Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Beli Laptop Second Bisa Super Worth it kalau Kamu Ngikutin Panduan ini

Emerald Magma Audha oleh Emerald Magma Audha
20 Juni 2020
A A
beli laptop second
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika duit lagi seret-seretnya, apalagi pas pandemi begini, tapi kebutuhan mengganti laptop begitu mendesak, maka beli laptop second aka bekasan jadi solusi terbaik. Solusi itu nyatanya dipilih teman saya, sebut saja Simar. Tentu saja punya kemampuan dasar memilih laptop second itu penting, sehingga dia minta saran saya (somse, uhuuk).

Nah, berikut ini beberapa tips supaya kamu bisa dapetin laptop second yang worth it sesuai kebutuhanmu. Sebagian tips ini pun bisa dipakai buat kamu yang ingin beli laptop baru. Langsung saja, ini dia….

Pertimbangkan jenis prosesornya

(Pertama, saya mohon maaf terlebih dulu untuk para fanatik prosesor AMD, karena di bagian ini saya hanya menyajikan prosesor Intel, hehe).

Jenis prosesor pasti menjadi pertimbangan pertama dan utama dalam memilih laptop. Kalau kamu cuma butuh buat sekadar Office dan browsing ringan, saya kira prosesor Intel Celeron atau Pentium udah cukup. Atau, kalau plus buat nonton dan streaming ringan-sedang, mulai dari Intel Core i3 gen 4 (generasi Haswell) udah bagus.

Kalau buat jalanin program berat, misalnya kayak desain grafis seperti Corel, editing foto dan video, dan sebagainya, pilih Intel Core i5. Saya kira itu standar minimal, karena saya pernah ngerasain sendiri pas buka Corel X7 di PC dan laptop dengan Intel Core i3 (saya lupa generasi berapa aja, sepertinya di bawah gen 5) itu berat.

Tapi teman saya (sebut saja Sijar), yang ikut ngasih saran, bilang kalau pakai Intel Core i3 gen 5 (generasi Broadwell) malah udah longgar dan mumpuni untuk urusan tadi. Intel Core i5 itu udah masuk standar entry-level untuk gaming.

Sebagai perbandingan, laptop teman saya yang lain (sebut saja Sinung), Lenovo ThinkPad, dibeli secara second dengan harga kisaran 2,5 juta – 3 juta. Laptop yang dibekali Intel Core i5 gen 3 (generasi Ivy Bridge) itu, dia bilang udah termasuk laptop yang kenceng.

Besaran RAM, termasuk jumlah dan model slot-nya

Selain kapasitas RAM, saya kira perlu dipertimbangkan juga, laptop yang mau dibeli itu ada berapa slot RAM-nya? Cuma satu atau doubleslot. Lalu modelnya on board atau slot in.

Baca Juga:

Pengin Beli Laptop buat Ngerjain Tugas, tapi Bujet Pas-pasan? Nih, Rekomendasi 7 Laptop Bekas yang Cocok buat Mahasiswa

Membeli Gawai Second Ternyata Nggak Seburuk yang Saya Pikirkan

Gampangnya, RAM on board itu RAM tanam yang melekat di mobo (motherboard). Kamu jadi enggak bisa leluasa upgrade RAM secara mandiri. Itu pun perlu bongkar seluruh bodycase laptop plus butuh solder (malah mesti bawa ke tukang servis kompi biar aman). Ribet, kaaan….

Beda kalo RAM model slot in, kayak laptop saya yang juga doubleslot RAM. Kalau mau upgrade atau ganti RAM, saya tinggal buka aja case yang nutupin bagian RAM-nya. Lalu lepas penguncinya, tinggal copot RAM-nya, pasang lagi RAM yang baru, beres sudah.

Nah, Simar mulanya pengin laptop bekas Asus A456UR dengan spek Intel Core i5 generasi Skylake (gen 6) plus RAM 4 GB. Saya yakin Simar kepincut beli itu, bukan cuman karena spek-nya yang pasti bagus, tapi terutama karena bodycase-nya yang slim plus masih muluusss banget, bersih dengan warna gold.

Harganya 5 juta, malah terbilang mahal dari harga pasaran yang udah di bawah 5 juta. Saya juga bilang laptop itu kurang worth it, bukan dari spek-nya, tapi model RAM-nya yang on board.

Laptop itu memakai model dual channel: RAM bawaan 4 GB itu on board dan satu lagi disediakan free slot yang bisa diisi RAM sampai 8 GB. Jadi, hanya bisa di-upgrade sampai 12 GB saja. Sedangkan laptop Sinung bisa di-upgrade RAM sampai 16 GB, yang semula 4 GB, dengan RAM jenis DDR3 untuk satu keping 8 GB kisaran harga 700 ribu – 1 jutaan (beda jenis RAM tentu beda pula harganya).

Bagi saya, sih, keleluasaan/ruang untuk upgrade RAM sesuai kebutuhan yang berubah, itu jadi pertimbangan penting sebelum membeli laptop. Dan RAM doubleslot model slot in lebih menjawab kebutuhan itu.

