Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pacar Saya ‘Ndadi’ Saat Menari Barongan Kucing, Bikin Panik Setengah Mati

Ervinna Indah Cahyani oleh Ervinna Indah Cahyani
29 Juli 2020
A A
Pacar Saya “Ndadi” Saat Menari Barongan Kucing MOJOK.CO

Pacar Saya “Ndadi” Saat Menari Barongan Kucing MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pacar yang baik, saya juga ingin mengenali dunianya. Meski hanya sebagai penonton dan bagian dokumentasi. Jadi, Mas pacar saya ikut suatu paguyuban jaranan yang dimiliki Pakliknya dan dia memilih untuk menjadi barongan kucingan. Bukan menjadi penari jaranan.

Katanya, ia lebih senang dengan barongan kucing karena terlihat kereng daripada jaranan yang penarinya harus dandan dulu baru terlihat kereng. Eh iya, barongan itu ada tiga, barongan kucingan, barongan kepruk, dan barongan rampokan.

Kebetulan saya juga senang melihat jaranan sejak kecil. Hingga saya dibelikan jaran kepang oleh Ayah. Ibu pun memiliki keinginan bahwa anak putrinya, saya, supaya bisa menari. Hanya saja, saya kurang tertarik kepada hal-hal yang berbau gerak. Kinestetik bukan ahli saya. Ya, bisa nari. Hanya saja, pasti belajarnya lebih lamban daripada lainnya. Biarlah calon mantu Ibu saja yang bisa nari, eh.

Karena Covid-19 dan adanya imbauan untuk tidak mengadakan acara yang mengumpulkan banyak orang, paguyuban jaranan pun terkena imbasnya. Paguyuban jaranan tidak beroperasi sama sekali. Tidak ada tanggapan.

Baru ketika ada pelonggaran aturan, mulai ada geliat tanggapan. Meski hanya mengisi di acara nyadran atau bersih desa. Awal Juli, menurut kalender Jawa, adalah bulan Sela, tepat untuk mengadakan bersih desa.

Meski acara bersih desa diadakan dengan tanpa penonton, tetapi masyarakat tidak bisa untuk tidak menonton jaranan. Ya, saya pun memahami, kurang lebih empat bulan tidak ada hiburan rakyat semacam ini, membuat banyak orang rindu akan hiburan.

Beda desa, beda cara dalam mengadakan bersih desa. Kebetulan desa Paklik pemilik paguyuban jaranan tersebut bersih desanya dengan mendatangkan grup jaranan. Mas pun terpanggil.

“Dek, Senin mben Mas tanggapan. Melu?”

Baca Juga:

Pyramid Cafe, Klub Malam di Bantul yang Runtuh Melawan RX King dan Jathilan

Kesurupan Itu Menyiksa, dan Saya Kapok Pernah Berprofesi sebagai Mediator Makhluk Gaib

“Melu no, Mas”

Memang saya ingin sekali melihat langsung Mas ndani barongan kucing. Kurang afdal jika hanya melihat live streaming-nya di Facebook. Apalagi itu sudah kiriman lama. Maka, ketika ajakan itu datang, saya langsung mengiyakan. Hooo, pacarku seorang pembarong gitu, lo.

Hari Senin pagi pukul tujuh, ia datang menjemputku untuk berangkat tanggapan ke desa Kawedusan. Ini pertama kalinya saya akan melihat langsung Mas menari barongan kucing. Kira-kira pukul sembilanan, baru kami mulai acara bersih desa. Kami berjalan dari rumah kepala desa ke makam sesepuh desa tersebut. Tempatnya di tengah sawah lagi. Panas sekali.

Hampir semua yang membawa barongan ikut ritual nyadran dengan mengelilingi makam, kecuali Mas. Ia lebih memilih menyerahkan barongannya ke seseorang yang memimpin ritual dan berteduh di pinggir makam, di bawah pohon jagung. Saya pun turut dengannya.

Usai nyadran, rombongan menuju ke balai desa. Di sana ada pendapa yang digunakan tampil jaranan. Rombongan istirahat sejenak sambil mempersiapkan gamelan dan uba rampe-nya di pendapa. Tak lama, pagelaran pun dimulai. Diawali dengan empat orang lelaki dengan jaran kepangnya, ya menari jaranan.

