Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman tak Mengenakkan di Salah Satu Mal Kota Malang

Sigit Candra Lesmana oleh Sigit Candra Lesmana
7 Desember 2020
A A
Pengalaman tak Mengenakkan di Salah Satu Mal Kota Malang Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Zaman semakin modern, semakin ketat juga persaingan hidup, terutama di sektor bisnis. Saat ini, banyak sekali pusat-pusat perbelanjaan yang menawarkan kelebihan masing-masing dibanding kompetitor lainnya. Ada yang hadir dengan mengutamakan kualitas yang berkelas, ada yang mengutamakan pelayanan, dan ada juga yang hadir dengan harga murah meriah.

Setiap pusat perbelanjaan punya karakter masing-masing dan juga pangsa pasar tersendiri. Untuk yang mengutamakan kualitas, sasarannya pasti masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Sementara untuk yang mengutamakan harga yang murah meriah, sasarannya masyarakat menengah ke bawah. Ada sebuah perbedaan yang cukup mencolok dari kedua jenis mal ini, yaitu pelayanannya.

Berdasarkan pengalaman saya, selain barangnya yang berkualitas, mal yang mengutamakan kualitas dan pelayanan memiliki pelayanan yang lebih baik dari mal yang mengutamakan harga ramah di kantong. Ternyata masalah pelayanan yang sering dianggap tak penting ini sangat berpengaruh pada penilaian konsumen. Saya pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan di salah satu mal di Malang yang menawarkan harga lebih murah dari mal lainnya.

Sekitar tahun 2018, saya pergi berdua bersama keponakan menuju kota Malang. Tujuan kami saat itu hanya main sekalian cari baju untuk hari raya. Setelah menginap semalam di rumah saudara, kami lalu memutuskan untuk pergi ke sebuah mal di dekat alun-alun kota Malang. Katanya, meski harga barang di sana murah meriah, kualitasnya oke punya.

Tujuan utama saya ke sana adalah cari sepatu. Ada sebuah sepatu yang menarik perhatian saya. Modelnya cukup bagus dan harganya terjangkau. Tetapi sepatu yang saya lihat ukurannya lebih kecil dari kaki saya. Saya pun berinisiatif untuk bertanya pada salah satu karyawan. Si karyawan ini tampak kebingungan, mungkin masih baru. Akhirnya dia meminta bantuan salah seorang temannya.

Karyawan satu ini mungkin karyawan senior, karena jauh lebih tua dari karyawan pertama tadi. Setelah melihat stok, ternyata sepatu dengan model dan ukuran yang saya inginkan sedang kosong. Saya pun mencoba cari model sepatu yang lain, mungkin saja ada model lain yang saya inginkan. Belum sampai lima menit mencari-cari, saya dan keponakan didatangi lagi oleh si karyawan senior. Waktu itu saya pikir dia ingin menginfokan sesuatu.

Memang benar dia datang untuk menginfokan sesuatu, tapi dengan cara yang tidak ramah. Bahkan sangat tidak ramah dibandingkan dengan pasar tradisional yang memang tidak punya SOP pelayanan sekalipun. Dengan membentak kesal, si karyawan membuka beberapa kardus sepatu di depan saya. “Habis, Mas. Nggak percaya ta? Ini kalau gak percaya.” Saya dan keponakan tentu saja kaget. Kenapa dia kesal pada kami? Bukannya kami tidak percaya padanya, tapi saat itu kami memang mencoba cari model sepatu yang lain.

Itu adalah pengalaman pertama saya mendapat pelayanan yang sangat buruk. Saya sering mengalami pelayanan yang buruk, misalnya saat bertanya pada karyawan toko, tapi malah dicuekin. Namun saya belum pernah mengalami yang seburuk ini. Saya juga pernah bekerja di sebuah toko buku dengan SOP pelayanan yang ketat, sehingga saya tahu bagaimana pelayanan yang baik. Secapek apapun, sebagai karyawan, sudah kewajiban kita untuk melayani sebaik mungkin.

Baca Juga:

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Entah bagaimana sistem perekrutan karyawan di mal ini. Apakah memang setiap pelamar kerja langsung diterima tanpa proses wawancara? Saya rasa tidak mungkin. Atau mungkin para karyawan tidak diajari bagaimana harus memperlakukan konsumen? Seharusnya, meskipun menawarkan barang dengan harga yang murah, pelayanannya jangan murahan dong.

Tanpa pikir panjang, saya dan keponakan pergi keluar dari mal tersebut. Sejak saat itu, saya merasa tak nyaman masuk mal dengan nama yang sama meskipun ada di kota lain. Lebih baik membeli di mal lain dengan harga yang agak mahal, tapi pelayanannya juara. Pengalaman saya berbelanja di salah satu mal kota Malang ini membuktikan bahwa konsumen dari kelas menengah ke bawah seperti saya juga ingin dilayani dengan baik.

Rasanya banyak juga orang seperti saya yang tidak keberatan membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan pengalaman belanja yang menyenangkan. Saat masih kerja dulu, saya pernah mendapat nasihat yang tetap melekat sampai sekarang: “Orang akan menceritakan pengalaman baik kepada tiga atau empat orang temannya, tapi cenderung menceritakan pengalaman buruk kepada sepuluh orang temannya.” Intinya, kabar tentang pelayanan yang buruk akan lebih banyak tersebar dan membuat lebih banyak orang enggan untuk berbelanja di tempat tersebut.

BACA JUGA Alasan Saya Nggak Pernah Bosan sama Upin Ipin dan artikel Sigit Candra Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2020 oleh

Tags: belanjaMal
Sigit Candra Lesmana

Sigit Candra Lesmana

Lulusan S-1 yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

7 Hal yang Bisa Dilakukan di Indomaret selain Belanja Mojok.co

7 Hal yang Bisa Dilakukan di Indomaret selain Belanja

2 Oktober 2024
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

25 Desember 2023
Menerka Alasan Bantul Tidak Kunjung Memiliki Mal Mojok.co

Menerka Alasan Bantul Tidak Kunjung Memiliki Mal

19 Januari 2024
5 Tempat Belanja di Jogja yang Lebih Murah ketimbang Transmart Terminal Mojok

5 Tempat Belanja di Jogja yang Lebih Murah ketimbang Transmart

26 Januari 2023
Saat Belanja Bersama Anak Kecil, Orang Tua Perlu Perhatikan Aturan Tidak Tertulis Ini Mojok.co

Saat Belanja Bersama Anak Kecil, Orang Tua Perlu Perhatikan Aturan Tidak Tertulis Ini

5 Januari 2024
Toko Kelontong Bukan Tempat Penukaran Uang, Tolong Kesadarannya, Hyung warung kelontong mitra tokopedia grosir online terminal mojok.co

Alasan Orang Suka Males Berbelanja di Warung Kelontong Milik Tetangga

31 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.