Saya cukup sering menulis tentang Suzuki Burgman Street di Terminal Mojok. Mungkin dari semua tulisan tentang motor tersebut, saya mungkin menyumbang setengahnya. Saya menulisnya dari berbagai sudut pandang. Mulai dari bagaimana motor ini jadi bukti bahwa Suzuki memang tidak peduli dengan desain, hingga membandingkannya dengan motor merek lain.
Selama menulis tentang motor ini, saya punya perasaan tersendiri akan Suzuki Burgman Street. Sebagai pengguna Suzuki, saya punya harapan bahwa Suzuki bisa bangkit lewat motor ini. Tapi kalau melihat bagaimana desain dan tampilannya, lalu melihat juga bagaimana cara Suzuki mempromosikannya, saya merasa gemas. Suzuki ini niat untuk bangkit dan jualan motor ke publik, tidak, sih?
Bayangkan saja, motor ini diperkenalkan pada Oktober 2023 dan sudah resmi dijual sejak Januari 2024. Tapi selama 3 tahun ini, keberadaannya kayak masih belum banyak. Peredarannya di jalanan seakan belum banyak. Lalu muncul pertanyaan, sebesar apa penjualan motor ini sampai sekarang? Bagaimana langkah Suzuki terhadap motor ini selanjutnya, apakah lanjut atau stop?
Mencoba mencari data penjualan Suzuki Burgman Street sampai sekarang
Kalau kita ketik kata kunci “penjualan Suzuki Burgman Street dari tahun 2023 sampai 2026”, kita memang tidak akan menemukan data yang pasti dan resmi, sebab Suzuki memang tidak merilisnya. Kita hanya akan menemukan data secara umum atau keseluruhan penjualan sepeda motor. Kalaupun ada, datanya hanya data pemesanan saja.
Nah, dari laman resmi Suzuki, mereka menyebut telah berhasil menjual sepeda motor (wholesales) sejumlah 16.000 unit sepanjang tahun 2025. Sayangnya, Suzuki tidak menyebut secara detail dan resmi apa saja motor yang paling laku dan berapa jumlahnya dari total 16.000 unit tersebut. Suzuki hanya menyatakan klaim bahwa naiknya penjualan sepeda motor didorong oleh beberapa model seperti Suzuki Burgman Street 125, Suzuki V-Strom 250SX, dan Suzuki Access 125.
Sekarang, mari kita lihat bagaimana track record penjualan motor ini dari data yang tersedia. Ketika awal diperkenalkan pada Oktober 2023, motor ini berhasil mencatat sekitar 1.000 pemesanan. Angka ini naik di tahun 2024, di mana Suzuki mencatat penjualan Burgman Street hingga lebih dari 3.000 unit.
Pada tahun 2025, angka penjualan Suzuki Burgman Street terus naik hingga ada di perkiraan 6.000 hingga 7.000 unit. Tidak heran jika Suzuki mengeklaim bahwa penjualan Suzuki secara wholesales ditopang salah satunya oleh motor ini. Lalu pada kuartal pertama 2026, perkiraan penjualan motor ini ada di kisaran 1.500 unit.
Masih jauh dari penjualan Yamaha NMAX dan Honda PCX
Melihat angka perkiraan penjualan Suzuki Burgman Street dari awal rilis hingga sekarang, Suzuki memang perlu bangga. Suzuki, yang memang sudah meredup di kelas roda dua, seakan mendapatkan momentumnya dengan adanya motor ini. Ya, meskipun secara desain dan tampilan banyak yang tidak suka, tapi Suzuki sepertinya tidak menjadikannya soal. Suzuki lebih peduli dengan angka penjualan. Lebih riil, dan lebih berpengaruh.
Angka tersebut memang menyenangkan bagi Suzuki. Namun, angka tersebut jelas tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan motor kelas serupa dari pabrikan yang lain. Penjualan Suzuki Burgman Street masih tidak ada apa-apanya ketimbang dua pendahulunya, Yamaha NMAX dan Honda PCX.
Yamaha NMAX misalnya, mencatat rata-rata penjualan sebesar 300.000 unit per tahunnya. Sejak pertama rilis pada 2015 hingga 2025, Yamaha NMAX sudah mencatat penjualan sekitar 3 juta unit. Sedangkan Honda PCX mencatat rata-rata penjualan sebesar 137.000 unit per tahun. Total penjualannya dari awal rilis pada 2010 sampai 2025 mencapai sekitar 2,2 juta unit.
Prediksi nasib Suzuki Burgman Street ke depannya
Melihat tren penjualan Suzuki Burgman Street selama 3 tahun terakhir, lalu membandingkannya dengan motor-motor sejenisnya, rasanya tidak mungkin Suzuki menyamai pencapaian Yamaha NMAX dan Honda PCX. Angkanya terlalu jauh, pamornya juga terlalu kalah. Bagai pungguk merindukan bulan, lah. Perlu semacam mukjizat untuk mewujudkannya.
Namun, bukan berarti Suzuki harus menyerah dan menyetop produksi serta penjualan Suzuki Burgman Street. Saya memprediksi dan menaruh harapan bahwa Suzuki akan tetap lanjut. Apalagi jika melihat bagaimana motor ini menjadi salah satu penopang naiknya penjualan motor Suzuki pada 2025. Situasi ini bisa jadi peluang bagi Suzuki. Bisa jadi, penjualan motor ini bisa semakin naik di sepanjang tahun 2026 dan tahun-tahun setelahnya.
Tentunya dengan catatan, bahwa Suzuki harus lebih memperhatikan lagi kemauan pasar dan cara promosi serta pemasarannya. Suzuki harus memperbaiki desain motor ini agar terlihat lebih keren dan bisa diterima oleh pasar. Selain itu, Suzuki harus lebih gencar dalam mempromosikan dan memasarkan motor ini. Bukan hanya agar penjualannya naik, juga agar pasar bisa lebih mengenal Suzuki Burgman Street.
Akhir kata, saya sebagai pengguna motor Suzuki punya harapan agar Suzuki bisa bangkit. Saya juga berharap bahwa adanya Suzuki Burgman Street bisa jadi motor yang kembali membangkitkan kejayaan Suzuki. Sekarang, semuanya ada di tangan Suzuki, apakah mereka bisa diharapkan atau tidak.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Suzuki Burgman Street 125EX: desain aneh, keok di tanjakan, terus apa spesialnya motor ini? dan artikel menarik lainnya di Terminal Mojok