Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Alasan Orang Jakarta Lebih Sering Liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
25 Desember 2025
A A
4 Alasan Orang Jakarta Lebih Sering Liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu

4 Alasan Orang Jakarta Lebih Sering Liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Padahal Jakarta punya Pulau Seribu, lho, tapi warganya malah lebih memilih liburan ke Bogor saja.

Orang Jakarta nggak selalu gila kerja, kami sesekali butuh tamasya. Kalau mumet ndase, kota metropolitan ini sebenarnya memiliki berbagai opsi selain mall yang siap menyegarkan pikiranmu. Ada taman kota, museum, perpustakaan estetik, pusat kuliner, dan laut (misalnya PIK dan Ancol). Namun destinasi yang disediakan Kota Jakarta kadang tidak menjadi pilihan warganya. Jujur saja, saya lebih suka liburan ke destinasi alam hijau dan dingin, ya ujung-ujungnya ke kawasan Bogor yang mudah dijangkau.

Padahal Jakarta memiliki wisata alam yang cakep dan natural, yaitu Pulau Seribu. Destinasi ini definisi healing yang sebenarnya, jauh dari hiruk pikuk ibu kota dan menenangkan. Sayangnya, orang Jakarta lebih sering melepas penat ke Bogor daripada ke gugusan Pulau Seribu ini. Saya pun demikian, mending macet-macetan ke Puncak atau Bogor ketimbang nyebrang pulau. Atau kalau sekedar mau menikmati laut, tinggal otw ke PIK aja di Jakarta Utara sana.

Kenapa sih sebenarnya penduduk ibu kota lebih senang liburan ke Bogor daripada ke Pulau Seribu yang cantik itu? Saya coba beberkan alasannya berdasarkan pengalaman pribadi.

#1 Perjalanan ke Bogor masih terjangkau, tidak perlu effort menyeberang laut

Pertama, untuk menuju Bogor lebih mudah daripada ke Pulau Seribu. Kamu cukup sediakan kendaraan pribadi atau naik transportasi umum saja. Tidak perlu repot menyeberang laut berjam-jam dengan segala drama ombak pasang atau mual.

Rute ke Kota Hujan ini pun gampang dan pastinya sudah familier, bisa ikuti Google Maps kalau baru pertama kali. Atau bagi kamu yang malas bawa kendaraan, bisa pilih transportasi umum.

Kalau waktu liburmu terbatas, jalan ke Bogor bisa jadi alternatif paling pas. Rasanya seharian pun kamu bisa keliling cari coffee shop estetik atau bahkan main ke curug. Jika ingin menjauh dari area kota, kamu bisa geser ke Puncak atau Sentul yang masih bagian dari Bogor.

Kalau ke Pulau Seribu, orang Jakarta perlu waktu minimal 2 hari untuk menikmati keindahannya. Belum lagi perjalanan pulau butuh waktu 2-3 jam.

Baca Juga:

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

#2 Di Bogor banyak pilihan kuliner dan kafe bernuansa alam ketimbang Pulau Seribu

Kedua, Bogor pun lebih unggul dari segi kuliner dan kafe instagramable dengan nuansa alam. Mulai dari warkop sederhana sampai restoran mewah pun tersedia, kamu tinggal pilih sesuai budget. Meskipun selalu ramai, saya kalau mau healing tipis-tipis pasti ke Bogor untuk menikmati lanskap hijau plus udaranya yang sejuk. Tidak hanya tempat makan, Bogor juga memiliki beragam wisata alam, seperti curug (air terjun), spot trekking, Kebun Raya, taman wisata keluarga, dan masih banyak lagi.

Saya nggak bermaksud untuk mengesampingkan Pulau Seribu karena tiap destinasi memiliki keunggulan masing-masing. Jika kamu suka jalan-jalan ke alam hijau dengan udara khas pegunungan, pergilah ke Bogor. Apalagi kamu lagi cari coffee shop kekinian, biar bisa nongkrong dengan caption “ngopi with a view”. Tapi kalau kamu ingin tenang sambil memandangi air laut biru dan hijau tosca, Pulau Seribu bisa jadi opsi.

Setelah menjelajahi kedua destinasi yang dekat dari Jakarta ini, saya sih lebih prefer ke Bogor. Ya meskipun saya nggak bisa nolak juga misalnya ada yang ajak nyebrang ke Pulau Seribu.

