Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Betapa Ribetnya jika Minum Air Gelas Cup tanpa Mengandalkan Sedotan

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
22 Desember 2020
A A
Betapa Ribetnya jika Minum Air Gelas Cup tanpa Mengandalkan Sedotan terminal mojok.co

Betapa Ribetnya jika Minum Air Gelas Cup tanpa Mengandalkan Sedotan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Eksistensi air minum gelas kemasan cup selalu disandingkan dengan sedotan. Tujuannya untuk memudahkan kita menikmati isi air gelas cup tanpa harus bersusah payah menyobek tutupnya. Lantaran fungsinya yang penting, keberadaan air gelas kemasan mestinya nggak boleh dipisahkan dengan keberadaan sedotan.

Memang ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menikmati air kemasan dalam gelas tanpa perlu mengandalkan sedotan, seperti yang ditawarkan Mas Dhimas Raditya Lustiono dalam tulisannya yang berjudul Benda-benda yang Bisa Digunakan untuk Melubangi Air Mineral Cup selain Sedotan.

Dalam tulisan itu, blio menawarkan beragam benda yang bisa kita manfaatkan sebagai pengganti sedotan. Mulai dari tusuk gigi, pulpen, pengait jam tangan, kunci motor, jarum pentul atau peniti, hingga tusuk sate.

Namun, memanfaatkan benda-benda itu tak semudah yang kita bayangkan. Maksud saya kondisinya itu loh, kadang memunculkan kesan kurang estetis pas kita lagi berada di lingkungan yang berisi orang-orang asing seperti pada momen-momen pesta pernikahan. Bukan hanya kurang estetis, bahkan nggak jarang bisa memunculkan kesan komikal bagi orang-orang yang menyaksikan kita pas lagi gagal atau kurang sempurna saat melubangi air mineral cup dengan menggunakan benda-benda selain sedotan. Hal semacam ini sering saya saksikan, bahkan sialnya saya pernah ngalamin sendiri. Saya masih ingat beberapa waktu yang lewat saat berada di acara pesta pernikahan seorang kawan (di daerah saya, selama pandemi pesta pernikahan hanya diperbolehkan berlangsung pada siang hari).

Sehabis makan, saya kemudian mengambil air gelas kemasan cup yang sudah disediakan dengan penataan berbentuk piramid itu. Sialnya, tak ada satu pun sedotan yang terlihat di sekitar tempat air minum gelas kemasan cup itu berada. Meski, saya sudah memindainya sejeli mungkin.

Bisa saja saya membuka air gelas cup itu dengan memanfaatkan salah satu benda seperti yang ditawarkan oleh Mas Dhimas dalam tulisannya itu, dengan digigit langsung, atau paling nggak memanfaatkan benda yang berada di sekitar saya. Namun, awalnya saya agak ragu juga kebersihan dari benda-benda itu terjamin, begitu pun dengan permukaan air gelas cup itu jika harus digigit secara langsung. Siapa tahu aja kan, sudah ada sekumpulan bakteri dan virus yang nongkrong pada permukaan benda-benda itu.

Akan tetapi, karena tenggorokan saya yang terasa semakin kering akibat sisa makanan yang masih menempel. Saya kemudian terpaksa membuka air gelas kemasan itu menggunakan ekor sendok yang sudah saya pakai untuk makan sebelumnya.

Pada percobaan pertama saya gagal, mungkin disebabkan karena kemasan plastik gelas cup-nya yang terlampau lentur. Pada percobaan kedua, dengan menggunakan tenaga yang lebih mantap saya akhirnya berhasil. Namun, entah mengapa airnya ikut melompat dan merembes ke pakaian saya.

Baca Juga:

Benda-benda yang Bisa Digunakan untuk Melubangi Air Mineral Cup selain Sedotan

Kondisi-kondisi semacam itu sih nggak masalah jika berlangsung di tempat sepi atau bersama orang-orang yang sudah kita kenal baik. Namun, yang jadi masalah kalau kondisi itu berlangsung di ruang publik. Misalnya, pada acara pesta di mana orang-orang yang hadir, tampil sebaik dan sekalem mungkin demi menjaga image mereka. Tentu ini bisa bikin malu.

Bukannya saya lebay dan terlalu mendramatisir segalanya lantas ngomong jika membuka kemasan air gelas cup itu ribet. Yang harus Anda pahami, kita nggak boleh mengabaikan fakta jika membuka air gelas kemasan dengan cara digigit langsung atau memanfaatkan benda-benda lain, bisa membebaskan kita dari kemungkinan-kemungkinan masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh kita. Kita harus ingat, sekarang masih dalam suasana pandemi corona, kita harus sepreventif mungkin. Tau sendiri kan, itu virus mudah nyebarnya apalagi eksistensinya kian hari kian kolosal.

Nah, karena sebegitu pentingnya peran sedotan saat pengin minum air dalam kemasan gelas cup, saya titip pesan bagi Anda-anda yang sedang menyelenggarakan acara. Tolong, Anda periksa atau jangan pisahkan air minum kemasan cup dengan sedotannya. Supaya kami-kami yang akan minum nggak merasa repot. Dan juga nggak khawatir akan keberadaan beragam bakteri dan virus yang bisa saja masuk ke dalam tubuh kami, saat kami menikmati isi air kemasan cup tanpa menggunakan sedotan.

BACA JUGA Sedotan Ramah Lingkungan yang Diperdebatkan dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2020 oleh

Tags: air gelassedotan
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

Benda-benda yang Bisa Digunakan untuk Melubangi Air Mineral Cup selain Sedotan Terminal Mojok

Benda-benda yang Bisa Digunakan untuk Melubangi Air Mineral Cup selain Sedotan

18 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.