Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Alternatif Profesi bagi Lulusan Akuntansi, biar Nggak Dianggap Kasir Perusahaan Terus

Muhammad Abdul Rahman oleh Muhammad Abdul Rahman
9 Juni 2020
A A
Katanya Ekonomi Stabil tapi kok Menkeu Ngegas Kenakan Tarif Cukai Minuman Berpemanis dan Asap Knalpot?
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai lulusan Akuntansi, saya cuma bisa geleng-geleng kepala kalau ditawari pekerjaan. Paling banter sebagai staf accounting, itu pun yang paling lumayan. Kalau bernasib baik, lulusan Akuntansi banyak pula yang bekerja di BUMN atau jadi PNS. Masalahnya, selain pekerjaan-pekerjaan di atas, lulusan Akuntansi hanya dianggap sebagai tukang transfer gajian atau tukang catat nota kas keluar dan masuk. Padahal kuliahnya susah, lho.

Saya perlu meluruskan terlebih dahulu, kenapa lulusan Akuntansi selalu dipandang sebelah mata tanpa mempertimbangkan skill atau kemampuan yang mereka punya. Apa karena jurusannya yang terlalu pasaran? Apa karena saking banyaknya lulusan Akuntansi yang berkeliaran di dunia kerja?

Lulusan Akuntansi pada dasarnya memiliki peranan vital dalam pengelolaan cash flow sebuah perusahaan. Tentu saja urusannya selalu dengan dapur perusahaan, terutama masalah keuangan. Tapi bukan berarti, lulusan Akuntansi dianggap sebagai kasir kantor yang dengan seenaknya perintah keluar duit buat ini, keluar duit buat itu, apalagi kalau gajian telat, bisa satu kantor ngamuk.

Mata kuliah di jurusan Akuntansi pun tidak main-main. Kita diajarkan, bagaimana menganalisa sebuah laporan keuangan, bagaimana melakukan proses siklus Akuntansi yang nantinya menjadi dasar pembuatan laporan keuangan perusahaan. Benar-benar laporan keuangan lho, bukan hanya sekadar catatan kas masuk atau keluar.

Sering kali ada perusahaan tidak mau rugi, para direksinya terlalu menggampangkan urusan akunting, mereka menyerahkan urusan keuangan kepada yang tidak ahli, bukan kepada lulusan Akuntansi yang betul-betul mahir dan andal di bidang ilmunya. Ya, memang sih lulusannya pasaran, tapi tanpa staf akunting, keuangan perusahaan pasti berantakan.

Itulah yang menyebabkan, kenapa lulusan Akuntansi selalu dipandang remeh karena bidang keilmuannya. Perlu para pembaca sadari, lulusan Akuntansi itu tidak serta merta hanya menjadi staf akunting, mungkin bagi kawan-kawan seperjuangan saya, menjadi staf akunting itu hanya permulaan saja, tapi lulusan Akuntansi itu bisa menjadi lebih dari posisi yang mereka tempati sekarang.

Berikut adalah beberapa alternatif pekerjaan yang bagi lulusan Akuntansi yang belum pembaca sekalian tahu.

Akuntan Beregister

Sebagai lulusan Akuntansi, pekerjaan akuntan beregister adalah pekerjaan yang bisa dipilih setelah lulus dari Strata 1 Akuntansi. Lulusan Akuntansi dapat menempuh ujian CA (Chartered Accountant) yang diselenggarakan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Selain itu, untuk lulus para lulusan Akuntansi perlu melalui beberapa tahap mata ujian dan itu tentu tidak mudah bagi para lulusan Akuntansi.

Baca Juga:

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Apabila telah lulus, maka mereka berhak menyandang gelar CA (Chartered Accountant) serta mendapatkan pengakuan sebagai Akuntan yang teregistrasi oleh negara dari Kementerian Keuangan. Setelah itu para Akuntan yang teregistrasi oleh negara berhak untuk membuka Kantor Jasa Akuntan secara resmi dan berhak memberikan pelayanan jasa Akuntansi dan profesional keuangan sejenis bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Di dunia profesional, Akuntan beregister sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Tentu penyusunan laporan keuangan seperti ini tidak bisa asal-asalan, apalagi dibuat oleh yang bukan ahli. Apalagi kalau perusahaan yang nggak mau rugi, menyewa Akuntan beregister adalah hal yang sia-sia, padahal jasa yang diberikan sebanding dengan manfaat yang diterima.

