#2 Biaya admin pembelian tiket via aplikasi di Cinepolis lebih ramah di kantong
Kalau bicara soal efisiensi pengeluaran, selisih biaya admin aplikasi memang terlihat receh kalau dihitung sekali. Tapi, buat penonton yang cukup rutin seperti saya, akumulasi biaya admin yang lebih masuk akal di Cinepolis jelas terasa bedanya. Di Cinepolis, biaya admin dipatok 10% dari harga tiket, yang kalau di Semarang jatuhnya cuma Rp3.500 per kursi.
Sebaliknya, m-tix mematok biaya admin flat Rp4.000 per kursi tanpa peduli harga tiketnya berapa. Memang, skema ini bakal lebih menguntungkan kalau seseorang mau menonton di akhir pekan atau menjajal Studio Premiere. Namun, untuk hari biasa dengan harga tiket Rp30.000 hingga Rp40.000, skema flat itu terasa kurang adil.
Betul bahwa XXI memang menawarkan opsi bebas biaya admin. Tapi ingat, ada syaratnya, penonton harus beli snack juga lewat aplikasi. Jujur saja, menurut saya pribadi, sistem biaya admin berbasis persentase yang diterapkan Cinepolis jauh lebih adil.
#3 Harga minuman Milo di Cinepolis yang nggak menguras isi dompet
Sudah jadi rahasia umum kalau harga jajan di bioskop itu memang sering bikin boncos. Tapi, untuk urusan Milo, minuman wajib saya tiap nonton, Cinepolis jelas lebih pengertian. Mereka menyediakan dua pilihan ukuran dengan harga yang masuk akal. Ukuran medium dibanderol Rp35.000 per gelas. Sementara ukuran large dihargai Rp40.000 per gelas.
Bandingkan dengan XXI yang mematok harga Rp55.000 per gelas. Bedanya, mereka melabelinya sebagai Milo Dinosaur, sebuah embel-embel yang menurut saya nggak ada perbedaan signifikan atau bikin rasanya jadi lebih ajaib. Sedihnya lagi, dengan harga yang jauh lebih mahal itu, porsinya ternyata cuma setara dengan ukuran medium di Cinepolis.
Keputusan saya untuk setia nonton di Cinepolis memang bukan tentang mencari kemewahan. Tapi, murni soal preferensi. Bagi saya, Cinepolis berhasil menjawab kebutuhan dasar penonton yang hanya ingin duduk tenang, mengunyah popcorn enak, dan menikmati film dengan hati yang tetap damai.
Penulis: Paula Gianita
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













