Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Warkop STK, penyelamat kaum duit pas-pasan yang ingin healing di Surabaya

Aditya Ikhsan Pradipta oleh Aditya Ikhsan Pradipta
22 Juli 2026
A A
Warkop STK, penyelamat kaum duit pas-pasan yang ingin healing di Surabaya

Warkop STK, penyelamat kaum duit pas-pasan yang ingin healing di Surabaya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak sulit menemukan mall dan kafe di Surabaya. Kota metropolitan ini memang pusatnya urusan bermegah-megah dan menghabiskan uang. Tapi, kenyataan hidup selalu menunjukkan bahwa di tempat buang-buang uang pun, tak semua punya uang. Oleh karena itulah, warkop STK jadi tempat terbaik bagi orang-orang dengan uang yang mepet.

Warkop STK bak oasis bagi kaum-kaum yang gajinya habis satu hari setelah gajian, atau dengan sangu yang dibilang dikit aja belum. Dengan cat khas warna kuning, hitam, dan merah, STK menawarkan banyak hal, tak hanya perkara ngopi, yang bisa dibeli dengan uang yang tak terlampau banyak.

ADVERTISEMENT

Evolusi Warkop di Surabaya

Kalo Pontianak disebut kota seribu warkop, maka Surabaya menurutku layak juga mengklaim hal yang. Karena bagiku yang asli Surabaya, warkop dari dulu sudah menjadi tempat cangkruk (nongkrong). Sama seperti halnya di Pontianak, di sini cangkrukan di warkop sudah menjadi budaya.

Tapi warkop-warkop zaman dulu, hanya berbentuk warung kecil di pojok gang, berisikan aneka cemilan dan minuman. Ruangan yang tidak terlalu besar dengan kursi kayu yang memanjang, bisa dihitung jari jumlahnya. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan warkop sudah berubah. Semula hanya obrolan santai berisi bapak-bapak, sekarang lintas generasi. Dulu tak menjadi masalah jika tidak ada internet, tapi sekarang warkop kurang lengkap jika tidak ada wifi karena kebutuhan internet begitu tinggi.

Di situlah warkop STK menjadi pionir. Menyediakan lahan parkir yang luas, tempat duduk banyak, wifi stabil, cemilan macam-macam, makanan berat pun ada, serta fasilitas yang memadai dan inovasinya yang kreatif. Mereka dengan cepat mampu menjadi top tier warkop di Surabaya dan ekspansi besar-besaran hingga saat ini.

STK dan manusia-manusia yang datang silih berganti

Dari matahari muncul malu-malu hingga malam terkantuk-kantuk, selalu ada yang singgah di warkop STK. Banyak alasan kenapa selalu ada yang singgah, tapi menurut saya, karena warkop STK memang egaliter. Di sana, tidak ada pembagian kasta, apalagi outfit. Semua diterima dengan tangan terbuka.

Mulai dari mahasiswa yang sedang akrab dengan laptopnya. Lalu, para driver ojol mengistirahatkan diri dari tumpukan orderan atau biasanya juga ada gathering rutinan komunitas ojol. Ada juga pegawai yang baru pulang kantor mampir sejenak, sebelum bertemu keluarga kecilnya. Tentu saja, ada anak-anak muda yang sibuk bermain Mobile Legends. Terakhir, sering saya temui para pengamen dengan suaranya yang merdu, mengalun di atap galvalum warkop STK.

Mereka semua tentu berangkat dari latar belakang yang berbeda, tapi bisa duduk di bangku yang sama. Semua obrolan tertuang di atas meja kayu berwarna kuning beserta asbak dan stop kontak, mengalir tanpa henti. Kadang ada tawa yang tampil, ada juga kesedihan tergambar. Begitulah warkop STK, ada ratusan manusia yang memilih memesan kopi pahit, teh manis, ataupun minuman sachetan kesayangannya untuk sekadar merebahkan pikiran di sini.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Mengapa warkop STK sulit tergantikan

Meski coffee shop silih berganti muncul di Surabaya, warkop STK masih akan sulit tergantikan. Bahkan saya liat sendiri, dua kafe kopi kekinian yang dulu rame banget sekarang berubah menjadi warkop STK. Itu bukan sekadar peralihan lahan, tapi juga sinyal bahwa masyarakat dalam kenyataannya tidak setiap hari mengejar estetika. Sedangkan pebisnis setiap waktu dibayangi cash flow.

Di warkop STK, kita tidak akan merasa dihakimi kalau cuma pesen es teh saja. Begitupun kalo kita duduk berlama-lama, juga tidak akan diusir secara halus. Datang berpakaian biasa saja, tidak menjadi soal karena tidak ada polisi skena di sana. Kita tidak perlu membuktikan apa-apa saat singgah, bahkan kita diperbolehkan membawa makanan dari luar dan disediakan sendok dan garpu.

Di kota yang semakin sibuk dengan realitasnya, mungkin yang dicari warga Surabaya bukan lagi tempat yang memenuhi validasi semata. Mereka hanya membutuhkan tempat yang membuat mereka merasa boleh berhenti sejenak. Bertukar obrolan, memberi jeda pada hidup.

Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Surabaya Memang Kekurangan Tempat Wisata, tapi Tidak Pernah Kekurangan Warkop

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2026 oleh

Tags: harga menu warkop stkmenu warkop stkwarkop di surabayawarkop stk
Aditya Ikhsan Pradipta

Aditya Ikhsan Pradipta

Seorang dari Kota Pahlawan dan pekerja swasta. Menghabiskan waktu senggang menjadi volunteer sosial, menyukai isu lingkungan, perkotaan dan bonusnya senang guyon.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.