Akhirnya, Simar membeli Lenovo IdeaPad 320 Intel Core i3 gen 6 plus RAM 4 GB (bisa di-upgrade sampai 16 GB) dengan harga bekas 2,7 juta saja. Meskipun secara prosesor dan grafis di bawah Asus A456UR, Simar beruntung memilih Lenovo dengan harga jauh lebih murah.

Kalau kamu memang enggak masalah dengan RAM on board, ya sudah. Tapi saran saya, pilihlah kapasitas RAM on board yang sudah besar, minimal 4 GB atau 8 GB, sukur yang dual channel.

Kamu mending pikir banyak kali deh, kalau berniat beli laptop dengan RAM on board yang hanya 2 GB (apalagi pakai OS Windows 10). Lama-lama bakal kerasa makin berat performanya.

Jenis ROM

Mau pilih SSD atau HDD, tergantung kalian butuh performa atau space. Harganya sendiri, antara SSD 250 GB atau HDD 1 TB, relatif sama kisaran 800 ribuan.

Sijar saranin, kalau kamu pekerja yang butuh kecepatan dan ketepatan, maka pilihlah SSD. Untuk kamu yang kerja santai, pakai HDD atau HDD Hybrid udah bagus. Namun SSD punya kendala utama: semakin sering digunakan (untuk write data), semakin pendek umurnya.

Sijar kemudian kasih saran, sebaiknya kamu cari laptop yang ada CD/DVD Room-nya. Nanti kamu custom saja laptopnya jadi dual disk. Untuk SSD 120 GB (kisaran 400 ribuan) dijadikan disk socket utama. Bagian ini khusus OS dan software penting. Untuk SSD sebaiknya diganti setiap 2 tahun sekali.

Lalu CD/DVD Room-nya diganti jadi HDD 1 TB (bagian ini untuk menyimpan segala file). Buat gantiin socket CD/DVD Room menjadi socket HDD, belilah HDD Caddy dengan harga kisaran 100 ribuan (atau ada yang kurang dari itu).

Tips-tips lainnya

Ketiga saran tadi (soal prosesor, RAM, dan ROM), saya kira itu yang paling penting untuk performa laptop. Khusus kamu yang beli laptop second, pastikan setiap komponen hardware bawaan (mulai dari prosesor, RAM, ROM, dan seterusnya) belum aus. Sebab itu akan mengurangi performa laptop.

Plus cek hal-hal elementer lainnya, seperti kondisi baterai laptop (bocor atau enggak) & charger-nya. Atau kondisi LCD-nya, adakah white spot, dead pixel, atau jamur, atau malah layarnya mblaret-mblaret (bergaris), atau normal.

Warna udah buluk enggak masalah, asal bodycase-nya enggak ada yang retak, patah, atau malah kroak. Kalau ada, berarti itu bisa jadi indikasi laptop pernah terbentur dan bisa jadi berpengaruh ke part-part di dalamnya.

Terakhir, tips yang paling penting ketimbang semua tips-tips tadi, yaitu: sediain dulu duit kamu, bambaaang…. Ya kali, kamu cuma baca-baca doang tapi kagak bisa praktekin tips-tips di tulisan ini, huuu….

BACA JUGA Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi! dan tulisan Emerald Magma Audha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2020 oleh

Tags: konterlaptop secondtips beli laptop
Emerald Magma Audha

Emerald Magma Audha

Penyuka bolu kukus gula jawa dan wafer coklat

ArtikelTerkait

tukang cap voucher kuota internet mojok

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Cap Voucher Kuota Internet

17 November 2020
Laptop Bekas yang Direkomendasikan buat Mahasiswa Pas-pasan

Pengin Beli Laptop buat Ngerjain Tugas, tapi Bujet Pas-pasan? Nih, Rekomendasi 7 Laptop Bekas yang Cocok buat Mahasiswa

18 Juli 2023
Berhenti Beri Saran 'Mending rakit PC' buat yang Tanya Rekomendasi Laptop terminal mojok.co

Membandingkan Desktop Rakitan vs Laptop Mainstream Rp10 Juta, Siapa yang Menang?

31 Agustus 2020
Orang yang Harus Ngecas Padahal Baterai HP Masih 50 Persen Adalah Antek Dajal terminal mojok bateri hp bocor boros rusak

Orang yang Harus Ngecas padahal Baterai HP Masih 50 Persen Adalah Antek Dajal

31 Desember 2020
Betapa Nggak Asyiknya Konter HP Zaman Sekarang terminal mojok.co

Betapa Nggak Asyiknya Konter HP Zaman Sekarang

29 Oktober 2020
Pengalaman Servis Laptop dan Berakhir Ditipu karena Nggak Jeli hardisk rusak layar hitam black screen blue screen laptop terminal mojok.co

Pengalaman Servis Laptop dan Berakhir Ditipu karena Nggak Jeli

11 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.