Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Satu Semester di Rumah, IPK Ditentukan oleh Kecepatan Sinyal, Mending Kuliah Online Bubar Aja

Aprilia Dwi Rasdiyanti oleh Aprilia Dwi Rasdiyanti
7 Juni 2020
A A
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

Share on FacebookShare on Twitter

Perasaan antara malas, suntuk, bosan, dan kecewa atau lebih tepatnya wegah pol melanda saya yang seorang mahasiswa ini. Penyakit corona yang tiada kabar ingin perginya itu tega-teganya membuat satu semester saya hanya terisi dua minggu di kelas dan sisanya merana di rumah. Bangun pagi, buka laptop, sarapan, terus kuliah online. Siangnya, makan siang disambi nugas. Sore, bangun tidur lanjut kuliah online, Malam nonton drakor, ditelepon temen suruh buat laporan, yang kalau nggak dikerjain disumpahin jadi PDP. Alasan kuota kandas bikin temen tambah ngegas, diakhiri dosen yang makin buas.

Situasi makin parah ketika semua mata kuliah dosennya balapan ngasih tugas. Kan bikin lemas.

Tapi hati ini masih diberi oleh Tuhan pendingin ruangan, hati yang gundah wal grundel ini masih bisa diajak bersyukur. “Masih syukur tugas nyawa nggak ikutan selesai.” Saya sangat senang ada tulisan yang beredar di media yang kontennya susah-susah mau ngitung berapa nominal kuota disertai harga yang dihabiskan pelajar hanya untuk kuliah online. Fiks, nggak tanggung-tanggung, kalau niat nugas bisa 350 ribu per minggu, sejuta lebih kalau per bulan. Saya nggak kaget sama angka itu karena saya korban kuliah online juga.

Jadi begini kisahnya, saya pakai kuota dengan jenis operator X (disamarkan ya, hehehe) setiap pembelian 65 ribu terdiri dari 5 giga YouTube dan 5 giga internet. Kalau sehari aja ada dua matkul sedangkan jumlah yang dikeluarkan 500 MB untuk per 30 menitnya dalam penggunaan internet di aplikasi meeting, berapa giga yang dikeluarkan sehari dan dikalikan berapa hari kuliah online dalam seminggu, belum ditambah browsing materi tambahan, pembahasan, dan mencari jawaban dari internet.

Itu juga belum keitung pemakaian kuota untuk mantau info dari grup WA dan mengirimkan tugas online. Apa mau dikata. Bangkrut iya, mlarat pasti, pening kepala ikut antri.

Beda rasa beda cerita dengan rekan-rekan mahasiswa yang lain, penggunaan kuota mereka lebih mahal dari yang saya gunakan dengan operator K, L, dan M (samarin lagi ya). Ada yang satu giga aja udah nyentuh 30 ribu. Belum lagi nyari konter di daerah mereka sulit. Sinyal pun jadi kendala berat bagi kami yang pengin fokus mandangin dosen dengan hikmat dan lancar sampai mata kami penat, wajah pucat, dan depresi kumat.

Selain masalah kuota, seterusnya bukan jadi lebih mudah. Banyak kendala seperti hape atau laptop eror ketika sedang kuliah online. Acap kali aplikasi seperti Zoom, Freeconference, Google Meet yang menjadi andalan bagi kami untuk berkomunikasi lebih jelas dengan dosen malah punya masalah tersendiri, seperti batas waktu yang diberikan, sinyal yang tidak stabil. Yang paling mengecewakan, selesai pertemuan online seolah-olah kelas sudah selesai dalam waktu yang singkat dan tidak ada waktu yang leluasa untuk menggali informasi lebih tentang mata kuliah ke dosen seleluasa di kampus.

Pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan teman-teman mahasiswa adalah bagaimana kabar IPK kami di akhir semester ini jika memahami materi kuliah lewat penjelasan dosen yang dibatasi waktu oleh aplikasi pendukung tidak maksimal?

