Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
15 Agustus 2026
A A
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang awam yang sudah hidup lebih dari seperempat abad di tanah Jawa, saya pikir saya sudah paham betul peta masalah klasik perkotaan. Masalah kita dari dulu cuma satu: parkir liar. Ormas, oknum berkaos bebas, atau jukir ghoib yang mendadak muncul begitu kita mau meluruskan standar motor. Surabaya tentu tak luput dari masalah ini. Bahkan, inilah masalah utamanya Surabaya.

Tapi belakangan ini, Surabaya menyajikan komedi tingkat tinggi yang bikin otak saya mati rasa. Halaman parkir di store-store offline, minimarket macam Indomaret, Alfamart, Lawson, hingga gerai kuliner ramai macam Mie Gacoan, dipasangi police line alias garis kuning penyegelan oleh Satpol PP.

Kalian pasti bertanya kenapa, dan akan terpingkal-pingkal ketika tahu jawabannya.

Bermula dari memberantas jukir liar ke penyegelan parkiran di Surabaya

Niat hati membereskan masalah parkir liar di Kota Pahlawan, Pemkot justru menjadi ancaman nyata bagi pemilik usaha yang sudah kebingungan karena aturan yang memberatkan.

Jadi begini. Secara mudahnya, Pemkot membuat aturan yang mewajibkan tiap usaha macam Gacoan, Alfamart, dan sejenisnya, mengurus perkara parkirnya. Kalau tidak, nanti akan berurusan dengan pemerintah. Ini versi singkat dan mudahnya.

Awalnya saya pikir saya yang bodoh. Bukannya kalau pengusaha buka toko ritel, lahan pelataran di depan tokonya yang bukan bahu jalan itu sudah berstatus persil swasta? Mereka sudah bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), bayar sewa tempat, bayar perizinan usaha, dan menyediakannya sebagai fasilitas buat konsumen yang mau belanja. Tapi dalam regulasi Pemkot Surabaya terkini, ceritanya ternyata beda.

Bahkan dalam sejumlah video yang viral di media sosial, Wali Kota Surabaya bak pahlawan kesiangan datang marah-marah ke gerai ritel berjaringan lalu meminta toko itu ditutup karena tidak menyediakan petugas parkir resmi. Sementara di luar jelas ada tulisan parkir gratis. Namun karena ormas di Surabaya yang berebut cuan parkir ini besar, membuat aturan tulisan itu hanya sekedar pajangan.

Bukannya menertibkan ormas, Pak Wali Kota Surabaya malah menutup ritel berjaringan itu. Logika yang cukup mentah buat seorang pengganti Bu Risma.

Baca Juga:

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Lahan sendiri, pajak orang lain: Logika PBJT 10% yang nggak masuk di nalar

Ironisnya, Pemerintah Kota Surabaya bertindak berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan UU HKPD. Aturannya begini: setiap tempat usaha yang memiliki pelataran parkir wajib mengurus Izin Penyelenggaraan Parkir dan membayar Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Kesenian dan Hiburan/Parkir sebesar 10%.

Iya, kamu tidak salah baca. Lahan milik mereka sendiri, tapi kalau ada konsumen parkir, harus berizin dan kena pajak parkir. Jika ritel atau minimarket itu lalai atau menolak menandatangani kepatuhan izin parkir mandiri ini, Satpol PP akan langsung datang membawa pita pengaman kuning dan membentangkannya di pelataran. Police line dipasang di tempat parkir swasta!

Aneh banget, cok.

Kalau minimarket itu mau membebaskan biaya parkir buat konsumennya, alias free parking, ya si pemilik usaha yang harus menanggung beban retribusi/pajak itu ke Bapenda. Kalau ogah bayar? Ya silahkan tarik parkir dari konsumen, lalu setorkan 10% pajaknya ke Pemkot Surabaya. Kalau tetap tidak mau urus perizinan parkir? Halaman depan tokonya disegel, lalu pengunjung dipaksa parkir di Tepi Jalan Umum (TJU).

