Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
28 Juli 2026
A A
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja itu bisa dibilang kota yang unik. Bukan karena makanannya yang manis. Tetapi karena banyak kebiasaan-kebiasaan warga Jogja yang jarang ditemukan di kota lain. Dan kebiasaan itu kadang membuat heran para pendatang.

Sebagai warga lokal, saya merasa bahwa kebiasaan yang dilakukan orang Jogja itu lumrah. Tapi setelah banyak bergaul dengan orang luar, ternyata rutinitas warga Jogja dianggap unik oleh pendatang.

ADVERTISEMENT

Kebiasaan unik dan tak biasa itu secara tidak langsung menular ke mereka. Pasalnya saat melihat teman saya yang sudah lama di Jogja, mereka secara tidak langsung sudah meniru polah warga lokal.

Berikut adalah kebiasaan warga Jogja yang secara tidak sadar diikuti oleh para pendatang.

#1 Nggak pernah klakson motor di lampu merah di Jogja

Banyak orang luar Jogja yang mengagumi kalau di Jogja jarang ada bunyi klakson. Apalagi saat di lampu merah. Lampu merah di kota ini bisa dibilang hening dari bunyi klakson. Menurutnya klakson di Jogja itu fungsinya hanya untuk menyapa teman saat di jalan.

Kalau tidak percaya, coba saja sekali-kali bunyikan klakson pas lampu merah. Tak perlu lama, cukup sekali saja. Setelah itu bersiap-siaplah menerima tatapan dari pengendara di kanan, kiri, depan. Bahkan mungkin dari penjual angkringan di pinggir jalan.

Di Jogja membunyikan klakson saat lampu masih merah rasanya seperti melanggar kesepakatan yang tak tertulis. Ya ada yang melanggar, pasti, naif kalau bilang bener-bener nggak ada. Tapi itu anomali.

#2 Jarang naik motor di atas trotoar

Di kota-kota yang sibuk dan super padat, naik trotoar itu hal yang biasa. Coba lihat di Jakarta. Di sana trotoar dilewati oleh pengendara motor. Yang bahkan sampai berbaris-baris panjang.

Baca Juga:

Darurat ruang terbuka hijau, warlok Kota Jogja harus mampir daerah tetangga untuk sekadar duduk-duduk di taman

Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

Kalau di Jogja naik motor di atas trotoar itu jarang ditemukan. Mungkin kalian akan menemukannya di daerah lampu merah yang sempit macam perempatan SCH, tapi di jalan besar kek Gejayan, jarang banget ditemukan.

#3 Hobi sarapan soto di Jogja

Bisa dibilang orang Jogja itu akrab dengan menu soto dan menjadikannya menu sarapan. Lihat saja warung-warung soto di Kota ini pada pagi hari, pasti ramai pengunjung. Coba cek soto Sarem di UNY sebagai contoh, itu warung nggak pernah sepi sekalipun sudah siang.

Padahal di luar Jogja sarapan soto bukan hal yang populer. Banyak menu sarapan lain yang sama juga diminati. Tidak seperti warga Kota Istimewa, yang mayoritas warganya suka sarapan soto. Bahkan di beberapa kota lain soto itu disajikan malam hari. Sebaliknya, makan soto di Kota ini pada malam hari akan dianggap aneh.

#4 Hafal arah mata angin

Orang Jogja dikenal sering menggunakan arah mata angin sebagai penunjuk jalan. Bisa dibilang ini adalah skill yang hanya dimiliki oleh warga Kota Istimewa.

“Dari Tugu ambil arah selatan, nanti ketemu perempatan, terus ke timur sekitar 500 meter”. Begitulah kira-kiranya orang sini memberi petunjuk jalan.

Bagi orang Jogja ini mungkin hal yang biasa. Tapi bagi warga pendatang, hal ini mungkin akan membingungkan. Tenang, buat kalian yang nggak hafal arah angin, cukup liat Merapi. Nah, itu utaranya Jogja. Setelah itu, tinggal sesuaikan saja.

Kalau masih kesulitan, duh, skill issue sih itu. Ancer-ancere wae jelas kok.

Demikianlah kebiasaan warga lokal yang sukses ditularkan ke pendatang. Beberapa teman saya secara tidak langsung meniru polah warga yang katanya unik itu. Dan bagi saya, pendatang yang tertular tingkah orang lokal termasuk beruntung. Sebab mendapat skill baru yang mungkin akan berguna.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebagai orang yang pernah tinggal di sana, saya harus jujur kalau Jogja kini menjelma jadi kota besar yang membosankan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2026 oleh

Tags: gunung merapiJogjakebiasaan warga jogjawarung soto di Jogja
Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

PHK 240 Karyawan di Jogja: Mempertanyakan Janji Tak Ada Kemiskinan di Sumbu Filosofi

PHK 240 Karyawan di Jogja: Mempertanyakan Janji Tak Ada Kemiskinan di Sumbu Filosofi

14 September 2022
Purwokerto, Kota Pelajar tapi Nggak Punya Trotoar yang Memadai, kok kayak Jogja?

Purwokerto, Kota Pelajar tapi Nggak Punya Trotoar yang Memadai

1 Desember 2023
Cara Bertahan Hidup di Jakarta Jika Gajimu di Bawah UMR Jakarta 2024 depok heru budi jogja

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

1 Agustus 2024
Jogja dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Diguyur Hujan Sekali, Banjirnya Berkali-kali

Jogja dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Diguyur Hujan Sekali, Banjirnya Berkali-kali

24 Mei 2025
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

4 Privilige Tinggal di Jogja yang Jarang Dibahas dan Diketahui Orang Lain

2 Juli 2026
Jalan Lempuyangan, Jalur KA Paling Menjengkelkan di Jogja (Unsplash)

Jalan Lempuyangan, Perlintasan Kereta Api Paling Menjengkelkan di Jogja

1 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian Mojok.co

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

25 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Pesan untuk orang tua ambis yang khawatir anaknya nggak juara kelas Mojok.co

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

24 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.