Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

5 Alasan Squidward Tentacles Bernasib Buruk

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
8 Mei 2023
A A
5 Alasan Squidward Tentacles Bernasib Buruk

5 Alasan Squidward Tentacles Bernasib Buruk (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi yang setiap hari selalu mantengin kartun SpongeBob SquarePants, pasti sudah nggak aneh lagi melihat Squidward Tentacles mengalami kesialan. Malah jadi aneh semisal tetangga SpongeBob dan Patrick itu hidupnya kok baik-baik saja. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa ada orang yang setiap harinya selalu memiliki masalah?

Bukankah ketika seseorang telah memiliki rumah yang pantas, penghasilan yang cukup, dan pekerjaan yang tetap, normalnya orang tersebut akan hidup dengan ketenangan? Paling nggak kalaupun sedang memiliki masalah, hal itu juga nggak datang setiap hari. Tampaknya kasus yang dialami Squidward ini di luar batas kewajaran makhluk hidup normal.

Akan tetapi setelah menyelami lebih dalam, faktanya memang ada benang merah yang menjadi penyebab musuh sejati Squilliam Fancyson itu selalu mengalami nasib buruk setiap harinya. Berikut saya telah membuatkan daftarnya.

#1 Squidward Tentacles adalah si penyendiri yang diimpit dua makhluk gila

Squidward Tentacles merupakan seekor gurita—meskipun arti dasar squid adalah cumi-cumi—dalam tingkah laku alamiahnya, satwa ini lebih cenderung hidup menyendiri. Tak ayal, dalam kartun SpongeBob SquarePants pun sebenarnya ia nyaman dengan kesendiriannya. Ia sering kali bersantai, berjemur, membaca buku, menyirami tanaman, melukis, atau bermain klarinet sendirian. Bahkan gurita ini juga sangat benci dengan kebisingan.

Nahas, dia tinggal di antara nanas dan batu. SpongeBob dan Patrick adalah dua sahabat yang gila. Gila di sini bukan berarti gangguan jiwa, ya, meskipun sebenarnya Patrick juga layak dengan definisi tersebut. Maksud saya, SpongeBob dan Patrick biasa melakukan sesuatu yang nggak wajar. Dalam dunia pertetanggaan, bisa dibilang mereka berdua adalah tetangga yang kurang ajar.

Gimana nggak kurang aja, kok bisa-bisanya ada tetangga yang tiba-tiba masuk bak mandi saat kita sedang mandi? Nggak cuma sekali, SpongeBob dan Patrick pernah masuk bak mandi Squidward beberapa kali! Lebih parah lagi, saat episode minum soda, rumah Squidward pernah hancur gara-gara ulah tetangganya itu. Benar-benar gila.

#2 Mendapat kutukan dari kakek buyutnya

Seperti yang sama-sama kita ketahui, Squidward Tentacles nggak pandai bermain klarinet. Padahal alat musik ini sudah seperti melekat pada dirinya. Dia pun telah latihan dengan keras untuk bisa memainkannya.

Beberapa kali Squidward mencoba memainkan klarinet, namun suara yang dia hasilkan nggak enak didengar. Dia bahkan sampai disengat ubur-ubur saat memainkan klarinet di rumah SpongeBob saat ada pesta ubur-ubur.

Baca Juga:

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

Rekomendasi Tempat Liburan Nataru di Bikini Bottom yang Bisa Dinikmati Bareng Keluarga

Tentu hal ini bukan tanpa sebab. Usut punya usut, dulu buyutnya yang bernama Squidly pernah berusaha memainkan alat musik tersebut. Sayangnya, dia kesulitan memainkan klarinet. Lantaran jengkel, Squidly pun mengutuk supaya anak cucunya nggak memainkan alat musik tersebut. Hasilnya, Squidward Tentacles kesulitan bermusik dengan klarinet.

#3 Pribadi yang minim skill

Apa sih kemahiran Squidward? Zalim kalau kita mengatakan dia mahir bermusik. Ha wong cara dia memainkan klarinet buruk sekali. Pandai memasak? Tentu saja nggak, Krusty Krab bisa berdiri hingga sekarang itu berkat gendongan koki terbaiknya, SpongeBob. Bahkan Squidward pernah sesekali memasak patty dan hasilnya gosong. Pandai melukis? Lukisannya yang disebut tampan dan berani saja dikatakan lebih mirip tong sampah oleh Monty P. Moneybags, si kolektor seni dunia.