Setelah selesai penari jaranan, giliran Mas yang tampil. Saya sudah siap merekam aksi mbarongnya. Pada menit ke-15, ia ke tempat sajen dan menghadap kemenyan. Ia duduk lalu dihampiri oleh Gambuh, seseorang yang tugasnya mengobati orang yang sedang kemasukan atau kesurupan.

Duh, saya jadi resah. Apakah dia baik-baik saja? Dia nggak kesurupan, ndadi kan? Semoga saja ia hanya kehausan. Karena sudah lama tidak tanggapan, pasti kaget tubuhnya dibuat gerak lebih dari biasanya. Acara jaranan memang mengandung unsur magis, selalu ada penari yang kesurupan atau ndadi. Saya pun menjadi takut dan khawatir.

Selesai dengan tariannya, dia ke belakang dan masih membawa barongan kucing. Ia pun menepi ke sudut sempit di barat kantor desa ditemani beberapa orang. Wah, ini sepertinya ada yang tidak beres. Saya pun segera menyusul, ingin tahu apa yang terjadi.

Eh, kok ada yang menyalakan dupa sambil komat-kamit? Wah, bener ini. Mas kesurupan jin penunggu barongan kucing. Saya tegang duduk di atas motor. Tidak tahu harus berbuat apa. Karena saya nggak ngerti masalah ginian.

Dia juga beberapa kali memainkan barongan. Dan ketika barongan kucing dilepas, seseorang yang komat-kamit tadi seperti sedang mengeluarkan jin dalam tubuhnya. Saya menyaksikan sendiri tubuhnya melemas. Lalu ia meminta rokok. Dan berjalan dengan ngesot. Astaga. Apakah yang memasukinya suster ngesot? Eh, nggak mungkin. Seorang mbah-mbah mungkin.

Pertanyaanku, apakah dia masih mengingatku sebagai pacarnya? Jangan-jangan dia tidak mengenalku? Duh.

Katanya kalau sudah pernah kesurupan, jalan masuk untuk jin masuk ke tubuh seseorang itu sudah terbuka. Saya jadi was-was. Nanti kalau kita sudah berumah tangga, pikirannya kosong sedikit kalau kesurupan gimana? Saya harus gimana? Menyalakan dupa? Membacakan ayat kursi?

Lalu saat pulang, saya pun bertanya kepadanya, “Ya apa Mas rasane kesurupan?”

“Kuwi maeng etok-etok (pura-pura), Dik.”

Saya hanya melongo dan tak percaya. “Mosok sih, Mas? Halah, wajahe samean ngono e. Kaya meyakinkan nek kesurupan.”

“Halah ora-ora, Dik. Kuwi mung ngge metu ben surprise. La neng pendapa ora enek wates antarane panggung karo mburi panggung. Tenang wae, Dik. Aku kuwi murni seni tari, ora atek kesurupan-kesurupan,” jawabnya sambil cengengesan.

“Wooo, uasem sampeyan, Mas. Kene kadung khawatir, jebul aku mbokapusi! Kampretttt!!!”

BACA JUGA Ragam Cara Orang Jawa Mewartakan Orang Meninggal dan Nilai Sufisme di Dalamnya dan tulisan Ervinna Indah Cahyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: barongan kucingjarananjathilankesurupan
Ervinna Indah Cahyani

Ervinna Indah Cahyani

Guru Bahasa Jawa dan pecinta kucing.

ArtikelTerkait

Dari Dulu Saya Ingin Sekali Bisa Kesurupan dan Itu Belum Tercapai Sampai Sekarang terminal mojok.co

Dari Dulu Saya Ingin Sekali Bisa Kesurupan dan Itu Belum Tercapai Sampai Sekarang

14 Maret 2021
Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

12 November 2022
kesurupan

Paranormal Experience: Situ Kesurupan Atau Cari Perhatian?

29 Juni 2019
kesurupan

Kesurupan Bukan Cuma Terjadi Karena Kerasukan Setan, Bisa Juga Karena Stress dan Banyak Pikiran

29 Mei 2020
7 Hal yang Nggak Pernah Dirasakan oleh Siswa Sekolah Elit

7 Hal yang Nggak Pernah Dirasakan oleh Siswa Sekolah Elite

26 Mei 2022
kesurupan ruqyah mandiri (1)

Jangan Coba-coba Ruqyah Mandiri Tanpa Diawasi Ahlinya

19 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.