh Humam Zarodi
11 Februari 2021
A A
Alasan Tinggal di Apartemen Nggak Cocok buat Orang Dusun Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Aku baru tahu tetangga kiri kanan itu setelah ada bunyi alarm pendeteksi asap yang meraung-raung di apartemen, Mas. Mereka semua pada keluar kamar dan menanyakan satu sama lainnya, kamar siapa yang kebakaran. Sebelumnya aku nggak kenal, bahkan tahu wajahnya pun belum pernah” ujar adik ipar saya waktu cerita pengalaman dia tinggal di apartemen bersama istrinya.

Jadi, ceritanya adik ipar saya yang lahir dan besar di salah satu dusun di Pleret Bantul itu pulang kampung setelah sekian bulan terisolasi gara-gara pandemi di Ibukota Jakarta. Di mana Pleret Bantul itu berada, silakan googling, yang pasti dekat dengan Sate Klatak-nya Pak Bari di dalam Pasar Jejeran, Pleret. Lebaran tahun kemarin pun adik ipar saya ini tidak mudik. Nah, minggu lalu kami bertemu dan cerita ngalor ngidul setelah sekian bulan tidak ngobrol langsung. Ada salah satu cerita dia yang menggelitik saya, yaitu saat dia menceritakan pengalaman menyewa salah apartemen di Jakarta. Dia menyewa apartemen untuk tiga bulan karena rumahnya sedang direnovasi.

Apartemen yang adik ipar saya sewa ini termasuk apartemen untuk kelas para pekerja. Harga sewa apartemen kurang lebih Rp3,5 juta per bulan. Tetapi itu belum termasuk biaya listrik, air, maintenance, dan parkir kendaraan. Ya, kurang lebih totalnya jadi Rp4,5-Rp5 juta sebulan. Sebetulnya bisa saja dia menyewa kamar eksklusif atau mengontrak rumah yang sekaligus bisa menampung kendaraannya, tetapi setelah dihitung-hitung kurang lebih jatuhnya sama. Selain harga sewa yang relatif sama, pertimbangan lain ialah adik ipar saya ingin merasakan tinggal di apartemen. Akhirnya dia lebih memilih tinggal di apartemen.

Katanya, apartemen yang dia sewa ini relatif “bersih” dari isu peredaran narkoba ataupun prostitusi online, yang pada akhir Januari 2021 kemarin marak diberitakan mengenai penggunaan apartemen untuk transaksi prostitusi online. Menurut dia, apartemen paling banter hanya dijadikan tempat tinggal pacar atau selingkuhan. Nah, ada tiga alasan mengapa dia merasa tidak cocok tinggal di apartemen.

#1 Tidak bisa nongkrong dengan tetangga apartemen

Sebagai orang yang lahir dan tumbuh besar di lingkungan dusun yang mempunyai solidaritas yang tinggi dan kedekatan sosial yang erat antar warga dusun, tinggal di apartemen sangat menyiksa. Di dusun biasanya masyarakat saling kenal satu sama lain, bahkan beda dusun pun kadang-kadang masih kenal. Jiwa solidaritas dan tali persaudaraan masyarakat sangatlah tinggi.

Walaupun rumah tempat tinggal adik ipar saya yang sedang direnovasi ini berada di perumahan, setidaknya masih ada interaksi sosial warga perumahan. Di perumahan dia masih bisa berinteraksi dan ngobrol bareng tetangga kanan kiri dengan santai dan nyaman tanpa ada kecurigaan apa pun. Bahkan istrinya pun bisa ikut kegiatan sosial keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya. Lha, ini tinggal di apartemen, antartetangga saja tidak saling kenal, bahkan tidak pernah bertemu. Bagaimana bisa bersosialisasi? Bisa-bisa dikira mau bertindak jahat kalau mau bertamu di tetangga apartemen.

