Informasi
ADVERTISEMENT

Kursi dekat jendela kereta api, kursi terbaik yang bikin perjalanan berjam-jam jadi lebih menyenangkan

Kursi dekat jendela kereta api, kursi terbaik yang bikin perjalanan berjam-jam jadi lebih menyenangkan

Ada kebahagiaan kecil ketika kita memesan tiket kereta api di aplikasi KAI, melihat nomor kursi dan mendapati kursi dekat jendela masih kosong. Rasanya seperti memenangkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dipertandingkan.

Bagi sebagian orang, semua kursi kereta mungkin terasa sama. Tapi bagi sebagian penumpang, posisi kursi bisa menentukan rasa perjalanan. Kursi dekat jendela kereta api adalah salah satu yang tidak bisa ditawar.

Dari balik kaca, perjalanan terasa lebih hidup. Rumah-rumah, sawah, jalan raya, sungai, pasar, dan perkampungan bergerak seperti film tanpa suara. Perjalanan berjam-jam terasa begitu menyenangkan hanya dengan duduk di kursi dekat jendela.

Pemandangan yang tidak pernah benar-benar sama

Pemandangan dari kursi dekat jendela kereta tidak pernah benar-benar sama. Bahkan jalur yang dilewati berkali-kali bisa memberikan cerita berbeda. Pagi punya warna sendiri, sore punya suasana sendiri, sedangkan perjalanan malam hanya menyisakan lampu-lampu rumah yang berkelebat.

Kadang kita melihat petani sedang bekerja di sawah. Lalu, anak-anak berdiri di pinggir rel dan melambaikan tangan. Kadang hanya melihat tembok rumah, gudang, atau tumpukan sampah. Anehnya, semuanya tetap terasa menarik karena kita melihatnya sambil bergerak.

Tapi memang itulah yang dicari. Sekarang, coba bayangkan misal kalian tidak mendapat kursi dekat jendela, sedangkan perjalanan yang kalian tempuh sampai belasan jam, macam Cilacap-Banyuwangi. Nggak ngamuk 2 jam pertama aja udah bagus banget.

Seringnya, pengguna kereta api memilih moda transportasi ini karena ketepatan jadwal, kenyamanan, serta bisa istirahat lumayan lama. Makin ke sini, orang memilih untuk full istirahat di kereta tanpa harus berinteraksi dengan sebelahnya. Maka, kursi dekat jendela setidaknya bisa memberi hiburan andai terlalu lelah untuk bicara, serta tidak ingin memegang gawai terlalu sering.

Tak ayal, kursi dekat jendela kereta api adalah sesuatu yang tak bisa ditawar. Meski ya, ada kekurangannya yang lumayan mengganggu.

Kursi dekat jendela kereta api sebenarnya tidak begitu nyaman

Sebenarnya, kursi dekat jendela punya masalahnya sendiri: lebih sulit keluar ketika penumpang sebelah sedang tidur. Mau ke toilet harus meminta izin. Mau mengambil barang juga kadang perlu melakukan gerakan yang cukup merepotkan.

Belum lagi ketika kaca jendela kotor. Pemandangan indah di luar bisa berubah menjadi foto buram. Kita sudah membayangkan mendapatkan panorama sawah, tetapi yang terlihat justru bekas sidik jari dan noda kaca.

Apalagi jika orang yang duduk di sebelah kita pengin ngecas gadget. Mau tak mau, pergerakan kita dibatasi kabel. Melarang mereka ya tidak mungkin, wong sama-sama bayar.

Tapi, ada solusinya: pilih kursi single. Biasanya ada di gerbong eksekutif, di bagian paling depan atau belakang. Kalian tak perlu bersosialisasi, tak perlu terganggu atas hal-hal remeh. Cuma ya, berisik. Mau di depan-belakang, kan itu tempat orang lalu lalang. Ya, memang selalu ada plus minusnya.

Kursi dekat jendela kereta api memang akan selalu jadi kemenangan kecil dalam hidup yang tak kita rayakan, tapi kita butuhkan. Beberapa jam menyusuri jalur besi menuju kota tujuan akan sangat membosankan jika kita tidak bisa menikmati pemandangan yang ada.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kenapa Kursi Kereta Samping Jendela Itu Sungguh Highly Wanted?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2026 oleh .

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.