Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau

Jasmine Nadiah Aurin oleh Jasmine Nadiah Aurin
3 Januari 2021
A A
Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Acara Keluarga Artis Menjamur, Tanda Pertelevisian Indonesia Sudah Kacau terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu malam saya berlatih olahraga jari, memencet tombol-tombol remot TV untuk mencari acara menarik. Namun, hasilnya nihil. Saya tidak menemukan acara yang mampu menarik perhatian saya. Bahkan NET TV hingga saat ini masih setia menayangkan drama Turki yang entah kapan selesainya. Saya sedikit menyayangkan penurunan kualitas stasiun TV tersebut, padahal di awal debutnya NET TV selalu menayangkan acara-acara berkualitas dan tidak recehan. Saya ingat sekali NET TV pernah menayangkan Korean Blockbuster setiap malam minggu, di mana film-film Korea banyak ditayangkan di sana. Acara musik Breakout yang dibawakan Boy William dan Sheryl Sheinafia juga merupakan salah satu acara yang saya rindukan. Tapi, acara keluarga artis kok makin banyak?

Hal tadi disebabkan rendahnya rating yang diperoleh sehingga pernah mencuat kabar NET TV terancam bangkrut. Padahal, acara-acara mereka merupakan angin segar bagi sebagian masyarakat yang tidak suka menonton sinetron atau acara penuh gimmick lainnya. Maklum, penonton televisi Indonesia kebanyakan rakyat kelas menengah, terutama menengah ke bawah. Semakin rendah pendapatan, semakin sering seseorang tersebut menonton TV. Sebaliknya, orang-orang kaya justru tidak ada waktu untuk menonton TV dan menghabiskan waktu santainya untuk berkumpul dengan keluarga. Setidaknya seperti ini asumsi singkat saya.

Semakin hari acara yang mengekspos kehidupan keluarga artis menjamur di beberapa stasiun TV dan jujur itu membuat saya muak dan sebal. Apa pentingnya sih tahu kehidupan seseorang? Dimulai dari acara Raffi dan Nagita yang awalnya hanya meliput acara pernikahan megah mereka, eh keterusan deh sampai sekarang. 

Kemudian muncul acara keluarganya artis lain seperti Ruben Onsu, Baim dan Paula, dan yang terbaru adalah keluarga artis Sule. Templatenya gitu-gitu aja, kalau nggak bagi-bagi rezeki ke orang-orang di pinggir jalan ya mengekspos isi rumah gedongan masing-masing.

Memang sih, acara bagi-bagi rezeki tersebut jika kita menilik dari sisi positifnya jelas ada. Artis-artis tersebut mungkin ingin memotivasi kita agar rajin bersedekah. Namun, dari acara tersebut tentu saja mereka mendapatkan pundi-pundi rupiah dan jumlahnya lebih besar dari uang yang mereka sedekahkan ke orang-orang jalanan tersebut. Yah, semacam cashback tapi lebih dari 100%. Di sisi lain mereka telah membuktikan bahwa Tuhan akan melipatgandakan pemberian sedekah kita. Masya Allah.

Terlepas dari berpikiran positif di atas, saya lebih banyak berpikiran negatif terhadap acara-acara tersebut. Terkadang mereka menyelipkan gimmick dan terlalu dibuat-buat alias lebay sehingga lama-lama saya juga malas nontonnya. Apa bedanya coba sama sinetron? Hal-hal ini yang membuat saya lebih memilih nonton YouTube, tentunya dengan konten menambah wawasan bukan prank-prank-an, misalnya National Geographic, TED Talks, dan PutCast Mojok.

Nah, yang menjadi permasalahan adalah tidak semua rakyat negeri ini memiliki akses menonton tayangan-tayangan berkualitas. Tidak semua mampu memiliki akses internet memadai untuk sekadar nonton Youtube. Tidak semua mampu berlangganan Netflix, Viu, dan sejenisnya tiap bulan. Kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan terpenuhi saja sudah bersyukur. Pada akhirnya acara TV adalah satu-satunya hiburan mereka. Kalaupun bisa mengakses YouTube, konten-konten macam Atta Gledek dan sebangsanya menjadi pilihan berdasarkan apa yang biasanya mereka tonton di TV.