Perlu diketahui, perusahaan-perusahaan besar, terutama perusahaan yang go public tentu membutuhkan laporan keuangan yang sesuai dengan standar. Sebab laporan keuangan yang nantinya dibuat akan mereka laporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan harus ter-publish di IDX, bagaimana mungkin bisa terlapor dan ter-publish dengan baik kalau laporannya tidak sesuai standar?

Nah itulah peran Akuntan beregister, memastikan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar.

Akuntan Publik

Selain akuntan beregister, ada juga akuntan publik. Kalau ini sih, level akuntan serba komplit. Profesi akuntan ini sangat dibutuhkan bagi perusahaan yang laporannya perlu diaudit. Menurut pengertian dari Sukrisno Agoes, audit adalah proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak independen atas penyusunan laporan keuangan oleh manajemen dalam rangka memberikan opini atau pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

Simpelnya, kalau akuntan beregister ini menyusun sesuai standar, maka akuntan publik itu memeriksa laporannya sudah sesuai standar atau belum.

Menjadi akuntan publik pun bukan hal yang mudah, tentu peserta harus lulus beberapa tahap level ujian terlebih dahulu sebelum menjadi akuntan publik. Terlebih lagi, menjadi akuntan publik, para pesertanya harus berpengalaman bekerja di bidang akunting atau auditing sesuai dengan batas minimal tahun yang telah ditentukan.

Ujian pun akan diberikan ke dalam 3 tingkatan, ada tingkat dasar, tingkat profesional, dan tingkat lanjutan. Ujian ini dinamakan USAP (Ujian Sertifikasi Akuntan Publik) yang diselenggarakan oleh IAPI (Institut Akuntan Publik Indonesia). Setelah semua terlalui, para peserta yang lulus diperkenankan memperoleh gelar CPA dan mulai aktif sebagai akuntan publik tentunya yang beregister negara.

Saya jamin, bagi lulusan Akuntansi yang berminat menjadi akuntan publik InsyaAllah dengan tekad yang kuat tidak akan sepi job. Karena pekerjaan ini yang butuh banyak sekali. Perusahaan mana pun, yang laporannya butuh diaudit pasti akan membutuhkan jasa dari akuntan publik.

Konsultan Pajak

Jenis pekerjaan ini boleh terbilang sangat langka. Tidak banyak lulusan Akuntansi yang berminat, tapi profesi ini cukup potensial. Tidak bisa dimungkiri saat ini pemerintah sedang menggenjot penerimaan negara melalui sektor perpajakan. Tentu urusan pajak menjadi urusan semua rakyat Indonesia, tak terkecuali perusahaan-perusahaan yang beroperasi.

Profesi konsultan pajak punya peran dalam membantu kliennya, baik perusahaan maupun perorangan untuk menjalankan kewajiban perpajakannya. Konsultan pajak tidak hanya punya peran sebagai pemberi saran saja lho, ia punya peran dalam manajemen tax planning bagi perusahaan. Artinya konsultan pajak bisa membantu kliennya untuk mengatur berapa pajak yang harus disetor tanpa membebani pengeluaran perusahaan, tentu sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Profesi ini nggak bisa sembarangan dijalankan, tentu ada prosedur-prosedur yang harus dilalui. Seperti, calon konsultan harus lulus USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak) yang diselenggarakan oleh IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesia) atau biasa dikenal sebagai Ujian Brevet. Dalam ujian ini terdapat 3 jenis Ujian Brevet, ada Brevet A (hanya berhak menangani klien perorangan), ada Brevet B (hanya berhak menangani klien perorangan dan perusahaan dalam negeri), dan Brevet C (menangani semua klien baik perorangan, perusahaan dalam negeri, perusahaan asing).

Nanti setelah lulus dari salah satu jenis Ujian Brevet tersebut, calon konsultan berhak untuk menjalankan profesi konsultan oajak secara legal, tapi jangan lupa mengajukan izin praktik terlebih dahulu ke Direktorat Jenderal Pajak.

