Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
29 Juli 2026
A A
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di balik predikatnya sebagai perempatan pendidikan, Perempatan Jetis Jogja menjadi sebuah anomali di tengah Kota Jogja dengan berbagai permasalahannya

Bicara soal Jogja selalu nggak pernah habis soal segala dinamika di dalamnya. Mulai dari yang membanggakan sampai yang bikin ngelus dada pun ada. Setiap sudutnya menyimpan berbagai cerita yang menunjukkan wajah asli Jogja.

ADVERTISEMENT

Kalau boleh menyebut satu sudut kota Jogja yang bisa menunjukkan wujud asli Jogja adalah Perempatan Jetis Jogja. Perempatan yang jadi salah satu urat nadi di jantung Kota Jogja ini jadi penampakan nyata kalau Jogja adalah kota pendidikan sekaligus menyimpan keresahan yang nggak banyak diceritakan.

Buat yang belum tahu, Perempatan Jetis merupakan persimpangan di Jalan AM Sangaji yang ke selatan mengarah ke Tugu Jogja atau Tugu Pal Putih dan ke utara mengarah ke Monjali. Sedangkan ke barat adalah Jalan R.W. Monginsidi yang tembus ke Jalan Magelang dan ke timur adalah Jalan Sardjito yang mengarah ke Terban dan kampus UGM.

Bagi saya, perempatan ini unik, sebab seperti yang sudah disebut sebelumnya, perempatan ini sangat Jogja banget dengan slogan kota pelajarnya. Bagaimana nggak, di perempatan ini saja terkumpul setidaknya delapan sekolah mulai dari jenjang SD sampai perguruan tinggi. Hampir dapat saya pastikan nggak ada perempatan seberpendidikan ini di Jogja selain Perempatan Jetis. Secara khusus, saya pernah membahasnya di artikel Terminal Mojok yang lampau.

Lebih daripada itu, perempatan ini menyimpan paradoks, di satu sisi perempatan ini sangat berpendidikan karena jumlah sekolah yang “melebihi kewajaran” tapi juga perempatan ini memuat wujud asli warga Jogja yang cukup bertolak belakang dari wajah kota pelajar yang kita kenal.

Perempatan Jetis Jogja, pusat macet Jogja pagi hari

Dibanding dengan kota-kota besar lainnya, Jogja tergolong sebagai kota yang lumayan nggak macet. Banyak warga dari luar Jogja khususnya dari Jabodetabek memuji Jogja karena nggak begitu macet. Padahal bagi warga Jogja, kota ini sekarang sudah sangat penuh dan kemacetan dapat dijumpai di banyak sudut kotanya.

Perempatan Jetis ini salah satunya. Bagaimana nggak, di jam berangkat sekolah, semua murid dari sekian sekolah tersebut lewat di persimpangan ini di waktu yang bersamaan. Belum lagi, perempatan ini juga jadi pintu masuk Kota Jogja dari utara dan jalur ke wilayah UGM dari barat. Jadi para pekerja yang mau kerja di Jogja Kota atau UGM dan sekitarnya juga akan lewat sini.

Baca Juga:

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

Salah Paham Terkait Jalan Malioboro Jogja yang Telanjur Dipercaya Banyak Orang, bahkan oleh Orang Jogja Sendiri

Nggak heran kalau perempatan ini jadi salah satu perempatan tersibuk di kala pagi. Menurut pengamatan, jam 7.30 adalah waktu paling padat di perempatan ini. Kepadatan lalu lintas bahkan mengular sampai Tugu Jogja. Anda harus pintar-pintar mengatur waktu agar terhindar dari kemacetan kalau akan lewat sini. Kesiangan sedikit siap-siap terlambat sekolah.

Permasalahan sosial bernama masil mesum

Di sini paradoks Kota Jogja itu sangat terlihat. Perempatan ini jadi tempat sebagian orang untuk mengadu nasib. Mulai dari pengemis, pengamen, badut gorila, sampai manusia silver ada di perempatan ini. Mungkin terlihat lumrah di mana banyak perempatan juga punya wajah yang sama, tapi ini juga menimbulkan permasalahan sosial dan ketertiban.

Buktinya, Februari yang lalu di Perempatan Jetis terjadi kasus ada manusia silver atau masil yang melakukan tindakan kurang terpuji alias mesum terhadap pengendara perempuan dan sempat viral di media sosial. Permasalahan semacam ini bikin Perempatan Jetis terasa cukup meresahkan meski punya predikat perempatan paling berpendidikan.

Akamsi dan duta ngopo

Ternyata nggak semua yang ada di Kota Pelajar itu terpelajar dan nggak semua yang lewat di perempatan paling berpendidikan pun berpendidikan. Itulah yang tampak dari perilaku berkendara yang ada di perempatan ini. Entah warlok atau bukan, ada saja kasus jalanan yang nggak mengenakkan dan meresahkan di sini.

Di akhir Juni yang lalu ada pengendara motor yang berkendara ngawur di malam hari dan membahayakan pengendara lain tapi ketika ditegur malah mengatakan kalau dia adalah akamsi. Seakan kalau akamsi boleh berkendara dengan ngawur. Ia juga mengeluarkan kata sakti yaitu “ngopo”. Kasus ini viral di media sosial kemudian netizen menyebutnya juga sebagai duta ngopo.

Di balik berpendidikannya perempatan ini dengan sekian banyak sekolah, Perempatan Jetis menjadi sebuah anomali di tengah Kota Jogja dengan berbagai permasalahan (termasuk kejadian di luar yang disebutkan di atas). Wajah Kota Jogja sebagai kota pelajar yang aman dan damai tampaknya sedikit tercoreng dengan beberapa kejadian meresahkan yang terjadi di perempatan ini.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jetis Jogja dan Jetis Bantul, Dua Daerah Berbeda dengan Nama dan Nasib yang Mirip

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2026 oleh

Tags: jetis jogjaperempatan jetis jogjatugu jogja
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

3 Resep Rahasia yang Bikin Pariwisata Jogja Sukses trotoar

3 Resep Rahasia yang Bikin Pariwisata Jogja Sukses

20 Juni 2022
5 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Tugu Jogja, Patuhi agar Perjalanan Semakin Nyaman Mojok.co

5 Aturan Tidak Tertulis di Stasiun Tugu Jogja, Patuhi Supaya Perjalanan Lebih Nyaman

13 Februari 2025
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026
5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja Mojok.co

5 Alasan Warlok Malas Foto di Tugu Jogja

19 Oktober 2025
Mati Tua di Jalanan Yogyakarta sumbu filosofis jogja unesco

7 Catatan Masalah di Sumbu Filosofis Jogja yang Kini Resmi Jadi Warisan Dunia UNESCO

22 September 2023
6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta Terminal Mojok.co

6 Rekomendasi Kuliner di Pasar Kranggan Yogyakarta

11 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta Mojok

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

24 Juli 2026
Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

23 Juli 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

25 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

24 Juli 2026
3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

Macetnya Kota Batu kini bikin jengkel, semua gara-gara tata kota yang berantakan!

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.