Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Menguak Sisi Tersembunyi Kamar Kos Minimalis yang Foto-fotonya Instagramable

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
30 Juli 2020
A A
desain kamar kos minimalis instagramable twitter mojok.co

desain kamar kos minimalis instagramable twitter mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan banyak warga Twitter yang doyan mengunggah foto make over kamar kos mereka menjadi kamar kos minimalis yang Instagramable banget. Kamar berukuran standar disulap menjadi begitu rapi dengan perabotan minimalis, hiasan elegan, serta penataan sederhana—intinya low budget, tapi bisa berubah jadi mewah dan estetis.

Tren baru ini membuktikan, hobi dekorasi dengan hasil maksimal bisa ditekuni tanpa perlu punya duit banyak dulu. Kuncinya ada di kemauan dan niat. Tambah lagi, orang-orang yang udah sukses mendesain kamar kos minimalis mereka sudah berbaik hati memaparkan kiat-kiat melakukannya dengan dana yang tak begitu banyak. Mereka juga menyertakan tutorial barang-barang yang dibuat sendiri sehingga lebih menghemat pengeluaran. Tak ketinggalan, terlampir pula list belanjaan beserta harganya serta trik menyiasati kekurangan pada ruangan kos tersebut.

Postingan semacam ini biasanya sangat ramai dikomentari. Ada yang mengungkapkan kekagumannya, ada yang terinspirasi dengan kamarnya, dan ada juga orang-orang yang merasa insecure dengan kamarnya sendiri yang nggak bisa rapi.

Saya sendiri sangat suka menyimak postingan semacam ini. Jadi semacam mood booster untuk menyemangati diri beres-beres kamar. Walaupun setelah menyimak saya bakalan batin, “Ini beresinnya dimulai dari mana dulu yah?”

Kamar-kamar cantik itu mungkin indah dan bikin iri sejuta umat, tapi menurut saya nggak semua orang relate dengan kondisi kamar yang seperti itu. Saya nggak tahu kamar kos minimalis orang tersebut berada di mana, tapi kalau kamar kos itu berada di daerah saya, tentu bakalan lain ceritanya. Di dalam kamar kos itu tidak terlihat lemari pakaian. Semua bajunya hanya digantung di rak baju dan beberapa kaus dilipat di bawahnya.

Coba kalau baju-baju saya itu dibiarkan menggantung gitu aja di rak baju seperti di foto tersebut. Bisa saya pastikan, dalam tiga atau empat hari, baju-baju tersebut bakalan tertutup debu setebal salju bulan Desember. Nggak tahu kenapa, produksi debu di daerah saya itu melimpah ruah. Jadi, menggantung baju di rak seperti itu tidak recomended untuk orang di domisili saya.

Selain bikin berdebu, rak baju minimalis kayak gitu tidak akan muat menampung semua baju saya. Nggak banyak sih, tapi pritilan-pritilannya itu lho yang suka bikin over muatan. Misal, cadangan mukena, seprai, handuk, dan kain-kain lainnya yang bikin tempat baju itu suka menggunung nggak jelas.

Beberapa pemilik kamar kos minimalis nan estetis itu kadang mengaku bahwa dia memang memiliki kamar lain yang khusus untuk menyimpan baju-bajunya yang lain. Sehingga yang tampak di jepretan foto itu yah yang sedikit itu doang.

Baca Juga:

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

7 Tabiat Penjaga Kos yang Bikin Penghuninya Betah Tinggal

Masih membahas soal pakaian nih ya. Tampak sekali kamar itu rapi tanpa ada cantelan-cantelan baju di dinding atau belakang pintu. Kadang sambil mengagumi foto kamar tersebut saya suka bertanya-tanya, “Dia nyantelin celana jeans atau jaket yang baru aja dipakai di mana coba?” Nggak mungkin dong, baru sekali pakai tapi celana jeans, jaket, atau kerudung gitu langsung masuk cucian. Pasti digantung dulu di gantungan baju. Nah, menggantungnya baju-baju ini kadang suka bikin kamar terlihat semrawut nggak keruan.

Udah gitu yah, kalau mau menguak sisi lain kamar kos yang cantik itu, tentu ini nggak cocok banget buat para anak kos dengan bajet minim. Lihat saja itu di kamarnya, dispenser dan galon air nggak ada. Magic com juga nggak tampak. Kabel-kabel rol beserta alas yang buat nyetrika juga tak terlihat keberadaannya. Belum lagi nggak terlihat adanya plastik di dalam plastik bekas bungkus belanjaan.

Coba dulu di kos-kosan saya, hmm… semua tumpah ruah. Kadang ada sapu, kemoceng, sama pel juga di pojokan. Kipas juga setia di samping tempat tidur dengan kabel yang mengular ke mana-mana. Ada helm, piring, gelas, mangkok, jajanan, serta toples-toples isi makanan. Oh, iya, botol kecap dan saus juga nggak ketinggalan.

Sebenarnya kamar saya yah nggak berantakan-berantakan banget, tapi yah masih jauh buat dibilang rapi kayak di foto-foto kamar kos super-Instagramable itu. Kalaupun mau membuat foto semacam itu, tentu saya harus menyembunyikan banyak hal yang sebenarnya sangat saya butuhkan. Ketimbang pusing kayak gitu, maka dengan kerelaan hati sepertinya bagi saya memiliki kamar yang mengandung estetika tingkat media sosial kayak gitu sangat berat sekali.

Sesungguhnya kamar rapi bagi saya hanyalah mitos karena berantakan itu lebih manusiawi. Hehehe.

Sumber gambar: Instagram @todayhouse

BACA JUGA Instagram dan Tekanan Visual dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2020 oleh

Tags: instagramablekamarkosMinimalis
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Surabaya memang Cocok Jadi Kota Tujuan Belajar, tapi Pikir-piki Dulu kalau Mau Kuliah di Surabaya! biaya hidup di surabaya

Biaya Hidup di Surabaya Benar-benar Tinggi, Uang 100 Ribu Seakan Nggak Ada Harganya

12 Agustus 2024
Panduan Mencari Kos di Jatinangor bagi Mahasiswa Baru Unpad yang Sebentar Lagi Mengikuti Kegiatan Prabu

Panduan Mencari Kos di Jatinangor bagi Mahasiswa Baru Unpad yang Sebentar Lagi Mengikuti Kegiatan Prabu

21 Juli 2024
Jogja Makin Bebas, Mahasiswa Baru Muslim Lebih Baik Tinggal di Pondok daripada Ngekos Mojok.co

Jogja Makin Bebas, Mahasiswa Baru Muslim Lebih Baik Tinggal di Pondok daripada Ngekos

1 Juni 2025
Cari Kos Lewat Grup Facebook Tidak Cocok untuk Mereka yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Cari Kos Lewat Grup Facebook Tidak Cocok untuk Mereka yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 April 2025
Sisi Gelap Kos Karangmalang yang Jadi Andalan Mahasiswa UNY mojok.co

Sisi Gelap Kos Karangmalang yang Jadi Andalan Mahasiswa UNY

20 September 2025
Sulitnya Menerapkan Gaya Hidup Minimalis Terminal Mojok

Sulitnya Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

28 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

27 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.