#2 Tidak bisa teledor sedikit pun

Tinggal di apartemen itu hidupnya harus sesuai aturan, tidak boleh ini itu. Teledor sedikit saja bisa jadi bencana bagi diri sendiri dan penghuni apartemen lainnya. Istri adik ipar saya pernah lupa mematikan kompor saat merebus air yang sudah mendidih. Untung segera ingat dan alarm pendeteksi asap tidak sempat menyala. Kalau alarm tersebut menyala, maka akan membuat heboh seisi gedung apartemen tersebut.

Ngomongin alarm pendeteksi asap, suatu ketika ada tetangga sebelah dia yang sedang memanaskan minyak goreng untuk menggoreng tempe. Nah, karena lupa kalau sedang memanaskan minyak, asap mengepul di dapur dan memantik pendeteksi asap untuk bekerja mengeluarkan alarmnya. Sontak alarm berbunyi dan membuat seisi gedung apartemen heboh. Petugas satpam segera naik ke atas untuk memastikan kebakaran yang terjadi. Saat petugas satpam datang, si pemilik kamar apartemen keluar dan menjelaskan kalau dia lupa memanaskan minyak goreng. Nah, saat itu adik ipar saya baru tahu wajah-wajah para penghuni apartemen.

Baca Juga:

Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Beda kalau di dusun, mau teledor bagaimanapun tidak akan ada tanda peringatan semacam alat pendeteksi asap tadi. Bahkan, satuan keamanan hansip di dusun tidak akan datang untuk merespons keteledoran dia. Mau bikin gosong wajan atau ceret tidak akan mengganggu tetangga kanan kiri. Karena biasanya jarak antara tetangga di dusun agak berjauhan.

#3 Tagihan listrik di atas tarif PLN

Selama tinggal di apartemen, adik ipar saya merasa ada yang ganjil terkait tagihan listrik. Struk tagihan dari pengelola apartemen tidak dilampiri dengan struk tagihan dari PLN. Dia mensinyalir ada mark-up nilai tagihan listrik dari pihak pengelola apartemen. Dia merasa tidak menggunakan listrik secara berlebihan, bahkan masih dalam batas kewajaran. Tetapi angka tagihan listriknya di atas yang biasanya dibayarkan saat tinggal di perumahan.

Selain itu, tagihan air juga di atas harga normal, sangat jauh dibandingkan saat dia bayar air bulanan di perumahan. Ya, dia menyadari sih bahwa tinggal di apartemen itu semuanya bayar. Dari biaya perawatan lift yang dibebankan kepada setiap penyewa apartemen setiap bulan, biaya parkir kendaraan, hingga penggantian barang apabila ada properti apartemen yang rusak. Untungnya adik ipar saya hanya tinggal selama tiga bulan saja di apartemen. Kalau lebih lama lagi, bisa-bisa tidak waras jiwa dan kantongnya.

BACA JUGA Menyelisik Kebiasaan Orang Indonesia yang Masih Tinggal dengan Orang Tua ketika Dewasa dan tulisan Humam Zarodi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2021 oleh

Tags: apartemenorang dusun
Humam Zarodi

Humam Zarodi

Seorang bapak dengan 4 orang anak dan 1 istri serta pencinta klub Liverpool FC.

ArtikelTerkait

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

Pengalaman Pertama Tinggal di Apartemen Malang Penuh Penderitaan, Saya Cuma Tahan Sebulan

13 September 2025
Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

1 Februari 2024
Panduan Memilih Apartemen Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

Panduan Memilih Apartemen di Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

9 Oktober 2023
4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan Terminal Mojok

4 Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan

11 Mei 2022
Panduan Singkat Memilih Unit Apartemen Terminal Mojok

Panduan Singkat Memilih Unit Apartemen untuk Ditinggali

16 Mei 2022
Alasan Romantisasi Passion Tidak Relate bagi Orang-orang Dusun Terminal mojok

Romantisasi Passion Bukan untuk Orang-orang Dusun!

9 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.