Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Alasan Kecewa Nonton Film Abadi Nan Jaya Netflix, Ekspektasi Saya Ketinggian

Febrisaka Nugra oleh Febrisaka Nugra
11 November 2025
A A
Alasan Saya Kecewa Nonton Film Abadi Nan Jaya Netflix, Mungkin Ekspektasinya yang Ketinggian Mojok.co

Alasan Saya Kecewa Nonton Film Abadi Nan Jaya Netflix, Mungkin Ekspektasinya yang Ketinggian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekadar mengingatkan, tulisan penuh spoiler film Abadi Nan Jaya yang diputar di Netflix ~

Film Abadi Nan Jaya rilis di Netflix pada 23 Oktober 2025 lalu. Film garapan sutradara Kimo Stamboel ini dinanti banyak orang. Bagaimana tidak, film ini dinilai segar karena mengangkat tema zombie dengan latar belakang pedesaan di Indonesia. Cerita yang sangat jarang diangkat sebelumnya. Di sisi lain, promosi filmnya memang juara.

Berhari-hari berlalu setelah tanggal rilis. Berbagai komentar pun bermunculan dari mereka yang sudah menonton. Ada yang menyukainya karena seru dan mind blowing. Di sisi lain, ada yang menganggap ceritanya kurang smooth. Di tengah teknologi yang sudah begitu maju dan masuk ke desa-desa, kurang masak akal kalau karakter dalam cerita sama sekali tidak tahu soal zombie.

Saya pihak yang mana? Bukan keduanya. Tapi, jujur saja, ekspektasi saya terhadap film ini cukup tinggi. Terlebih setelah menonton trailernya yang super menarik. Apalagi ada unsur kelokalan seperti jamu dan pedesaan. Mungkin ekspektasi yang. Ketinggian ini yang bikin saya kecewa begitu dalam setelah menontonnya.

Unsur kelokalan jamu hanyalah gimmick di film Abadi Nan Jaya

Saat menonton trailer film, saya berharap jamu penyebab manusia jadi zombie ini akan lebih banyak bahas. Salah besar. Kenyataannya, jamu hanya muncul sekelebat saja, tidak lebih dari 5 menit.

Jamu yang digembor-gemborkan di media promosi Abadi Nan Jaya ternyata hanya tempelan dalam film. Tidak ada tuh bagian yang membahas soal pembuatan jamu dan bahan bakunya. Apalagi  bagian yang menjelaskan kenapa jamu ini bisa membuat orang yang meminumnya menjadi awet muda atau menjadi muda kembali.

Padahal menurut saya, jamu adalah pembeda Abadi Nan Jaya dengan film-film zombie lain. Film zombie dari Barat lebih banyak mengangkat virus atau penyakit sebagai penyebabnya. Baru kali ini wabah zombie dipicu dari ketamakan manusia melalui jamu.  Sayang seribu saya, kearifan lokal jamu tidak banyak dibahas dalam film.

Ceritanya dangkal, konfliknya terlalu tipis

Menurut saya, cerita di film ini selesai ketika Pak Dimin, sang ayah mulai berubah menjadi zombie. Sebab, adegan-adegan setelahnya hanyalah sekelompok orang pandir yang berlarian menyelamatkan diri dari para zombie.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

Jujur saja, setelah scene Pak Dimin berubah jadi zombie, saya bingung ceritanya akan dibawa ke mana. Mau ngulik soal jamunya? Tidak mungkin karena jamu dalam cerita muncul tidak sampai 5 menit. Mau ngulik soal keluarga?  Menurut saya juga kurang dieksplorasi. Ujung-ujungnya, penonton jadi kurang. Berempati dengan karakter-karakter di dalam film yang digambarkan menderita karena jadi incaran zombie.

