Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
25 Maret 2026
A A
Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

Share on FacebookShare on Twitter

Eksekutif harga hampir satu juta, tapi gerbongnya kalah jauh dibanding new generation. Itulah sedikit ungkapan kekesalan saya saat naik kereta tambahan Gambir-Surabaya.

Lebaran kali ini cukup terasa pertarungan merebutkan tiket kereta untuk satu kursi mudik menuju kampung halaman, nggak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun yang membuat tercengang selain harga yang nggak masuk akal, seolah PT KAI sedang aji mumpung buat memeras dompet para calon penumpang adalah fasilitas kereta yang nggak sebanding dengan harga nggak wajar yang diberikan.

Di atas kertas, kereta ini berperan sebagai penyelamat bagi mereka yang kalah perang war tiket kereta reguler. Namun, secara realitas, menaiki kereta ini sering kali terasa seperti membayar harga luxury untuk pengalaman kelas mediator, sama sekali tidak pantas.

Kereta tambahan Gambir-Surabaya: Harga puncak untuk armada simpanan

Masalah klasik yang selalu berulang setiap musim mudik adalah ketimpangan antara harga tiket dan kualitas armada. Kereta tambahan eksekutif rute Gambir-Surabaya sering kali dibanderol dengan harga tinggi alias tarif batas atas, yang bisa menyentuh angka satu juta rupiah.

Celakanya, armada yang dikeluarkan KAI untuk memenuhi lonjakan penumpang ini sering kali bukanlah unit Stainless Steel terbaru. Melainkan unit-unit cadangan yang biasanya tidur di depo.

Bayangkan, kita telah menyisihkan sebagian THR untuk kenyamanan maksimal selama berjam-jam perjalanan mudik. Namun, saat kereta melaju masuk ke peron Gambir, yang datang adalah gerbong eksekutif angkatan lama dengan interior jadul. Kursinya mungkin tetap berbahan beludru. Tapi pegasnya sudah tak lagi empuk, dan sistem reclining-nya terkadang harus dibantu tenaga ekstra agar mau bersandar. Di sini, penumpang seolah dipaksa membayar mahal bukan untuk fasilitas, melainkan demi sebuah pulang kampung.

BACA JUGA: KA Gaya Baru Malam Selatan New Generation: Ketika Si Tua Bangka Dipaksa Glow-Up demi Status Sosial

Kekalahan telak dari Standar New Generation

Ironi mudik semakin terasa ketika kereta tambahan ini harus disalip atau bersandingan dengan kereta reguler macam Argo Bromo Anggrek yang sudah menggunakan armada New Generation. Perbandingannya sungguh menyakitkan mata. Di saat penumpang kereta reguler menikmati pintu geser otomatis yang senyap dan layar informasi digital yang futuristik, pemudik di kereta tambahan masih harus bergelut dengan pintu manual yang beratnya minta ampun hanya untuk sekadar ke toilet atau ke gerbong makan.

Baca Juga:

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

Belum lagi bicara soal konektivitas. Di era di mana gawai adalah nyawa kedua, ketiadaan USB charging port di setiap kursi pada armada lama terasa ketinggalan zaman. Penumpang harus berebut satu-satunya colokan di dinding kabin yang posisinya sering kali tidak ergonomis. Deru roda di atas rel dan getaran mesin yang bocor ke dalam kabin membuat perjalanan mudik yang seharusnya penuh kedamaian menjadi melelahkan bagi telinga dan pikiran.

Menagih keadilan di tengah ritual mudik

KAI seolah-olah memanfaatkan psikologi pemudik yang asal bisa pulang, harga tiket kereta berapa pun dibayar. Namun, secara etika bisnis transportasi, mematok harga setinggi langit untuk fasilitas yang tertinggal satu dekade adalah praktik yang patut dipertanyakan. Standar eksekutif seharusnya menjadi janji kualitas yang seragam. Bukan untung-untungan di mana penumpang yang membayar harga sama bisa mendapatkan fasilitas yang berbeda kasta secara drastis.

Seharusnya, momen mudik menjadi ajang bagi KAI untuk menunjukkan performa terbaiknya. Bukan sekadar momen mengeruk cuan dengan mengeluarkan semua cadangan armada kereta tanpa memperhatikan standarisasi kenyamanan.

Jika memang unit yang tersedia adalah unit lama, skema harga yang lebih progresif dan jujur adalah solusinya. Jangan sampai pulang kampung ini ternoda oleh rasa kecewa karena merasa dieksploitasi oleh harga eksekutif yang ternyata hanya sekadar nama tanpa makna kemewahan yang nyata.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2026 oleh

Tags: KAIkereta eksekutifkereta gambir-surabayakereta tambahan
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

KA Gajahwong, Kereta Kelas Eksekutif Rute Jakarta-Jogja Termurah yang Nggak Murahan

KA Gajahwong, Kereta Kelas Eksekutif Rute Jakarta-Jogja Termurah yang Nggak Murahan

29 Agustus 2024
Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda KAI

Go Show Tidak Sama dengan Tarif Khusus, dan Istilah Kereta Api Lain yang Sering Dianggap Sama, padahal Beda

2 November 2025
Kereta Api Suite Class Compartment Memang Mewah, tapi Punya Beberapa Kekurangan Mojok.co

Kereta Api Suite Class Compartment Memang Mewah, tapi Punya Beberapa Kekurangan

22 Juli 2024
Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik Mojok.co

Alasan Saya Kecewa Naik Kereta Panoramic yang Terkenal Cantik dan Unik

6 Mei 2024
KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

1 Januari 2026
Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

Kasta Kereta Api Kediri-Semarang, KA Majapahit Masih Jadi Juaranya

4 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah S3 di Taiwan Bikin Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia Mojok.co

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

25 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

24 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ketika Orang Jogja Dibuat Menyesal Sarapan Gudeg Jogja karena Jadi Korban Nuthuk Rega
  • Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”
  • Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati
  • 4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan
  • Penyakit Kronis Pemuda di Desa yang Bikin Hidup Susah: Utang Bank untuk Hal Tak Penting, Gaji Tak Pasti tapi Cicilan Pikir Keri buat Ortu Terbebani
  • Dosa Mahasiswa Interior di Surabaya: Memuja Garis Presisi di Studio, tapi Menyembah Kue Lembek di Dapur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.