Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Akui Saja, Pariwisata Jogja Memang Sudah Menemui Titik Jenuhnya

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
27 Mei 2023
A A
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah (seharusnya) malah senang

Pemprov DIY pastinya jadi pihak yang paling bersyukur dengan viralnya kabar dan opini miring tentang Jogja. Sangat wajar, karena ini adalah kolaborasi yang sinergis. Kerja sama antara warga yang berada di lapangan, dan pemerintah sebagai pengambil keputusan. Dengan viralnya pemberitaan miring tentang Jogja, kerja pemerintah makin mudah.

Pemerintah Jogja tidak perlu repot turun ke lapangan. Sudah ada ratusan mata yang siap melaporkan masalah. Pemerintah tinggal fokus pada penyelesaian masalah yang dilaporkan. Sangat efisien baik tenaga maupun waktu. Misal kasus biaya parkir mahal, pemerintah bisa tahu lokasi dan kronologi kejadian langsung. Sama halnya dengan kasus harga makanan nuthuk sampai klitih di Nol KM. Berita miring dan viral membuat pemerintah mudah mengambil tindakan.

Lha wong pemerintahnya saja sedang dibantu, malah dikira malah membuat pariwisata lesu. Mereka yang sering ditanya “KTP ndi buoss” itu sedang bersinergi dengan pemangku jabatan lho. Kurang istimewa apa coba?

Mungkin pariwisata Jogja sudah tidak menarik

Saya sampaikan sebelumnya, ada banyak hal yang membuat pariwisata Jogja lesu. Tapi satu yang ingin saya sampaikan. Mungkin, setelah eksploitasi puluhan tahun ini, pariwisata Jogja memang sudah jenuh. Sudah mentok dan tidak menarik lagi. Mungkin, Jogja memang kelewat bebal dan manja untuk berbenah.

Kalau Anda bilang “kan banyak tempat wisata baru di Jogja,” tolong tahan diri dulu. Pariwisata tidak hanya masalah tempat selfie dan jajanan overpriced. Mau ada ratusan tempat wisata baru, belum tentu bisa membangkitkan pariwisata Jogja.

Seperti sapi perah. Ketika dipaksa untuk diperah, yang ada malah bisa infeksi atau mastitis. Meskipun diberi pakan dan konsentrat melimpah, sapi tidak akan bisa memproduksi lebih dari yang mereka mampu. Itu tidak hanya berlaku untuk sapi. Kambing, domba, buruh, dan sektor pariwisata juga demikian.

Kali ini saya setuju dengan Ngarso Dalem yang berpendapat bahwa estimasinya saja yang keliru. Mungkin estimasi kalau jumlah kunjungan wisata ke Jogja akan terus naik memang tidak realistis. Mungkin Jogja dipandang menjemukan, dan daerah lain menawarkan pengalaman baru bagi wisatawan.

Jika benar itu yang terjadi, selamat, karena Anda sedang menyaksikan Jogja yang sudah mentok dieksploitasi.

Baca Juga:

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Bungkam opini jelek dengan pariwisata berkelanjutan

Pariwisata Jogja harus berkelanjutan. Dan tidak hanya berpatok pada angka kedatangan dan kepuasan wisatawan. Tapi juga bagaimana pariwisata benar-benar memberi manfaat bagi warga lokal. Saya sempat bahas di artikel Turis Membunuh Jogja, hanya 10 persen saja masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata. Sisanya hanya mendapat macet, kehilangan ruang publik, dan gentrifikasi.

Ya kalau tidak ingin ada opini jelek, bungkam dengan pariwisata yang berkelanjutan. Karena semua opini jelek tentang Jogja bukan mitos seperti pakai baju hijau di pantai selatan, tapi suara parau karena sesuatu yang salah tidak juga diperbaiki. Apa yang selama ini dipandang sebagai opini dan kabar jelek sebenarnya masalah yang bisa diselesaikan dengan skema pariwisata berkelanjutan. Ketika pariwisata tidak hanya mengeksploitasi, tapi juga memelihara lingkungan dan manusianya.

Bagaimana caranya? Ya silahkan dirembuk oleh para pemangku jabatan. Mosok saya rangkap jabatan juga. Sudah jadi wong susah, masih disuruh mikir solusi pariwisata. Mending turu.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pariwisata Jogja di Titik Jenuh? Puspar UGM dan Pelaku Pariwisata Beri Solusi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2023 oleh

Tags: eksploitasikritik pariwisatapariwisata jogjatitik jenuh
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Uang Kaget: Eksploitasi Orang Miskin Berkedok Memberi Bantuan

Uang Kaget: Eksploitasi Orang Miskin Berkedok Memberi Bantuan

22 Mei 2022
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

27 Desember 2025
eksploitasi

Benarkah Kpopers Sering Jadi Objek Eksploitasi?

11 Oktober 2019
3 Resep Rahasia yang Bikin Pariwisata Jogja Sukses trotoar

3 Resep Rahasia yang Bikin Pariwisata Jogja Sukses

20 Juni 2022
Betapa Bahagianya Jadi Warga Gunungkidul, Jadi Turis di Kampungnya Sendiri

Betapa Bahagianya Jadi Warga Gunungkidul, Jadi Turis di Kampungnya Sendiri

11 November 2022
4 Aturan Tak Tertulis Berwisata di Jogja agar Tetap Menyenangkan Mojok.co

4 Aturan Tak Tertulis Berwisata di Jogja agar Liburan Tetap Menyenangkan

30 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.