Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Gara-Gara Medsos, Mengapa Kita Malah Terasing?

Riris Aditia N oleh Riris Aditia N
17 Juni 2019
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sadar nggak sih, kalau kita sering menggadaikan dunia nyata demi kebahagiaan maya? Salah satu contohnya saat kita bermain medsos.  Segalanya kita curahkan, tapi kita selalu menolak disebut kesepian. Segala momen kita posting, tapi kita selalu menolak jika disebut tukang pamer. Segalanya kita bagikan tanpa filter, tapi kita selalu berdalih hanya ingin mengabadikan momen spesial biar kenangnnya tak lekang virus komputer.

Memangnya, sebegitu pentingnya kah kehidupan kita, sehingga semua orang harus tahu? Iya kalau kita ini presiden atau selebriti papan atas yang berita (gosip)-nya selalu dinanti netijen dan Lambe Turah? Lha kamu dan aku (yang cuma remahan rempeyek ini) ngapain update status lebih dari 3x sehari? Kayak minum obat diare aja!

Karena disebut remahan rempeyek, jiwa-jiwa alumni kelas motivasimu pun berontak, “Biarkan saja sekarang aku bukan siapa-siapa. Tapi tunggu 1, 2, 3, atau 50 tahun lagi, kita pasti jadi orang sukses.”

Lihatlah Awkarin atau Atta Halilintar. Dulu mereka bukan siapa-siapa. Tapi berkat aktif nyetatus di medsosdan bikin vlog keseharian mereka (yang dulu bukan siapa-siapa), akhirnya mereka bisa jadi influencer dan banjir endorse. Siapa yang nggak tergiur? Pantas saja kids jaman now pada kepingin jadi influencer atau youtuber. Biar kalau sudah waktunya kuliah, mereka bisa dapat beasiswa dari UPN Veteran Jakarta. Nah loh, yang begini ini nih yang sering disalahpahami~

Gara-gara medsos, kita jadi lupa caranya berdoa’a pada Tuhan. Malah, sekarang kita lebih khusyuk berdo’a kepada follower kita yang nggak sampai 10k. Coba ingat-ingat, saat kita sakit atau diliputi masalah yang membuat kita sedih, stress, dan tertekan; kita pasti lebih gercep berdoa lewat status Facebook, Twitter, atau Instastory.  Meski Tuhan ada dimana-mana, apa iya Tuhan juga bermain medsoslalu tiba-tiba komen di statusmu, “Sabarlah, wahai hambaku,” Kan kamu bisa viral jadinya!

Gara-gara medsos, status kita sebagai manusia bebas telah berubah menjadi budak kamera denga segala filternya. Buktinya, saat travelling ke suatu tempat, kita lebih sibuk dengan kamera dan berbagai filternya; ketimbang menikmati keindahan tempat itu dan bercericau bebas dengan penduduk lokal/ teman seperjalanan.

Bukti selanjutnya, saat menggelar pertemuan, seperti buber/ reunian, kita justru asyik dengan HP masing-masing. Yang punya pacar asyik chatting sama  selingkuhan (eh, sama pacar maksudnya). Yang jomblo asyik melototi notif grup WA keluarga yang isinya berita hoaks. Benar-benar tak ada saling tukar cerita secara mendalam, karena update story lInstagram lebih diutamakan. Di suasana yang begitu asing itu, lalu kita sering memposting-nya dengan caption “indahnya kebersamaan”.  Hello, dimana letak ‘kebersamaan’ yang kau maksud wahai kids hype kekinian??

Parahnya, saat berjumpa teman lama, kita lebih mendahulukan untuk meminta foto dan menanyakan apa nama medsosnya, bisar kita bisa tag dengan caption “long time no see”. Padahal, pada saat itu kita lupa menanyakan bagaimana kabar dan kehidupannya saat ini. Memang kebangetan penyakit lupa  jaman ini.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive

Gara-gara medsos, kita layaknya pepatah “Gajah di pelupuk mata tak tampak, tapi semut di seberang lautan tampak.” Kehidupan nyata di hadapan kita seolah kabur, karena perhatian kita lebih tergiur pada warna-warni dunia maya. Segala pemberitaan selebriti kita perbarui, tapi kabar kesehatan saudara dan keluarga tak pernah kita ketahui. Momen kebersamaan di kehidupan nyata tak benar-benar kita nikmati, tapi likes dan komentar dari teman-teman medsosselalu dinanti.

Kalau saya tak salah mengutip, benar kata Mc. Luhan dulu. Bahwa kehadiran teknologi 2.0 layaknya medsostelah membuat kita lupa memaknai arti komunikasi sesungguhnya. Kata Mc. Luhan, medium is the message. Teknologi komunikasi bukan lagi sebagai alat penghantar pesan, tapi menjadi pesan itu sendiri.

Sekarang, makna suatu pesan tak lagi penting, karena kehadiran teknologi itulah yang lebih penting. Seperti deretan status galaumu di timeline, foto-foto selfie yang kau unggah dengan berbagai filter, atau vlog “hi guys-mu” yang meniru sang junjungan Ricis dan Atta Halilintar. Semua konten itu tak lagi penting, karena yang penting bagi khalayak permedsosan saat ini adalah, “yang penting update (yang penting pakai teknologi)”

Semoga setelah ini, kita bisa menemukan kebahagian sejati dari medsosatau pun tanpa tanpa medsos~

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Dunia MayaMedsosSosmedTerasing
Riris Aditia N

Riris Aditia N

Freelance writer & stroyteller

ArtikelTerkait

Off dari Media Sosial Adalah Hal yang Biasa Aja, Nggak Usah Geger! terminal mojok

Off dari Media Sosial Adalah Hal yang Biasa Aja, Nggak Usah Geger!

14 Agustus 2021
Tiktok (Pernah) Dianggap Medsos Goblok, Padahal Twitter dan Instagram Sama Saja Gobloknya (Unsplash.com)

Tiktok (Pernah) Dianggap Medsos Goblok, Padahal Twitter dan Instagram Sama Saja Gobloknya

28 September 2022
nicholas saputra ganteng bikin repot mojok

Betapa Membosankannya Isi Medsos Nicholas Saputra

24 Juni 2021
komentar jahat

Azab Paling Cocok untuk Orang yang Suka Komentar Jahat di Medsos

24 Desember 2021
Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos terminal mojok.co

Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos

28 Juni 2021
Hal yang Menguntungkan Ketika Menggunakan Fitur Instagram Private terminal mojok.co

Instagram Reels: Setelah Snapchat dan TikTok, Siapa Lagi yang Mau Direbut Pasarnya, Wahai Instagram?

1 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.