Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mata Pelajaran Bahasa Daerah Itu Lebih Sulit daripada Bahasa Inggris

Siti Halwah oleh Siti Halwah
5 Oktober 2020
A A
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika saya menulis tentang betapa sulitnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, banyak yang berkomentar bahwa pelajaran Bahasa Daerah sebenarnya juga sama sulitnya. Saya jadi berpikir dan mengingat masa-masa sekolah dulu. Benar juga, ya. Pelajaran Bahasa Daeran itu juga sama sulitnya.

Kalau mapel Bahasa Indonesia sulit karena banyak yang nggak paham konteksnya, maka lain halnya di mapel Bahasa Daerah. Di sini, justru malah banyak yang nggak paham sama bahasa daerahnya sendiri, termasuk saya.

ADVERTISEMENT

Di daerah saya, Madura, terdapat tiga tingkatan dalam berbahasa. Pertama, engghi-bunten yang merupakan tingkatan paling tinggi, bisa dibilang bahasa paling halusnya dari bahasa Madura. Biasa digunakan dalam percakapan bersama orangtua, guru dan sesepuh. Kedua, engghi-enten yang tingkatannya di bawah engghi-bunten. Terakhir, enja’-iyya yang biasanya sering saya gunakan sehari-hari.

Nah, di tiap mapel Bahasa Madura, tingkatan bahasa yang dipakai selalu yang paling tinggi. Sedangkan, saya hampir nggak pernah sama sekali menggunakan bahasa tersebut. Kenal saja nggak! Paling mentok biasanya cuma pakai engghi-enten. Itu pun hanya sedikit yang saya tahu. Jadilah sejak SD hingga lulus SMA, nilai mapel Bahasa Daerah dan muatan lokal saya nggak pernah tinggi.

Bagi saya, mapel Bahasa Inggris jauh lebih gampang. Seenggaknya, saya bisa lihat kamus kalau nggak paham. Lah, kalau Bahasa Daerah? Saya harus nyari ke mana?

Saya kasih alasan kenapa mapel ini buat saya adalah mapel yang paling sulit. Berikut alasannya.

Nggak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari

Ketika pertama kali masuk kuliah, saya sempat mengalami syok mendadak saat bertemu dengan teman-teman dari Sumenep. Bahasa yang mereka gunakan, dialek dan iramanya, sungguh jauh berbeda dengan yang saya gunakan di Bangkalan. Padahal, kami sama-sama orang Madura, lho.

Teman saya yang dari Sumenep juga sama syoknya saat mendengar percakapan saya dengan orangtua yang menggunakan bahasa enja’-iyya. Menurutnya, nggak sopan menggunakan bahasa seperti itu—yang seharusnya digunakan dalam percakapan bareng teman—untuk mengobrol dengan orang tua.

Baca Juga:

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

Ya mau gimana lagi, sejak kecil saya hampir nggak kenal sama bahasa Madura dengan tingkatan yang lain. Di daerah saya, kami sudah terbiasa bercakap-cakap menggunakan bahasa enja’-iyya. Nggak pernah ada yang ngajarin tingkatan bahasa Madura lainnya. Paling mentok, hanya bilang “engghi” atau “bunten/enten” kalau mau menyatakan ya dan tidak ke orang-orang sepuh yang nggak dikenal.

Makanya, saya dan teman-teman seringkali merasa kesulitan saat menghadapi mapel Bahasa Daerah. Saking frustasinya, saya pernah mikir gini saat ujian: ini Bahasa Madura daerah mana sih? Kenapa saya sebagai orang Madura nggak kenal bahasa-bahasa dalam kertas ujian ini? Maksud pertanyaan dalam soal-soal ujiannya saja saya banyakan nggak pahamnya, saking nggak kenalnya sama kosakatanya.

Belum lagi kalau ketemu sama Hanacaraka. Haduh, saya sudah mau nangis kalau sudah ketemu tulisan-tulisan itu. Sampai sekarang, saya masih hafal sama pengucapannya, tapi blas nggak tahu tulisannya kayak apa.

