Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Legen Tuban kini serba oplosan, tak layak jadi oleh-oleh khas daerah

Mohammad Mukarom oleh Mohammad Mukarom
22 Juli 2026
A A
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan legen tuban

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma (David Kristianto via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kabupaten Tuban adalah membeli legen. Minuman klasik yang menyegarkan, manisnya kalem, dan aromanya khas banget. Namun cepat atau lambat, menurut keyakinan saya, minuman ini akan kehilangan peminat.

Minuman tradisional ini dikenal mengandung banyak sekali manfaat bagi tubuh. Sayangnya, bagi saya yang beberapa kali berkunjung ke Tuban, masih sulit mendapatkan legen Tuban yang murni. Banyak oknum nakal yang menjual legen-legen oplosan. Maraknya praktik culas ini seolah dibiarkan liar tanpa pengawasan. Mereka memperdagangkan legen palsu di tepi-tepi jalan dan juga spot-spot wisata utama di Tuban.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Tuban memang kelihatan lagi getol-getolnya bersolek demi urusan branding wisata. Salah satu proyek besarnya adalah revitalisasi Alun-alun Tuban yang katanya sampai menghabiskan dana belasan miliar rupiah. Pusat kota dibongkar pasang biar terlihat modern di mata publik. Tapi kalau boleh jujur, bagi saya alun-alunnya tetap biasa saja. Tidak ada yang istimewa.

Kalau dipikir-pikir, memoles daerah dengan memajukan wisata itu mustinya beriringan dengan kuliner khas setempat. Dan pemerintah Tuban sepertinya terlalu fokus memoles fisik untuk memanjakan mata, tapi urusan minuman tradisional yang jadi ikon asli daerahnya malah diabaikan. Dampaknya ya begitu, legen Tuban yang dijual di spot wisata utama pun mutunya jadi liar tanpa kontrol sama sekali.

Kelalaian pengawasan ini akhirnya jadi pengalaman zonk buat saya waktu ikut rombongan ziarah ke makam Sunan Bonang kapan lalu. Meski saya tidak pernah beruntung saat berbelanja legen, tapi tetap saja ingin beli dan berharap kali ini saya tidak salah pilih.

Dan yahh, lagi-lagi pengalaman minum legen ini sangat tidak menyenangkan. Rasanya aneh banget. Manis, memang iya, tapi bukan manis alami. Manisnya terasa sangat pekat dan menetap di lidah sampai kerongkongan. Bukannya menghilangkan haus di tengah terik matahari Tuban, legen palsu ini malah bikin tenggorokan gatal dan memicu reaksi batuk berkali-kali.

Cuan instan dari turis musiman

Saya jadi mikir sendiri kenapa kuliner legendaris se-ikonik legen Tuban, sekarang justru dikepung pedagang nakal. Apalagi kalau bukan karena mereka mengejar untung instan dari pasar konsumen musiman yang tidak pernah mati.

Area makam Sunan Bonang dan alun-alun itu magnet uang yang gila-gilaan karena setiap hari didatangi ribuan peziarah dari luar kota. Para pedagang nakal ini tahu betul kalau sebagian besar pembeli adalah wisatawan yang habis beli langsung pulang ke kota asal. Mereka tahu konsumen tidak bakal balik lagi ke lapak mereka dalam waktu dekat.

Baca Juga:

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

Setelah saya cari infonya, katanya apa yang dilakukan oknum pedagang di Tuban demi melipatgandakan stok dan keuntungan, mereka tega mengoplos nira siwalan asli dengan air biasa dan pemanis buatan dosis tinggi. Mereka tidak peduli lagi apakah rasa legennya berubah jadi aneh atau tidak, yang penting barang dagangan laku.

Legen jadi salah satu alasan saya datang ke Tuban

Merasakan badan drop akibat legen palsu akhirnya bikin saya gatal untuk mempertanyakan fungsi kontrol dari pemerintah daerah, terutama dinas-dinas yang mengurusi perdagangan atau pariwisata kota. Karena legen jadi minuman khas daerah, ia adalah representasi pertama yang diingat wisatawan seperti saya saat mendengar kata Tuban.

Sangat disayangkan kalau kondisi menjamurnya pedagang legen nakal ini dibiarkan. Tata kota Tuban bisa jadi lebih baik dengan revitalisasi seperti di alun-alun. Tapi saya yakin tidak semua orang yang datang ke tuban karena itu saja, terkadang kulineran dan berbelanja oleh-oleh khas Tuban juga bisa jadi suatu alasan.

Penulis: Mohammad Mukarom
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal Ciamik di Tuban yang Membuat Orang Lamongan Seperti Saya Iri Dengki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2026 oleh

Tags: legen tubanmakam sunan bonangoleh-oleh khas tubanTuban
Mohammad Mukarom

Mohammad Mukarom

Seorang penyiar radio yang lagi doyan nulis artikel opini dan sedang membangun minat baca lewat tulisan-tulisan di Mojok.

ArtikelTerkait

Kamus dialek Tuban mojok

Kamus Dialek Tuban: Mengenal Imbuhan Nem, Seruan Leh, dan Kosakata Khas Tuban

5 Oktober 2021
Betapa Teganya Oknum-oknum yang Menyebarkan Berita Bohong pada Warga Tuban yang Sedang Dihantam Bencana

Betapa Teganya Oknum-oknum yang Menyebarkan Berita Bohong pada Warga Tuban yang Sedang Dihantam Bencana

25 Maret 2024
5 Kuliner Khas Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

6 Februari 2022
Indomaret T3BG RE Martadinata Jadi Rest Area Terbaik di Pantura (Unsplash)

Rest Area Terbaik di Pantura Jatuh kepada Indomaret T3BG RE Martadinata. Ini Alasannya!

11 November 2025
Lamongan Semakin Suram di Balik Gemerlap Mojokerto dan Tuban

Lamongan Semakin Suram di Balik Gemerlap Mojokerto dan Tuban

13 Maret 2025
Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

9 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat Mojok.co

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat 

21 Juli 2026
Dosa pengusaha kuliner, pakai foto hasil AI untuk jualan hingga pembeli merasa tertipu Mojok.co

Dosa pengusaha kuliner, pakai foto makanan hasil AI hingga pembeli merasa tertipu

20 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.