Informasi
ADVERTISEMENT

Trans Metro Dewata menyelamatkan saya yang nekat merantau ke Bali tanpa punya kendaraan pribadi

Trans Metro Dewata menyelamatkan saya yang nekat merantau ke Bali tanpa punya kendaraan pribadimenyelamatkan saya yang nekat merantau ke Bali tanpa punya kendaraan pribadi Mojok.co

Terima kasih, Trans Metro Dewata di Bali ~

Hidup tanpa kendaraan pribadi di Bali menjadi salah satu tantangan terbesar saya bertahan hidup di sini. Sebagai perantau tanpa modal besar dan belum cukup mampu mengendarai motor, saya sadar, hidup tanpa motor di Bali adalah sebuah keajaiban. Saking banyaknya perantau di Pulau Dewata ini, dan sebagai upaya bertahan hidup, tidak sulit untuk menemukan usaha sewa atau jual beli motor bekas.

Lantaran tidak memiliki motor, saya berusaha mengandalkan transportasi umum yang ada di Bali. Untungnya, saya merantau di daerah yang masih agak terjangkau dengan keberadaan transum. Sebelum ke Bali, saya mencari tahu tentang transum di sini. Salah satunya adalah artikel Terminal Mojok tentang culture shock orang Jawa yang merantau ke Bali. Dari sana saya baru tahu bahwa ada bus trans yang beroperasi antarkabupaten dan kota yakni Trans Metro Dewata. 

#1 Trans Metro Dewata melintasi 4 kabupaten/kota

Ada 2 jenis bus trans di Bali, yaitu Trans Sarbagita dan Trans Metro Dewata (TMD). Tarif kedua bus ini sama, yakni Rp4.400. Yang membedakan keduanya adalah sebaran rute bus Trans Metro Dewata yang lebih luas. Trans Metro Dewata terbagi dalam 6 sebaran rute dengan cakupan 4 kabupaten/kota di Bali: Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Cakupan trayek yang luas inilah yang membuat saya jadi aji mumpung untuk berkeliling ke daerah-daerah selatan Bali. Terlebih sebaran semua rutenya merupakan daerah destinasi wisata, seperti Monkey Forest di Ubud, ITDC Nusa Dua, dan Icon Bali Mall Sanur. Adalah kesempatan emas bagi perantau seperti saya untuk jalan-jalan dengan modal seminim mungkin.

#2 Nggak perlu bayar lagi saat transit

Sebelum pindah ke Bali, saya sempat merantau di Bogor untuk kuliah. Di Bogor, TMD ini serupa dengan Trans Pakuan. Kedua bus ini awalnya sama-sama besutan dari Kemenhub, yang saat ini pendanaannya telah dialihkan ke daerah masing-masing. Nah, berbeda dengan Trans Pakuan, tarif transit bus di TMD nggak perlu bayar lagi alias gratis.

Bayangkan, saya tinggal duduk manis dari Tabanan ke Gianyar (satu kali transit) hanya dengan sekali membayar Rp4.400 saja. Meskipun kalau dipikir-pikir agak tua di jalan, tapi tetap layak untuk dicoba. Toh, busnya juga nyaman dan ber-AC. Tidak perlu panas-panasan apalagi ketika macet di jalan.

#3 Tracking di aplikasi sesuai dengan kondisi riil

Sistem pelacakan berbasis IoT (Internet of Things) di aplikasi TMD betul-betul sesuai dengan kondisi riilnya. Belum pernah saya mendapati posisi bus yang berbeda dengan posisi tracking di aplikasi. Ketepatan dalam hal ini sangat membantu dalam mengatur waktu perjalanan sehingga lebih pasti.

#4 Sopir Trans Metro Dewata ramah

Sopir adalah wajah pertama, garis depan, bahkan penentu reputasi dari berbagai transum yang mereka kendarai. Sopir-sopir pengendara TMD yang saya temui semuanya ramah dan sangat membantu. Selain membantu, bagi perantau kayak saya, bertemu orang-orang ramah di tempat perantauan membawa kesenangan hati sendiri. Begitu pula rasa aman ketika naik transum juga tumbuh dengan sendirinya ketika bertemu dengan para sopir yang ramah.

Itulah hal-hal yang saya rasakan sangat positif dari Trans Metro Dewata dan menjadi penyelamat para perantau. Terlepas dari berbagai polemik keberadaannya, bus TMD tentu  perlu perbaikan secara progresif di berbagai aspeknya. 

Harapan besar saya, trayek bus Trans Metro Dewata bisa ditambah ke depannya, bukan hanya berfokus pada wilayah selatan Bali saja, tapi ke utara, barat, dan timur juga. Walaupun terdengar sulit, ya apa salahnya berharap wkwkwk. 

Penulis: Aulia Syafitri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Penumpang Trans Jogja Pantas Dapat Penghargaan sebagai Orang Paling Sabar Se-Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2026 oleh .

Aulia Syahfitri

Mahasiswa peternakan tingkat akhir. Pengin menjadi juragan kos-kosan.