Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Papa, Mama, Kalian Sadar Nggak sih Overprotektif Itu Mematikan Bakat Kami?

Khotib Nur Mohamad oleh Khotib Nur Mohamad
14 Januari 2021
A A
Papa, Mama, Kalian Sadar Nggak sih Overprotektif Itu Mematikan Bakat Kami Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu kali, teman saya sangat jengkel terhadap orang tuanya. Sebab, ia menjadi korban atas kesewenang-wenangan otoritas orang tuanya yang terlalu overprotektif pada satu part penting dalam kehidupannya. Teman saya ini gemar sekali terhadap khazanah sejarah. Saat berkesempatan berkunjung dan ziarah ke makam wali tempo hari, ia cukup detail menjlentrehkan keterkaitan kejayaan Islam di Nusantara dengan kekuasaan Turki Ustmani atas Konstantinopel pada masa itu. Saya yang sangat awam sejarah jadi terkesima. Padahal, teman saya ini seorang sarjana ekonomi yang kini menjadi buruh pabrik.

Saya sangat eman karena ia punya pengetahuan seperti itu, tetapi tidak punya wadah atau ekosistem yang mendukungnya. Dulu, teman saya ini sangat ingin masuk jurusan Antropologi atau Sejarah. Namun, hasrat tersebut segera dipotong oleh beberapa orang yang lebih tua di sekitarnya, bahkan gurunya sendiri, saat penentuan pemilihan jurusan. Dia dihadang oleh narasi besar bahwa jurusan yang ia kehendaki itu tidak prospek untuk masa depannya. Apa yang dirasakan teman saya sejak saat itu seperti patah hati. Semacam memendam rasa untuk mengekspresikan apa yang paling menjadi hasratnya selama ini.

ADVERTISEMENT

Sebagai anak, kami mafhum tidak ada orang tua yang ingin anaknya menjalani hidup dengan buruk. Oleh karena itu, para orang tua umumnya memilihkan jalan untuk anaknya. Kemudian yang menjadi kurang tepat adalah mereka menempelkan segala kerangka pikir sekaligus parameter hidupnya kepada anak-anak. Pada akhirnya, muncul apa yang disebut prospek masa depan yang tak jauh hanya berkutat seputar parameternya itu. Orang tua akan merasa kasihan bahkan cemas dan khawatir jika si anak tidak memakai parameter yang sama. Segala cara akan dilakukan orang tua supaya si anak tidak menjalani hal yang agak “tersesat”, semacam overprotektif. Maka sejak itulah, hasrat anak juga dimatikan, satu generasi dilumpuhkan autentisitas jiwanya, sehingga berarti satu baut mesin peradaban menjadi aus.

Teman saya yang lain lagi tidak disapa oleh ibunya selama nyaris 3 tahun lantaran ia memilih jalan hidupnya sendiri yang berbeda dengan jalan hidup yang diinginkan ibunya terhadapnya. Namun setelah teman saya menikah, semua berjalan damai dan lebih baik.

Ada lagi seorang teman bercerita adiknya minggat dari rumahnya gara-gara cekcok dengan orang tuanya. Saling beda pendapat. Adik teman saya ini memahami hidup dengan pemikiran atau gagasan-gagasan yang ia dapat dari pengajian agama di komunitasnya. Perilaku yang berubah pada dirinya itulah yang menyebabkan pertentangan dengan orang rumah. Mulai soal cara berpakaian hingga cara memandang negara. Saya katakan pada teman saya bahwa wacana harus diuji, setidaknya dengan wacana tandingan pula. Jangan pengecut seperti rezim ini yang suka main cekal dan larang. Ide lawan dengan ide, dong!

Nah, saat menjalani hal yang berbeda dengan orang tua semacam inilah kerap muncul komentar dari sekitar. Ada yang menghakimi tindakan itu sebagai tindakan durhaka. Ada juga yang bilang kalau bentuk perlawanan itu sebagai usaha melawan kodrat. Mereka berapologi, “Kalau anak kucing jangan bercita-cita jadi macan!”

Batin saya menjawab, “Bukan begitu. Kalau ada bebek kecil diasuh ayam, terus pas mereka main bareng melewati tepi danau, tiba-tiba si bebek berenang ke tengah, ya jangan lantas dimarahi dan dikhawatirkan, dong. Terlalu overprotektif, deh. Kan itu memang habitatnya!”

Mungkin para orang tua yang seperti itu belum menyadari bahwa selama anak-anak dalam pengasuhan mereka, sesungguhnya terdidik dengan parameter yang sama dengan yang mereka pakai selama ini. Hanya saja, di tengah perjalanan, anak-anak mengalami sesuatu yang membuat mereka lantas punya paradigma dan parameter lain dalam menjalani hidup. Akhirnya, anak-anak ini berusaha memakai parameter baru tersebut. Kendati dalam perjalanannya masih suka terseret untuk memakai parameter warisan lama itu.

Baca Juga:

Punya Ibu Kos Overprotektif Itu Sama Sekali Nggak Enak

Jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya

Jadi, mari bersepakat agar anak-anak generasi selanjutnya jangan sampai mengalami pembunuhan karakter yang mengerikan itu. Jangan jadi orang tua yang terlalu overprotektif lah. Biarkan anak-anak menuruti apa yang paling menjadi dahaga bagi dasar jiwa mereka. Biarlah mereka menggelegak air yang bermuara langsung dari cakrawala agar berani ambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.

BACA JUGA ‘Demon Slayer: Mugen Train’ dan Usaha Mencurigai Koyoharu Gotouge sebagai Ahli Psikologi atau tulisan Khotib Nur Mohamad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2021 oleh

Tags: hubungan orang tua dan anakoverprotektif
Khotib Nur Mohamad

Khotib Nur Mohamad

Bercita-cita menjadi Joko Umbaran atau Joko Lelono.

ArtikelTerkait

Punya Ibu Kos Overprotektif Itu Sama Sekali Nggak Enak

Punya Ibu Kos Overprotektif Itu Sama Sekali Nggak Enak

18 Juni 2023
Anak Bukan Tempat Pelampiasan Rasa Capek Orang Tua, orang tua kualat

Anak Bukan Tempat Pelampiasan Rasa Capek Orang Tua

30 Mei 2020
Jenis-jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya terminal mojok

Jenis Orang Tua Saat Menghadapi Kenakalan Anaknya

26 Mei 2021
Bagaimana The Penthouse Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting terminal mojok

Bagaimana ‘The Penthouse’ Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting

7 April 2021
Beberapa Alasan Tinggal Terpisah dengan Orang Tua Adalah Pilihan Terbaik Setelah Menikah Terminal Mojok

Beberapa Alasan Tinggal Terpisah dengan Orang Tua Adalah Pilihan Terbaik Setelah Menikah

12 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

23 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co tukang cukur madura

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

24 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.