Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Meragukan Argumen Coach Justin Mengenai Assist dalam Sepak Bola

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
7 Oktober 2020
A A
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

@txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kali ini mau ngomongin Coach Justin, soalnya blio ini lucu sekali. Blio pernah mengatakan bahwa Ole Gunnar Solskjær itu bukan legenda Manchester United. Nggak masalah. Sebagai catatan, legend itu perihal terminologi dan aksiologi dari klub untuk sang pemain, atau wujud rasa terima kasih bahwa satu gol atau aksi, bisa mengubah sejarah tim. Justin mengatakan Ole bukan legend, sekali lagi, nggak masalah. Kita bisa tahu kualitas blio itu bagaimana.

Toh saya bukan fans United. Ini adalah aspek penilaian saja. Jujur, dari hati yang paling dalam, argumen mengenai Ole bukan legend, sedikit menggelikan kedengarannya. Mari kita lupakan soal itu. Pun, saya memaksa Anda untuk melupakan istilah tidak profesional yang ia buat macam fans kardus atau ayam sayur. Cukup jadi patokan, segitulah kualitasnya sebagai pandit layar kaca.

Melalui kanal YouTube-nya yang sedang digandrungi masa penikmat bola, yakni pada konten #JusTalk episode 279, yang membahas pertandingan Chelsea dan Manchester City. Satu hal menarik, ia mengkritisi assist yang diciptakan Ben Chilwell yang katanya tidak bisa dikatakan sebagai assist. Demi bulu kaki Messi, pandit ini lucu sekali.

Ada argumentasi blio yang sedikit membuat saya tertawa ngakak. Begini, blio mengatakan, “jangan dikibulin sama data, data hanya pendukung kalo nonton pertandingan.” Saya nggak berkomentar banyak, hanya saja saya kasihan sama blio, miskin sekali pandangannya yang menyepelekan sebuah data.

Dilanjutkan, blio mengatakan, “assist itu kalo diberi ke satu orang, dia cetak gol. Bukan kalo crossing ke kerumunan, itu bukan assist.” Saya juga nggak berkomentar banyak. Hanya menahan tawa. Ditambah lagi, yang menurut saya paling menohok, “passing dan assist itu berbeda.” Baiklah, silakan tertawa.

Begini, kalau masalah istilah, assist atau assist, Justin bisa akses di sini. FIFA sudah menyediakan informasi yang kita butuhkan. Jangan bilang kalau Justin nggak suka main istilah, ya, lha wong Anda saja sudah bermain dengan istilah sejak awal.

Saya mengutip komentar dari pengguna kanal YouTube “luvan nugraha”, ia mengutip dari Opta, “assists are awarded to a player who makes the final pass or cross before a goal is scored. An assist is given even if the pass is unintentional. This means that this ‘pass’ could be an inadvertent touch, as long as it is the final one before the goal is scored.”

Intinya, assist adalah istilah untuk orang yang memberikan umpan terakhir yang berbuah gol. Istilah ini tentu meruntuhkan argumentasi Justin yang mengatakan passing dan assist itu berbeda. Lucunya, arti dari assist adalah umpan yang berbuah gol. Atau secara terminologi, assist adalah “melayani”. Si pengumpan, istilahnya sedang “melayani” si pencetak gol dengan umpan.

Baca Juga:

Dear Joao Felix, Kok Mau, sih, Pindah ke Chelsea? Kayak Nggak Ada Tim Lain Aja

Thomas Tuchel Memang Pantas untuk Dipecat dan Sekarang Adalah Waktu yang Tepat

“Assist itu kalo diberi ke satu orang, dia cetak gol.” Saya setuju dengan argumentasi blio kalau kalimatnya sampai di sini saja. Assist memang terjadi kalau diberikan untuk satu orang lantaran dua orang yang mencetak gol, itu aneh dan jarang ada (bukan berarti nggak ada sama sekali). Hanya Tsubasa dan Misaki yang sering melakukan ini.

Lantas, kalimat tersebut dibubuhi hal yang menggelikan seperti ini, “Bukan kalo crossing ke kerumunan, itu bukan assist…” Kita bahas dahulu perlahan. Kalau Justin meragukan istilah prinsipil seperti “umpan” dan “assist”, saya juga ingin bertanya, “kerumunan” di mata blio ini seperti apa?

