Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenal Pandhalungan, Asimilasi Budaya Jawa dan Madura

Bastian Ragas oleh Bastian Ragas
14 Agustus 2020
A A
orang madura pandhalungan mojok

orang madura pandhalungan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Umur masih 22 tahun, namun telah merasakan hidup di lima kota yang berbeda. Itulah kesempatan yang paling saya syukuri setelah diberi rezeki untuk lahir di Indonesia yang makmur ini. Meskipun hidup berpindah-pindah bukanlah harapan saya, namun ternyata banyak sekali pelajaran hidup tak terduga yang bisa saya petik di dalamnya.

Salah satu hal yang membuat saya bersyukur dari hidup berpindah-pindah adalah kesempatan untuk bisa memahami perbedaan budaya. Itulah mengapa saya juga beryukur dilahirkan di Indonesia, karena banyaknya budaya yang ada, dan itu menjadi satu-satunya hal yang paling bisa dibanggakan.

Meskipun lima kota yang saya singgahi tersebut masih berada di dalam lingkup budaya Jawa. Namun ada satu budaya yang paling menarik dan mulai saya pelajari, yaitu Pandhalungan. Tujuh tahun terakhir ini saya menjalani kehidupan di kabupaten Jember dan Banyuwangi, yang termasuk dalam wilayah budaya Pandhalungan.

Lalu, apa yang membuat menarik dari budaya Pandhalungan?

Sebelum lebih jauh, wilayah Tapal Kuda merupakan wilayah Jawa Timur bagian Timur, yang meliputi Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Mengapa dinamakan Tapal Kuda? Karena jika dilihat dari langit, wilayah ke-enam kabupaten itu bentuknya cukup mirip dengan sebuah tapal kuda. Oke, lanjut.

Pandhalungan berasalah dari salah satu istilah Jawa, yaitu ‘dhalung’, yang berarti ‘periuk besar’. Makna dari Pandhalungan adalah sebuah kawasan besar atau luas yang di dalamnya menampung banyak kelompok etnik, serta melahirkan kebudayaan baru yang diadopsi dari perkumpulan etnik tersebut. Istilah tersebut mulai dikemukakan oleh akademisi dan antropolog pada zamannya.

Sederhananya, Pandhalungan adalah asimilasi atau gabungan dari dua budaya yang berbeda, yaitu Jawa dan Madura. Tidak hanya dalam segi bahasa dan logat saja yang membaur, namun kesenian-kesenian dan budaya hidup masyarakatnya pun turut membaur. Sehingga tahun pertama saya hidup di Jember, saya pernah berada pada perasaan bingung dan takjub. Karena mendengarkan seorang kawan sedang berbicara menggunakan bahasa Jawa namun menggunakan logat Madura.

Ahhh.., saya hanya bisa menyuruh Anda untuk membayangkannya saja. Andai artikel ini bisa merekam voice note.

Baca Juga:

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

Wilayah Jawa Timur bagian Timur memang mayoritas masyarakatnya minimal menguasai dua bahasa, yaitu bahasa Jawa dan Madura. Jika tidak percaya, silahkan Anda naik bus Akas Asri atau Ladju trayek Surabaya-Ambulu atau trayek Surabaya-Banyuwangi, silahkan rasakan sensasinya. Saya berani bertaruh, eh jangan, dosa. Oke, saya cukup yakin sekali, bahwa sopir dan kernet bus yang Anda tumpangi pasti bisa berbahasa Madura. Selain itu, Anda pasti juga akan mengalami perasaan jengkel ketika harus oper bus di terminal Probolinggo atau Lumajang. Padahal sebelum naik, kernet Anda telah berkata, “Banyuwangi langsung ayo, ayo,”. Coba saja kalau penasaran.

Masih tidak percaya? Jika setahu Anda masyarakat etnis Madura hanya tinggal di wilayah pesisir, asumsi itu tidak berlaku di wilayah Tapal Kuda. Anda akan menemukan orang Madura atau orang berbahasa Madura di Kecamatan Kalibaru-Banyuwangi yang merupakan daerah dataran tinggi. Anda juga akan menemukannya di wilayah Jember kota. Bahkan Anda juga akan menemukan mereka di sepanjang jalan kabupaten Situbondo dan Bondowoso. Tak peduli dataran tinggi atau rendah.