Tergeser oleh Bahasa Indonesia

Menurut saya, gencarnya orang tua yang ngajarin Bahasa Indonesia ke anak-anaknya sejak dini dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari lah yang bikin posisi bahasa daerah tergeser, tersingkir dan pelan-pelan dilupakan. Alhasil, sejak kecil udah fasih berbahasa Indonesia, tapi sama sekali nggak paham bahasa daerahnya sendiri.

Jadi, jangan kaget kalau banyak yang nggak paham sama pelajaran Bahasa Daerah di sekolah.

Guru yang nggak kompeten

Sampai hari ini, mata pelajaran Bahasa Daerah masih eksis aja di kurikulum Pendidikan Indonesia. Meskipun sebenarnya, tenaga pendidiknya benar-benar kurang memadai. Saya pernah menjumpai lowongan guru Bahasa Daerah dengan kualifikasi S1 Bahasa Indonesia. Hah? Bingung nggak tuh?

Apalagi, rata-rata guru Bahasa Daerah yang saya temui sejak SD hingga SMA bukanlah guru Bahasa Daerah yang sebenarnya. Melainkan ada yang dari jurusan Bahasa Indonesia, PKN, Sejarah, dan terkadang IPA. Lah, jangan salahin muridnya kalau mereka nggak paham. Gurunya saja kadang juga sama bingungnya.

Pernah seorang Waka Kesiswaan curhat bahwa mencari guru Bahasa Daerah itu sulit, makanya mereka menerima guru-guru yang sekiranya se-linier dengan ilmu-ilmu humaniora. Hmm, sulit atau emang nggak mau usaha nyari, sih?

Dianggap nggak penting, kuno, dan ketinggalan jaman

Pernah dengar nggak ada les tentang Bahasa daerah? Jarang banget, kan? Di kampus saya, yang meskipun basisnya di Madura, bahkan nggak ada tuh jurusan Bahasa Madura. Kenapa bisa nggak ada? Tentu saja karena dianggap nggak penting, kuno, dan ketinggalan zaman. Tantangan untuk mengadakan jurusan Bahasa Madura usahanya juga besar banget.

Belum lagi, banyak orangtua dan anak muda yang mikir, emang apa gunanya belajar Bahasa Madura? Sekarang, coba bayangkan kalau banyak yang punya pikiran kayak gitu, tinggal menunggu 10-20 tahun lagi untuk bahasa lokal jadi punah.

Makanya, jangan heran kalau saya lebih milih ketemu mapel Bahasa Inggris. Seenggaknya, fasilitas kamusnya ada, lengkap, gurunya juga kompeten dan benar-benar lulusan Bahasa Inggris. Bahkan ada kamus elektroniknya juga. Gimana dengan Bahasa Daerah? Wassalam~

BACA JUGA Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi dan tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2022 oleh

Tags: bahasa daerahbahasa indonesiaBahasa Inggrismaduratingkatan bahasa
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

21 Januari 2026

Dapetin Skor TOEFL 550 Nggak Susah kalau Kamu Tau Triknya!

24 Mei 2021
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

17 Agustus 2024
Lupakan Bangkalan, Lebih Baik ke Sumenep ketika Berwisata ke Madura Mojok.co

Lupakan Bangkalan, Lebih Baik ke Sumenep ketika Berwisata ke Madura

1 Januari 2024
Universitas Trunojoyo Madura Memang Banyak Kekurangan, tapi Tetap Jadi Pilihan karena Murah Mojok.co

Universitas Trunojoyo Madura Memang Banyak Kekurangan, tapi Tetap Jadi Pilihan karena Murah

22 Februari 2024
Ilustrasi Madura Ditinggal Jawa Timur, Saatnya Jadi Provinsi Sendiri (Unsplash)

Madura Tertinggal, ketika Jawa Timur Maju Pesat Menjadi Alasan Kuat Madura Justru Harus Jadi Provinsi Sendiri

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.