Ada hal janggal yang terjadi semisal bola yang dikirim dalam kerumunan dan berbuah gol, maka tidak bisa dikatakan sebagai sebuah assist. Lantaran dalam sepak bola, kemelut di depan gawang itu sering terjadi. Sepak pojok misalnya, kerumunan mutlak terjadi. Si pengambil sepak pojok, nggak melulu mematok umpannya kepada siapa—walau ia pasti mengarahkan ke suatu target.

Catatannya begini, sepak pojok nggak melulu diumpan ke satu orang karena orang yang menyambut, biasanya bergerak secara dinamis. Pengambil sepak pojok, pada umumnya menargetkan ke suatu area yang menjadi favorit bagi target-targetnya. Siapapun yang bisa mengambil, tentu akan menjadi assist.

Justin itu sudah salah sejak dalam pikiran. Bahkan, ia tidak bisa membedakan “data” dan “empiri”. Ketika blio mengatakan “jangan dikubulin sama data, data hanya pendukung kalo nonton pertandingan.” Saya sangat yakin, maksud blio jangan mau dikibulin sama ratio dan lebih percaya sama empiri. Sekali lagi, ratio dan empiri itu berbeda, Bapak.

Kali ini kita lihat dalam aspek moralitas. Misalkan seorang pemain berniat mengumpan pemain A dalam tendangan bebas. Kebetulan, si B lah yang menerima. Apakah ini nggak bisa dikatakan assist? Sebelum menentukan assist atau bukan, apakah kita harus bertanya dulu kepada si pengumpan, apakah yang ia target benar-benar si B? Bukan pemain lain?

Nah, Justin, adanya aturan yang disepakati bersama, itu untuk meluruskan hal-hal yang harusnya nggak dibikin ribet seperti ini. Nggak ada salahnya kok bikin definisi atau aturan sendiri. Apalah saya, hanya kardus di mata Anda. Tapi, sangat disayangkan, pengikut Anda dan orang-orang yang membuat nama Anda naik, itu banyak. Jika seorang pandit tidak menjernihkan, bisa repot.

Crossing ke kotak penalti itu asal-asalan? Ayolah.

Mengurusi hal remeh temeh seperti ini, rasanya saya dibawa ke tahun 1863. Di sebuah pub bernama Freemason Tavern yang terletak di Great Queen Street, pusat Kota London. Di pub itu, beberapa orang sedang merumuskan aturan bermain sepak bola yang pertama kali, kelak dikenal sebagai FA. Saat itu, jumlah orang yang bermain sepak bola saja belum ditentukan, apalagi masalah assist.

Apalagi ngurusin hal ra mashok macam opinimu tentang assist. Hash.

BACA JUGA Beberapa Tokoh yang Harus Diundang di Podcast Deddy Corbuzier untuk Klarifikasi dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2020 oleh

Tags: assistben chillwellchelseacoach justinpandit
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Todd Boehly dan Era Baru Kepemilikan Chelsea FC

Chelsea dan Panic Buying Transfer, Sejoli yang Tak Bisa Lepas

3 September 2022
Chelsea vs Real Madrid Perempat Final UCL: Pertarungan Dua Tim yang Terluka

Chelsea vs Real Madrid Perempat Final UCL: Pertarungan Dua Tim yang Terluka

5 April 2022
justinus lhaksana coach justin mojok

Andai Justinus Lhaksana Melatih Tim Sepak Bola (Lagi), Kira-kira Timnya Seperti Ini

20 Februari 2021
thomas tuchel chelsea mason mount lampard mojok

Thomas Tuchel: Hebat Merangkai Taktik, Piawai Merangkai Kata

29 Maret 2021
Willian Borges, Kesulitan Arsenal, dan Berbagai Dilema yang Perlu Dipahami MOJOK.CO

Willian Borges, Kesulitan Arsenal, dan Berbagai Dilema yang Perlu Dipahami

4 Agustus 2020
Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia chelsea wasit liga inggris VAR

Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia

15 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.