Lalu, apa yang menyebabkan begitu masifnya persebaran masyarakat Madura di wilayah Tapal Kuda?

Meskipun nama Pandhalungan baru saja eksis sekitar tahun 1900-an, namun masyarakat Madura mulai tersebar di wilayah Tapal Kuda sejak abad ke-17. Tepatnya saat Belanda mulai memonopoli perdagangan  rempah di wilayah Tapal Kuda. Untuk melancarkan monopoli itu, pihak Belanda melalui perusahannya, yaitu VOC, melaksanakan program tanam paksa. Tidak hanya memaksa para petani Jawa untuk menanam rempah. Namun turut memaksa tenaga kerja dari daerah terdekat untuk bekerja di wilayah Tapal Kuda. Salah satunya yaitu masyarakat dari Pulau Madura.

Itulah latar belakang tersebarnya masyarakat Madura di wilayah Tapal Kuda, hingga aspek budayanya pun turut membaur dan tercipta budaya Pandhalungan sampai saat ini.

Budaya Pandhalungan tidak bisa terlepas dari budaya Madura, budaya Jawa, dan agama Islam. Ketiga unsur tersebut seakan menjadi bahan baku pada budaya Pandhalungan. Selain menghasilkan logat baru yang merupakan campuran antara bahasa Jawa dialek Arekan dengan bahasa Madura, kesenian yang tumbuh di wilayah Tapal Kuda pun terbilang unik.

Budaya Pandhalungan diisi oleh kesenian yang berkarakter Jawa dan Madura. Namun dengan dasar nilai-nilai agama Islam yang sangat kuat. Kebanyakan nilai atau makna dari kesenian Pandhalungan merupakan ungkapan syukur masyarakat atas hasil bumi dan laut yang telah diberikan oleh Tuhan, juga terdapat unsur sejarah yang pernah terjadi di wilayah Tapal Kuda.

Mulai dari Jaran Kencak, Janger, Kentrung, Singo Ulung, Can Macanan Kadduk, Lengger, hingga musik Patrol merupakan beberapa kesenian hasil dari budaya Pandhalungan. Meskipun kesenian-kesenian tersebut hampir ada di setiap kabupaten yang termasuk dalam wilayah Tapal Kuda, kemasan dari penampilan kesenian tersebut pasti berbeda tiap daerahnya, namun makna yang terkandung tetaplah sama.

Begitulah Pandhalungan. Terlepas dari tipe masyarakatnya yang terbuka, mudah beradaptasi, ekspresif, cenderung keras, tidak suka basa-basi, paternalistik, dan ikatan kekerabatannya yang relatif kuat (keroyokan), namun masih banyak hal baik yang bisa dimaknai dari budaya tersebut.

Salam Ndhalung!

BACA JUGA Pemancing Biasa Mencari Ikan, Pemancing Sejati Mencari Kesabaran dan tulisan Bastian Ragas lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2020 oleh

Bastian Ragas

Bastian Ragas

ebolan Perikanan yang hari-harinya dihabiskan untuk berkecimpung di sektor bahari. Di sela rutinitas, sering merangkai kata sebagai pembuktian eksistensi

ArtikelTerkait

pengusaha lebaran

Bulan Ramadan dan Lebaran Membuat Banyak Orang Indonesia Jadi Auto Pengusaha

30 Mei 2019
Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung Mojok.co

Pertigaan Cidadap Setiabudi, Saksi Betapa Nggak Tertib Pengendara di Kota Bandung

31 Juli 2024
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
5 Penderitaan Orang yang Gampang Kebelet Boker

5 Penderitaan Orang yang Gampang Kebelet Boker

27 Februari 2023
Stasiun Cepu Blora, Stasiun Kecil di Jalur Pantura Timur yang Nggak Bisa Disepelekan

Cepu Blora Adalah Daerah Serba Tanggung: Masuk Jawa Tengah, tapi Lebih Dekat dengan Jawa Timur

13 Juni 2025
4 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Akuntansi Mojok.co

4 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Akuntansi

15 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.