#3 Ramah transportasi umum dengan berbagai pilihan

Ketiga, ini yang paling esensial (menurut saya), Bogor lebih ramah transportasi umum dengan berbagai pilihan. Sebagai pengguna transum sejati, saya sangat terbantu dengan kemudahan akses ini. Saat ini terdapat berbagai moda yang dapat mengantarmu sampai Bogor dengan selamat, seperti KRL dan Transjakarta. Untuk ongkosnya pun terjangkau, tidak sampai menguras kantongmu.

Lain halnya dengan Pulau Seribu, transportasinya hanya kapal. Ada dua pilihan: mau naik kapal kayu yang murah tapi lambat atau kapal cepat dengan tarif sedikit pricey. Selain itu, untuk menuju dermaga pun agak effort karena terletak di ujung Jakarta, saya pernah berangkat dari Kamal Muara (Jakarta Utara). Perjalanan ke sana pun tak terjangkau angkutan umum, paling naik kendaraan pribadi atau ojol.

Akan tetapi kalau kamu sudah niat liburan, mau menyebrangi samudera atau membelah hutan belantara sekalipun pasti akan tetap gaskan. Hehehe…

#4 Tidak perlu open trip, jalan sendiri juga aman

Keempat, plesiran ke Bogor nggak ribet karena bisa terlaksana tanpa open trip. Kamu bebas mengatur waktu tanpa harus otw pagi buta kayak ke Pulau Seribu. Mau jalan sendiri sekedar me time atau bareng bestie atau with ayang ya bebas aja. Disamping itu, kamu bisa bikin itinerary sesuai keinginan tanpa dibatasi waktu. Kalau mau lebih lama menikmati sejuknya Bogor, boleh staycation dengan banyak pilihan penginapan.

Sementara ke Pulau Seribu, kamu justru disarankan ikut open trip. Saya beberapa kali main ke Pulau Seribu pakai jasa open trip ini, pernah sekali berangkat mandiri eh malah bingung. Sebenarnya praktis sih karena mereka sudah menyediakan jadwal dengan berbagai aktivitas dan destinasi.

Untuk harga sekitar Rp350 ribu menurut saya affordable, sudah termasuk kapal, homestay, makan, snorkeling, jelajah pantai, dan lain-lain. Meskipun demikian, saya lebih memilih liburan fleksibel yang nyaman dan nggak perlu banyak aturan.

Terlepas dari 4 hal di atas, warga Jakarta tetap memiliki preferensi masing-masing. Ada yang hobi ke Pulau Seribu untuk mencari suasana pantai berpasir putih, ada juga yang cuma ingin refreshing tipis-tipis sambil menghirup udara segar khas Bogor. Tapi jika disuruh memilih, saya tetap akan ke Bogor karena mager nyebrang laut.

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal yang Wajar di Bogor, tapi Tidak Lumrah di Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2025 oleh

Tags: bogorJakartaKebun Raya BogorLiburanorang Jakartapulau seribuPuncak Bogorwisata bogorwisata puncak bogor
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

Culture Shock Orang Jakarta Ketika Pertama Kali ke Jayapura, Ternyata Nggak Terpelosok seperti dalam Bayangan

9 Desember 2025
5 Penderitaan Warga Tangerang yang Sehari-hari Naik Transjakarta Koridor T11 Mojok.co

5 Penderitaan Warga Tangerang yang Sehari-hari Naik Transjakarta Koridor T11

27 Agustus 2025
4 Tips Hidup Selamat dari Himpitan Biaya Hidup di Kota Besar

4 Tips Hidup Selamat dari Himpitan Biaya Hidup di Kota Besar

22 November 2023
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Jakarta Timur Kota Tawuran, Jangan Sekolahkan Anak di Sini kalau Mau Selamat

6 Februari 2024
Panduan Memilih Apartemen Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

Panduan Memilih Apartemen di Jakarta buat Kalian yang Memutuskan untuk Menetap di Kota Metropolitan

9 Oktober 2023
Tim Mendang-Mending_ Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api_ terminal mojok

Tim Mendang-Mending: Surabaya-Jakarta PP Mending Naik Bus Atau Kereta Api?

6 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif
  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.