Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
10 Maret 2026
A A
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Di dunia perkeretaapian Indonesia, ada kereta yang jelas posisinya. Ada yang premium, cepat, mahal, dan jadi simbol perjalanan nyaman. Ada juga yang sederhana, murah, dan jujur sejak awal sebagai kereta ekonomi biasa. Namun di antara semua itu, ada dua nama yang sering terasa menggantung di tengah jalan. Dua kereta yang tidak sepenuhnya buruk, tetapi juga sulit disebut memuaskan. Dua kereta yang selalu menghadirkan rasa murung yang aneh ketika perjalanan selesai. Dan dua kereta itu adalah KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan.

Keduanya bukan kereta buruk. Bahkan secara fungsi, keduanya sangat penting. Mereka menghubungkan kota-kota besar dan kecil, membawa ribuan penumpang setiap hari, dan menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat kelas menengah bawah.

Tetapi anehnya, pengalaman naik dua kereta ini sering meninggalkan rasa yang sama. Rasa setengah puas, setengah lelah, perjalanan yang tidak pernah benar-benar nyaman, tetapi juga tidak cukup buruk untuk dikeluhkan dengan keras. Di situlah letak rasa nanggung yang membuat keduanya terasa murung.

Perjalanan panjang yang terasa lebih lama

Salah satu alasan kenapa perjalanan dengan dua kereta ini sering terasa berat adalah durasinya. Baik Sri Tanjung maupun Kahuripan dikenal sebagai kereta dengan perjalanan panjang dan waktu tempuh yang tidak bisa dibilang cepat. KA Sri Tanjung melayani rute dari Yogyakarta menuju Banyuwangi. Jalurnya melewati banyak kota seperti Solo, Madiun, hingga Jember sebelum akhirnya sampai di ujung timur Pulau Jawa.

Sementara itu KA Kahuripan berjalan jauh dari Blitar menuju Bandung. Perjalanan ini melintasi separuh Pulau Jawa dengan ritme yang santai, berhenti di banyak stasiun, dan bergerak seperti kereta yang tidak pernah benar-benar terburu-buru. Masalahnya bukan pada jarak. Kereta jarak jauh memang wajar memakan waktu lama.

Masalahnya adalah ritme perjalanan yang terasa lambat dan melelahkan. Kereta sering berhenti lama di stasiun untuk menunggu persilangan. Kadang kereta lain yang lebih cepat lewat terlebih dahulu. Kadang kereta barang mendahului. Kadang sekadar menunggu jalur kosong. Penumpang yang awalnya santai perlahan mulai gelisah.

BACA JUGA: KA Kahuripan Adalah Kereta Murahan, yang Sekarang Menjadi Anak Tiri PT KAI: Gerbong Tua, AC Mati, Kursi Menyiksa

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan yang tidak sepenuhnya nyaman

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan ini berada di kelas ekonomi. Secara teori, kelas ekonomi saat ini sudah jauh lebih baik dibanding masa lalu. Pendingin udara sudah ada. Kursi sudah lebih rapi. Tiket bisa dibeli secara digital lewat aplikasi seperti KAI Access.

Baca Juga:

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

Namun realitas di dalam gerbong sering berbeda dari harapan. Kursi ekonomi yang saling berhadapan membuat ruang kaki terbatas. Ketika perjalanan berlangsung lebih dari sepuluh jam, posisi duduk yang sempit mulai terasa melelahkan. Penumpang harus mencari posisi nyaman yang sebenarnya hampir tidak ada.

Yah, keluhan kereta ekonomi seperti biasanya lah.

Sebenarnya, tidak ada yang benar-benar salah dengan fasilitasnya. Tapi untuk perjalanan yang sangat panjang, kenyamanan seperti ini terasa setengah jadi.

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan tidak pernah terlihat istimewa

Di tengah modernisasi perkeretaapian Indonesia yang terus berkembang, KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan jarang sekali menjadi sorotan. Kereta ini tetap berjalan di jalur yang sama dari tahun ke tahun. Tidak ada usaha yang muncul agar bikin kereta api ini jadi lebih baik ketimbang sebelumnya.

Tapi ya, walaupun terasa serba nanggung, dua kereta ini tetap memiliki peran yang sangat penting. Banyak orang mengandalkan keduanya untuk perjalanan jauh dengan biaya yang masuk akal. Mahasiswa pulang kampung. Pekerja merantau. Pedagang membawa barang. Semua bercampur dalam satu gerbong yang sama.

Mungkin memang KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan ini marwahnya di fungsi. Mengantar dari titik A ke B. Makanya, tidak ada branding, tidak ada perubahan, tidak lebih mewah ketimbang sebelumnya.

Nanggung yang justru menjadi identitas

Pada akhirnya, rasa nanggung itu justru menjadi identitas mereka sendiri. KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan ini tidak cepat. Tidak mewah. Tidak juga buruk. Mereka berada di wilayah abu-abu yang aneh dalam dunia transportasi.

Namun justru karena itu mereka terasa sangat manusiawi. Perjalanan dengan kereta ini penuh kompromi. Penumpang belajar sabar, belajar menunggu, belajar menikmati perjalanan panjang yang kadang terasa membosankan.

Dan ketika akhirnya kereta berhenti di stasiun tujuan, perasaan yang muncul sering bukan kegembiraan besar. Melainkan kelegaan kecil yang tenang. Seperti mengakhiri perjalanan panjang yang sejak awal memang sudah terasa sedikit murung.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: KA KahuripanKA Sri Tanjungkekurangan kereta api ekonomikereta api ekonomi
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Memilih Kursi Kereta Api Ekonomi Premium Itu Nggak Perlu Pakai Rumus, Ini Hanya Perkara Hoki!

Memilih Kursi Kereta Api Ekonomi Premium Itu Nggak Perlu Pakai Rumus, Ini Hanya Perkara Hoki!

7 Oktober 2023
Percayalah, Kereta Api Ekonomi Itu Pantas Difavoritkan!

Percayalah, Kereta Api Ekonomi Itu Pantas Difavoritkan!

17 Februari 2020
Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan

Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan

9 Februari 2024
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
5 Rekomendasi Stasiun untuk Ahli Isap di KA Sri Tanjung Terminal Mojok

5 Rekomendasi Stasiun untuk Ahli Isap di KA Sri Tanjung

27 Maret 2022
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

23 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

4 Maret 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street

Vario Street Adalah Gebrakan Sia-Sia dari Honda: Niatnya Ingin Sporty, Malah Kelihatan Basi  

7 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026
Pengalaman Naik Toyota Calya dari Kudus ke Semarang: Rasanya seperti Naik Gerobak Ber-AC, Kapok!

Dulu Saya Menganggap Toyota Calya Adalah Gerobak Diberi Mesin, tapi Kini Saya Menjilat Ludah Sendiri

3 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn
  • Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati
  • Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja
  • Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran
  • Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial
  • Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.