Coba diresapi kekonyolan ini. Logika awalnya kan begini: masyarakat datang ke minimarket buat beli barang, bukan buat rekreasi parkir. Fasilitas parkir gratis itu benefit tempat usaha. Tapi sama sistem, lahan kosong di pelataran toko masuk sebagai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bukannya memberantas oknum jukir liar yang bikin resah masyarakat, solusi Pemkot malah memajaki lahan parkir tempat usahanya. Kalau izin kurang lengkap, lahan disegel. Bener-bener cara solutif yang membagongkan!

Puncak kelucuannya tidak berhenti di situ. Di saat toko-toko ritel dan minimarket dikejar-kejar urusan perizinan parkir dan dipasangi garis kuning, mari kita tengok pemandangan di sekitar Balai Kota atau kantor instansi pemerintah.

Garis kuning police line tajam ke pengusaha, tumpul ke penguasa

Di sana, kendaraan dinas, mobil operasional, atau jajaran kendaraan yang hendak berurusan dengan Pemkot sering kali parkir berderet meluber ke bahu jalan. Memakan badan jalan utama, sampai bikin macet dan mengganggu pengguna jalan umum. Gedung pemerintah sendiri acap kali tidak memuat kapasitas parkir kendaraan anggotanya. Tapi tidak ada tuh yang menyegel lahan parkir Balai Kota.

Aturan dan garis kuning police line itu tampaknya cuma tajam dan galak kalau berhadapan dengan pengusaha, baik minimarket, ritel besar, atau toko usaha rakyat kecil yang berjuang cari omset pas-pasan. Sementara untuk kendaraan dinas di lingkungan penguasa, dalam hal ini Pemkot Surabaya? Senyap, pura-pura tidak lihat. Akal sehatnya pada ke mana coba?

Sebagai warga awam yang buta hukum, saya cuma bisa mengelus dada sambil menepuk jidat. Menata perparkiran di negeri ini bukannya berfokus pada kenyamanan publik, perlindungan konsumen dari intimidasi jukir liar, atau penyediaan kantong parkir resmi yang layak. Melainkan berfokus pada: pokoknya semua harus bisa ditarik uangnya.

Mau jualan dipajaki, mau belanja dipajaki, mau parkir di lahan swasta pun harus setor pajak perizinan. Dan kalau tidak patuh? Bentangkan plastik garis kuning!

Pada akhirnya, selamat datang di Surabaya. Kota di mana lahan parkir minimarket bisa bernasib sama seperti TKP tindak kriminalitas. Sungguh fenomena paling kocak sekaligus ironis yang pernah ada.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perantau Surabaya Kaget dengan Perlakuan Tukang Parkir Jogja, Sama-Sama Dibayar Rp2000 tapi Niat Kerja Nggak Kayak Tukang Parkir Surabaya yang Nggak Ngapa-Ngapain Minta Duit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2026 oleh

Tags: parkir di surabayaparkir liar di surabayaperaturan parkirperda parkir surabayaSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Unesa Ketintang Punya 4 Aturan Tak Tertulis, Awas Dikucilkan! (Unsplash)

4 Aturan Tidak Tertulis di Unesa Ketintang yang Sebaiknya Nggak Disepelekan karena Bisa Membuat Kalian Dikucilkan

25 Mei 2024
Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

Bukan Jogja, Bukan Surabaya, apalagi Jember, Sebenar-benarnya Kota Pelajar Adalah Malang!

6 Maret 2024
Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

17 Desember 2023
Isyana Sarasvati naik reog. (IG @Isyanasarasvati)

Isyana Sarasvati Digendong Reog untuk Menyapa Umatnya. Isyana Our Queen!

17 Juli 2022
4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya Mojok.co

4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya

1 November 2025
Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya Mojok.co

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya

16 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026
Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja Mojok.co

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

13 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.