Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

Arsya Listya Eka Pramudita oleh Arsya Listya Eka Pramudita
6 Agustus 2026
A A
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di Klaten, saya merasa tak nyaman dengan adanya stigma yang mengatakan kalo orang yang nongkrong di Rowo Jombor itu jamet. Setiap kali saya ingin ke sana, pasti ada yang mengejek atau bilang kalo itu tempat kumpul atau nongkrong yang isinya para jamet. Padahal tujuan saya hanya ingin menikmati suasana dan keindahan dari Rowo Jombor. Beneran.

Awalnya stigma ini bermula dari candaan antar teman saja. Namun, seiring berjalannya waktu dan terlalu sering direproduksi, stigma tersebut akhirnya menyebar luas dan dipercaya oleh beberapa orang. Bola salju bergulir, dan ujungnya makin besar.

ADVERTISEMENT

Stigma nongkrong di Rowo Jombor itu  jamet tidak hanya diketahui oleh masyarakat asli Klaten saja, melainkan juga masyarakat di luar daerah Klaten. Mereka percaya akan hal itu, padahal mereka belum pernah datang secara langsung. Efek media sosial yang begitu masif bikin stigma konyol ini berlipat ganda tanpa diminta.

Standar jamet yang bermasalah

Masalahnya, istilah jamet itu tidak memiliki standar yang baku. Dalam kehidupan sehari-hari istilah ini digunakan oleh beberapa orang untuk menggambarkan seseorang yang memiliki gaya rambut dengan cat warna-warni yang mencolok, pakaian yang tidak serasi, serta penggunaan atribut yang berlebihan. 

Singkatnya, penampilannya itu hari libur, alias ora mashok.

Namun, hal tersebut hanyalah penilaian sosial semata. Ada gagasan relevan mengenai hal ini yang dikemukakan oleh Howard S. Becker dalam buku berjudul Outsiders (1963) yang berisi tentang Teori Pelabelan (Labeling Theory). Dalam teori tersebut dijelaskan bahwa suatu label terhadap seseorang itu muncul karena adanya penilaian atau cap dari masyarakat, bukan karena adanya sifat atau karakter asli dari orang tersebut.

Mudahnya, istilah atau sebutan jamet itu berarti hasil dari penilaian sosial masyarakat saja. Amat bergantung pada lingkungan sosial masing-masing.

Di luar stigma tersebut, setahu saya Rowo Jombor merupakan ruang publik bagi siapa saja. Jadi, setiap orang itu memiliki hak untuk datang, bersantai, dan berwisata di Rowo Jombor tanpa harus merasa takut dianggap jamet. Karena seharusnya ruang publik itu bebas didatangi oleh seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai gaya penampilan.

Baca Juga:

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

Rowo Jombor itu ikon

Rowo Jombor itu salah satu ikon wisata di Kabupaten Klaten. Biasanya masyarakat datang untuk memancing, berkumpul, bahkan naik perahu dan speed boat yang sedang viral dibicarakan di media sosial. Pengunjung Rowo Jombor tidak hanya masyarakat lokal Klaten saja, melainkan juga dari berbagai luar daerah.

Di sinilah stigma itu jadi masalah. Bahwa dianggap jamet memang bukan masalah banyak orang, saya setuju. Tapi tak berarti tak ada efeknya. Dengan adanya stigma mengenai Rowo Jombor, membuat seseorang yang belum pernah berkunjung ikut memberi label yang sama. Hal yang awalnya berasal dari candaan itu akhirnya membentuk cara pandang masyarakat luar terhadap Rowo Jombor dan sulit untuk dihilangkan.

Stigma tersebut juga lah yang membuat saya dan beberapa teman saya enggan untuk datang ke Rowo Jombor. Kami merasa tidak nyaman jika dicap jamet apabila terlihat berada di Rowo Jombor. Padahal niat saya hanya ingin menikmati suasana atau kuliner yang ada di sana, sesederhana itu.

 Sebagai masyarakat dan pengguna media sosial yang bijak, menurut saya tidak seharusnya menilai dan memukul rata. Apalagi jika berdampak pada citra dari destinasi Rowo Jombor yang seharusnya dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mencari hiburan dan lokasi menikmati wisata dengan biaya yang masuk akal.

Pada akhirnya, Rowo Jombor tetaplah ruang publik yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus mengaitkan dengan stigma tertentu. Setiap orang memiliki hak untuk mendatangi ruang publik mana saja, tanpa harus takut dicap negatif dan merasa tidak nyaman.

Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rowo Jombor Klaten yang Semakin Meresahkan dan Membahayakan Pengunjung yang Ingin Menikmati Wahana Air

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2026 oleh

Tags: jametklatenrowo jombor klatenwisata di klatenwisata rowo jombor
Arsya Listya Eka Pramudita

Arsya Listya Eka Pramudita

Mahasiswa Untidar jurusan Ilmu Komunikasi.

ArtikelTerkait

Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

Kisah Kalasan: Desa Suci, Mantan Kabupaten, Wahyu Kraton, dan Kini Jadi Jaminan Ayam Goreng yang Enak

21 April 2025
Jalan Asia Afrika Klaten, Jalan Paling Bau di Klaten, Pakai Masker pun Ra Ngatasi!

Jalan Asia Afrika Klaten, Jalan Paling Bau di Klaten, Pakai Masker pun Ra Ngatasi!

4 November 2024
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
3 Rekomendasi Coffee Shop di Klaten yang Nyaman untuk Nugas Terminal Mojok

3 Rekomendasi Coffee Shop di Klaten yang Nyaman untuk Nugas

28 Juni 2023
Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia  

Desa Melikan Klaten, Sentra Penghasil Gerabah Putaran Miring Pertama di Dunia

29 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.