Begini, manusia yang belum terinfeksi menyelamatkan diri sudah jadi alur film zombie. Adegan dalam film memang akan penuh dengan manusia berlari dan bersembunyi. Lihat saja film 28 Days Late dan film-film zombie lain. Namun, di balik itu, ada pesan yang hendak disampaikan. Bukan sekadar scene menegangkan. Dan, greget inilah yang tidak saya dapat dalam film Abadi Nan Jaya di Netflix.

Terlalu banyak logika yang “patah” dalam film

Sepanjang saya nonton film, terlalu banyak komentar “sih”, “kok”, “lah” keluar dari mulut saya. Komentar-komentar itu muncul ketika saya merasa alurnya kurang nyambung. Padahal dari sisi gambar, Abadi Nan Jaya ini seru sekali.

Keanehan terbesar yang cukup mengganggu logika saya adalah kenapa karakter utamanya tidak ada yang mempertanyakan kenapa situasi ini bisa terjadi. Kakak beradik Bambang dan Kenes sama sekali tidak bertanya apa yang terjadi dengan ayah mereka, ayah mereka lho ini!

Hal aneh lain, zombie diceritakan tertarik pada suara. Ada sebuah adegan di mana beberapa karakter berada di balkon atas kantor polisi Wanirejo, lalu terdengar suara adzan. Para zombie kemudian berlari menuju pusat suara adzan berbunyi. Anehnya, tidak lama kemudian zombie-zombie itu kembali ke kantor polisi.

Kok bisa? Padahal orang-orang yang bersembunyi di kantor polisi tidak membuat keributan atau suara-suara keras. Oh iya, kok masih ada yang adzan? Padahal di adegan sebelumnya zombie-zombie itu sudah menyebar ke rumah-rumah warga. Dan, masih banyak adegan lain yang hingga kini mengundang tanda tanya besar di benak saya.

Ada Abadi Nan Jaya lainnya

Kalau ada satu hal yang bisa diapresiasi dari Abadi Nan Jaya yang diputar di Netflix adalah tiap adegan zombie berlarian yang menegangkan. Seru sekali, terlebih para aktornya didandani sedemikian rupa hingga tampak begitu menyeramkan. Akting mereka pun keren.

Selain itu keberanian untuk membuat film zombie dengan pendekatan kelokalan (walau tidak dieksekusi dengan maksimal) juga perlu diapresiasi. Semoga Abadi Nan Jaya bisa jadi pintu awal film-film zombie lain diproduksi di Indonesia. Tentu saja dengan cerita yang lebih matang dan kelokalan yang tak sekadar jadi tempelan.

Penulis: Febrisaka Nugra
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jangan Nonton Squid Game Season 3 kalau Tidak Mau Kecewa seperti Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2025 oleh

Tags: abadi nan jayaabadi nan jaya NetflixFilm abadi nan jayafilm netflixnetflix
Febrisaka Nugra

Febrisaka Nugra

Darklord Berhati Lembut

ArtikelTerkait

3 Alasan Drakor Netflix When Life Gives You Tangerines Sayang Dilewatkan

3 Alasan Drakor Netflix When Life Gives You Tangerines Sayang Dilewatkan

14 Maret 2025
5 Drama Korea Balas Dendam Terbaik yang Sayang Dilewatkan

5 Drama Korea Balas Dendam Terbaik yang Sayang Dilewatkan

9 April 2025
4 Alasan Twenty Five Twenty One Wajib Ditonton Terminal Mojok

4 Alasan Drama Korea Twenty Five Twenty One Wajib Ditonton

18 Februari 2022
The Pale Blue Eye, Film Detektif Kelam yang Underrated

The Pale Blue Eye, Film Detektif Kelam yang Underrated

3 Februari 2023
Seaspiracy dan Dilema bagi Mahasiswa Perikanan terminal mojok

‘Seaspiracy’ dan Dilema Mahasiswa Jurusan Perikanan

6 April 2021
3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea terminal mojok

3 Alur dalam Sitkom ‘So Not Worth It’ yang Mematahkan Stereotip Drama Korea

30 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.