Baca Juga:

Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional

Tugas yang banyak bukan malah membuat kami paham, justru bikin bingung dan linglung karena kami bukan hanya butuh menjawab tugas dan memahami, namun butuh juga mendalami tujuan dari materi kuliah tersebut. Karena, untuk mengaplikasikan materi kuliah, kami nggak hanya butuh “mengerti caranya” tetapi juga “bisa melakukannya”.

Kita nggak hanya perlu teori dan penjelasan umum, tapi juga perlu tahu kelanjutan dari tujuan materi kuliah tersebut kayak gimana untuk kehidupan. Hal itu butuh waktu yang kontinyu, butuh kedekatan dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara dosen dan mahasiswa secara langsung. Kuliah online ini tuh benar-benar mengurangi intensitas komunikasi kami dengan dosen.

Kalau kuliah online seperti ini, dosen nggak akan bisa ngertiin kami secara seimbang antara subjektif dan objektif, justru lebih mengarah ke objektif saja, lebih mengarah ke urusan perolehan nilai dari tugas tanpa bisa melihat langsung perkembangan mahasiswa secara personalitas. Mahasiswa yang sinyal, kuota, atau wifi-nya aman tinggal cari jawaban semua tugas lewat internet, lebih mudah dan singkat daripada kami yang susah sinyal, minim kuota, dan keadaan pemukiman jauh dari lapak konter. Kami ngandelin belas kasihan Tuhan aja, untuk nyangkutin sinyal ke pohon atau kalau nggak, ke teras rumah. Untung-untung sinyalnya bisa masuk ke rumah.

Sabar ya sabar, berusaha terus juga pasti, namun kalau gini terus ya buat apa kuliah, wkwkwk. Ya semoga aja corona pergi nggak dateng lagi. Dengar-dengar akan ada New Normal, yah semoga bisa mengembalikan marwahnya dunia perkuliahan, seperti tatap muka, ngerjain tugas bareng temen, konsultasi ke dosen langsung, hingga nongkrong bareng di kantin atau di perpus. Amin dah.

BACA JUGA Saya Dosen, Kuliah Online Bikin Saya Ngerasa Jadi Pengangguran yang Digaji 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2020 oleh

Tags: ipkkuliah onlinewabah corona
Aprilia Dwi Rasdiyanti

Aprilia Dwi Rasdiyanti

Alumni Administrasi Publik yang kini menikmati peran sebagai ibu rumah tangga, tetap gemar menulis terutama seputar isu sosial, gender, dan perempuan.

ArtikelTerkait

mudik pandemi wabah corona protokol kesehatan di desa abai mojok.co

Mudik di Masa Pandemi: Lebih Horor Ketimbang Menetap di Jakarta

14 September 2020
agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

KKN Tahun Ini Nggak Ada Ngapain Sedih, KKN Kan Banyak Nggak Enaknya

8 Mei 2020
4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Pengalaman Ngekos di Kamar Kos yang Tak Ada Jendela

23 Mei 2020
skripsi pandemi tips agar skripsi cepat selesai skripsi ditiadakan, skripsian di rumah Pak Jokowi, Selain UN, Skripsi Juga Harusnya Ditiadakan Tahun Ini

Skripsi Mandek Gegara Pandemi? Jangan Lebay Ah, Nih Tips Biar Kalian Nggak Setop Ngerjain

6 Juni 2020
Kisah Mahasiswa Nasakom Menyelamatkan Nasib Saya (Unsplash)

Jangan Remehkan Mahasiswa Nasakom (Nasib Satu Koma): Mereka Menyelamatkan Saya dari Kehidupan Kampus yang Monoton

16 Mei 2025
belajar dari rumah wfh orang tua anak mojok.co wabah corona Sebetulnya Kuliah di Sekolah Kedinasan Bukanlah Hal yang Patut Dibanggakan

Bisa Belajar dari Rumah selama Masa Pandemi Itu Privilese Lho

29 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.