Sebetulnya stasiun TV memang jeli dalam melihat peluang, mereka tahu persis kebanyakan penonton acara TV adalah rakyat kelas menengah ke bawah sehingga mereka membuat suatu konten dengan kekayaan sebagai komoditas utama. Siapa orang kaya yang mau diekspos kehidupannya? Tak lain tak bukan adalah selebriti. Peluang ini tentu memberi keuntungan bagi kedua pihak. Stasiun TV mendapatkan pundi-pundi dari rating acara yang tinggi dan si artis mendapatkan pekerjaan baru. Secara tidak langsung stasiun TV telah memberikan sebuah gambaran kehidupan ideal dan standar kebahagiaan bagi seorang manusia kepada rakyat kalangan menengah ke bawah, yaitu harta melimpah.

Baca Juga:

5 Acara Kuis Paling Dikenang Tahun 90-an dan 2000-an

Kiat Menjadi Pria Idaman kayak Abdullah Rendy di ‘Ikatan Cinta’

Kalau mau nekat sih, mestinya seluruh stasiun TV di Indonesia bekerja sama secara kompak untuk sedikit demi sedikit mereduksi tayangan tidak berkualitas dan tidak mendidik, mensubstitusikannya dengan acara-acara yang menambah wawasan di jam prime time. Ada banyak hal-hal di dunia ini yang bisa dikorek, toh dunia ini tidak hanya bicara soal kehidupan artis-artis bergelimang harta. Misalnya, stasiun TV dapat membuat acara kumpulan life hacks membuat catatan belajar, merapikan baju di lemari, menata rumah, memperbaiki alat-alat elektronik sendiri tanpa perlu memanggil tukang, dan sebagainya.

Agak berat pasti, apalagi taruhannya rating. Perlahan sebagian masyarakat mulai meninggalkan TV karena kebanyakan dari mereka mungkin menganggap acara-acara berwawasan tersebut membosankan. Akan tetapi, suatu saat masyarakat akan kembali menonton TV karena itulah sarana hiburan mereka yang paling konvensional. Mau tidak mau mereka “terpaksa” menonton acara-acara mendidik tadi dan tadaaa! Akhirnya misi mencerdaskan kehidupan bangsa pun terlaksana sebab stasiun TV telah sedikit demi sedikit mengubah mindset masyarakat Indonesia. Ah, tapi angan ini terlalu optimistis.

BACA JUGA 4 Alasan Ini Membuktikan bahwa Punya Pacar Sejurusan Ternyata Merepotkan! dan tulisan Jasmine Nadiah Aurin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Januari 2021 oleh

Tags: keluarga artis indonesiaprogram televisi
Jasmine Nadiah Aurin

Jasmine Nadiah Aurin

Suka nulis yang iya-iya.

ArtikelTerkait

acara kuis mojok.co

5 Acara Kuis Paling Dikenang Tahun 90-an dan 2000-an

21 Maret 2022

Balada Program Televisi yang Makin Hari Makin Berisik Saja

29 September 2020
Kita Butuh Acara Semacam 'Republik Mimpi' Lagi terminal mojok.co

Kita Butuh Acara Semacam ‘Republik Mimpi’ Lagi

5 Maret 2021
Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi terminal mojok.co

Sinetron dan Reality Show Settingan Adalah Penyelamat Televisi

17 Januari 2021
Nobatkan Indosiar sebagai Stasiun TV Paling Kreatif yang Pernah Ada! terminal mojok.co

Nobatkan Indosiar sebagai Stasiun TV Paling Kreatif yang Pernah Ada!

6 Februari 2021
'Anak Band' Adalah Sinetron dengan Judul Paling Aneh yang Pernah Ada terminal mojok.co

‘Anak Band’ Adalah Sinetron dengan Judul Paling Aneh yang Pernah Ada

15 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.