Lantas apa skill yang dimiliki kasir Krusty Krab itu? Jawaban tanpa mikirnya adalah nggak ada. Iya, nggak ada. Sebab, Squidward Tentacles hidup dalam kemalasan, bahkan sering kali ia makan gaji buta karena biasa tidur di tempat kerjanya.

Saat Krusty Krab memiliki mesin pencapit boneka, ia hampir stres gegara kesulitan mencapit boneka sebelum dibantu SpongeBob dengan teknik jadi mesinnya. Hal sepele seperti meniup gelembung saja dia harus merogoh kocek dalam-dalam untuk les kepada SpongeBob sekadar bisa menghasilkan satu gelembung sempurna. Memang malang nasib gurita ini.

#4 Bukan tipe orang yang gampang bersyukur

Saat SpongeBob dan Patrick asyik bermain peniup karang, mereka menyedot jendela dan pintu rumah Squidward. Tentu pemilik rumah moai itu sangat murka, wajahnya memerah dan kepalanya berasap. Squidward kemudian meminta kedua tetangganya yang gila itu mengembalikan bagian mebel rumahnya. Namun sial, saat mencoba mengembalikannya, proses penempelan itu tersulut seperti tembakan dan akhirnya rumah Squidward pun hancur.

Squidward Tentacles juga punya batas kesabaran. Dia berupaya mencari ketenangan dengan pindah rumah yang jauh dari dua orang tetangganya itu. Akhirnya diputuskan untuk pindah ke Tentacle Acres. Ia tinggal di rumah No. 34. Sebenarnya Squidward telah sedikit menemukan kenyamanan. Kalau dia mau bersyukur dan menerima, kehidupannya jauh lebih rileks dibanding sebelumnya.

Akan tetapi dengan keteraturan hidup yang monoton, hal ini membuat Squidward bosan. Suatu ketika di sebuah taman, alat peniup karang tergeletak tanpa pemilik. Kali ini Squidward yang membuat ulah, ia mengganggu seluruh warga Tentacle Acres dengan alat tersebut. Sontak hal itu membuat seluruh warga marah besar dan berusaha mengusir Squidward.

Bayangkan jika si gurita itu mau bersabar dan menerima kehidupannya, tentu dengan berbuat baik dan tidak mengganggu tetangga di rumah barunya. Mungkin saja dia akan hidup dalam kedamaian.

#5 Takdir

Saya nggak tahu pasti apakah Stephen Hillenburg, si pencipta karakter Squidward Tentacles, pernah mengalami nasib sial dengan seekor gurita. Yang jelas, ia sebagai tuhan dari kartun yang diproduksi oleh Nickelodeon itu selalu menakdirkan Squidward mengalami nasib buruk setiap harinya, bahkan ketika Squidward sedang nggak melakukan apa-apa.

Itulah beberapa alasan kenapa Squidward selalu mengalami nasib buruk. Tampaknya, gurita dengan nama lengkap Squidward Quincy Tentacles itu memang berjodoh dengan kesialan.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Squidward Adalah Gambaran Orang Introvert yang Elitis dan Egois.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2023 oleh

Tags: Spongebob squarepantsSquidward
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Squidward Harusnya Bekerja Sama dengan Plankton agar Bisa Hidup Sejahtera

Squidward Harusnya Bekerja Sama dengan Plankton agar Bisa Hidup Sejahtera

25 Juni 2023
tokoh figuran Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab terminal mojok.co

Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab

5 Desember 2020
Patrick Star adalah Korban Dibandingkan sama Anak Tetangga dalam Perspektif Taoisme terminal mojok.co

Belajar dari Patrick Walaupun Pengangguran Tapi Banyak Akal

13 Juli 2019
Plankton dan Karen, Sebenar-benarnya Role Model dalam Urusan Percintaan

Plankton dan Karen, Sebenar-benarnya Role Model dalam Urusan Percintaan

19 Juni 2022
Falsafah Orang Jawa yang Bisa Kita Contoh dari Sikap Squidward terminal mojok.co

Falsafah Orang Jawa yang Bisa Kita Contoh dari Sikap Squidward

4 Maret 2021
Andai SpongeBob Jadi Seorang HRD yang Menolak 'Orang Dalam' di Suatu Perusahaan terminal mojok.co

Andai SpongeBob Jadi Seorang HRD yang Menolak ‘Orang Dalam’ di Suatu Perusahaan

22 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

26 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.