PNS

Bagi lulusan Akuntansi yang ingin mengabdi kepada negara dengan jaminan masa tua yang jelas tentu menjadi PNS adalah pilihan yang terbaik. Masing-masing instansi pasti memerlukan lulusan Akuntansi untuk formasi yang diperlukan. Bisa menjadi auditor internal, atau bagian lainnya yang membutuhkan akunting.

Lulusan Akuntansi pun punya kesempatan menjadi auditor negara dengan mengikuti ujian seleksi PNS untuk BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) atau BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Sebagaimana pada umumnya menjadi auditor, ilmu yang diajarkan selama bangku kuliah dijamin tidak akan mubazir karena menjadi bekal menjadi auditor harus memiliki ilmu Akuntansi yang matang.

Atau bagi adik-adik pembaca sekalian yang ingin jaminan menjadi PNS mendaftar ke sekolah dinas seperti STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) adalah pilihan yang tepat. Tidak sedikit para pejuang STAN yang gugur di ujian tahap pertama. Wajar aja sih susah, karena menuntut ilmu di sini kan gratis. Dibiayai negara. Mahasiswanya pun pasti pilihan. Dengan masuk STAN, mahasiswanya dijamin tidak akan jauh dari dunia pengangguran.

Mereka ini akan diarahkan ke instansi yang berhubungan contohnya seperti Kementerian Keuangan. STAN punya standar nilai yang harus dipenuhi sama mahasiswanya. Bukan berarti masuk STAN kamu bisa leha-leha, tentu apabila nilai mata kuliahnya tidak bagus juga siap-siap saja terdepak.

Kalau penasaran, silakan mencoba.

Dosen

Profesi ini tentu profesi yang paling mulia di antara yang lain. Bukan berarti saya mendiskreditkan profesi yang lain, lho. Bagi saya menjadi dosen adalah panggilan nurani, panggilan hati. Bagi lulusan Akuntansi yang memilih untuk mengabdi menjadi dosen berarti memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melatih para generasi bangsa yang masa depannya bisa menjadi apa saja. Bisa jadi Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, atau Walikota.

Menjadi dosen tentu perlu keyakinan yang kuat, dan yang saya dengar pun gaji dosen tidak sebanding dengan beberapa profesi yang saya jelaskan di atas. Tapi dibanding beberapa jenis profesi di atas, dosen punya kekayaan yang tidak didapatkan dari profesi lainnya: Ilmu yang bermanfaat.

Rasul kan pernah bersabda, amalan apa saja yang tidak akan putus meskipun manusia telah meninggal dunia, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Barang siapa memberikan ilmu kepada orang lain dan ilmunya terus diamalkan tentu pahala jariyah akan terus mengalir meskipun orang tersebut telah berada di liang kubur.

BACA JUGA Bagi Saya Gelar S.E. Bukan Sarjana Ekonomi, tapi Sarjana Edan! dan tulisan Muhammad Abdul Rahman lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: akuntanAkutansijurusan kuliah
Muhammad Abdul Rahman

Muhammad Abdul Rahman

Dosen di Universitas Nasional, Praktisi Perpajakan dan Keuangan, serta Mahasiswa Doktoral di Universitas Brawijaya.

ArtikelTerkait

5 Hal terkait Jurusan Jurnalistik yang Kerap Disalahpahami Terminal Mojok

5 Hal terkait Jurusan Jurnalistik yang Kerap Disalahpahami

29 Oktober 2022
Kuliah Susah, Bayarnya Mahal, Pas Lulus Jadi Tukang Pijat

Kuliah Susah, Bayarnya Mahal, Pas Lulus Jadi Tukang Pijat

23 Maret 2020
Menerka Karakter Jurusan Kuliah kalau Ia Adalah Manusia Terminal Mojok.co

Menerka Karakter Jurusan Kuliah kalau Ia Adalah Manusia

17 Mei 2022
10 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Tidak Ada Matematika atau Hitung-hitungan

Betapa Sialnya Masuk IPS dan Pilih Jurusan Sosiologi demi Menghindari Hitung-hitungan

5 Februari 2021
5 Stereotip Keliru Soal Jurusan Pariwisata Terminal Mojok

5 Stereotip Keliru Soal Jurusan Pariwisata

13 Maret 2022
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Menyesal Kuliah Jurusan Pendidikan, Tiga Tahun Mengajar di Sekolah Nggak Kuat, Sekolah Menjadi Ladang Bisnis Berkedok Agama

15 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.