Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Setelah Melewati Banyak Derita, Saya Yakin Rukun Islam yang Paling Sulit Dilakukan itu Bukan Naik Haji, tapi Mendirikan Syahadat

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
4 Maret 2026
A A
Rukun Islam Paling Sulit Dilakukan Bukan Naik Haji, tapi Syahadat (Unsplash)

Rukun Islam Paling Sulit Dilakukan Bukan Naik Haji, tapi Syahadat (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, saya belajar rukun Islam dari Pak Ustaz dan guru agama di sekolah. Saya hafal, bahkan di luar kepala. Maklum, rukun Islam ini jadi langganan soal ujian. 

Kalau sekarang, masih ingat nggak? Harusnya sih masih, ya. Minimal, ingat kelima-limanya meski harus mikir dikit untuk urutan. Atau, jangan-jangan sudah berada di luar kepala yang sesungguhnya? Alias, lupa? Hahaha… Begitulah. Apa yang pernah ada di kepala memang bisa semudah itu untuk terlupa. 

Baiklah, mari kita ingat lagi. Rukun islam itu ada 5: bersyahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan pergi haji bagi yang mampu. 

Sepintas, dari kelima ini, pergi haji menjadi rukun Islam yang paling sulit. Dan apakah itu salah? Nggak juga. Dulu saya juga mikirnya begitu. Tepatnya, sebelum saya melewati banyak sekali peristiwa jatuh dan bangun karena dunia.

Pergi haji memang sulit, tapi bukanlah yang tersulit 

Ketika seorang muslim mau menunaikan ibadah haji, kita harus menyiapkan banyak hal. Pertama, jelas soal biaya. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026, rata-rata, Rp87,4 juta per jemaah, dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah sekitar Rp54,19 juta. Duit gede itu. 

Nggak semua orang cukup bersin saja untuk dapat duit segitu. Ada yang sampai harus jual sawah, atau menabung hingga berdarah-darah.

Masalahnya, punya duit pun, belum tentu bisa langsung menunaikan rukun Islam ini. Calon jemaah haji harus berhadapan dulu dengan antrean keberangkatan yang saking panjangnya, kadang calon jemaah sudah keburu dipanggil Sang Kuasa. Definisi mampu, tapi belum terpanggil. 

Secara fisik juga, haji itu luar biasa berat. Harus tawaf di tengah lautan manusia, wukuf di bawah terik matahari yang menyengat, hingga melontar jumrah yang menguras energi. Belum tentu semua orang punya fisik yang tangguh untuk menjalani itu semua. Jadi, ya, wajar kalau kita sering merasa bahwa haji adalah rukun Islam yang paling berat.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Tapi lagi-lagi, semakin dewasa, saya semakin menyadari bahwa pergi haji itu sulit, tapi ia bukanlah yang paling sulit. Karena rukun Islam yang paling sulit, sejatinya adalah yang menjadi akar dari segala-galanya. Yaitu, syahadat.

Syahadat bukan semata simbol login

Kalian mungkin bertanya-tanya. Kok bisa mengucapkan syahadat yang “cuma” Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah itu sulit? Kan cuma modal mangap doang. Nggak butuh duit, ngapain harus bikin visa, tak perlu juga aktivitas fisik.

Hmm, modal mangap doang katanya. Iya, sih. Mengucapkan syahadat sebagai salah satu rukun Islam memang hanya butuh waktu beberapa detik. Tapi menghidupkannya? 

Ya Allah, itu benar-benar perjuangan seumur hidup. Berbeda dengan naik haji yang diberi tanda bintang kecil “Bagi yang mampu”, syahadat menjadi rukun Islam yang harus diamalkan setiap detik, tanpa jeda, hingga nafas terakhir tiba.

Syahadat ini bukan semata soal login ke Islam, ya. Tapi, syahadat adalah soal keyakinan mutlak di dalam hati bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul utusannya. Nah, yang bikin sulit adalah, hati manusia ini seringkali seperti air: mudah sekali beriak, mudah sekali dibolak-balikkan. 

Bukti syahadat itu menjadi rukun Islam paling sulit

Saya jadi ingat saya pernah mewek gara-gara duit ilang. Marah karena merasa dicurangi juga pernah. Dan sering pula kepala ini migrain karena mikir tentang masa depan. Bagaimana kalau begini dan bagaimana kalau begitu, dan seterusnya. 

Pokoknya, hati sama pikiran isinya cuma kecemasan-kecemasan duniawi saja. Termasuk, ketika masalah menimpa bertubi-tubi. Bisa-bisanya diri ini dengan entengnya mengeluh, “Kenapa harus aku ya, Rabb? Kenapa?” 

Kan aneh, ya? Di mana syahadat saya saat itu? Kalaulah syahadat itu benar-benar tertanam di hati, seharusnya saya tidak perlu cemas dengan badai yang terjadi, sehebat apapun itu. Dan kalaulah syahadat itu benar sudah tertanam di hati, seharusnya tak ada lagi ruang untuk mempertanyakan kehendak-Nya. 

Nyatanya? Ya begitulah. Susah banget mau istiqamah mewujudkan rukun Islam ini. Di situlah saya merasa sangat gagal. Syahadat saya ternyata belum meresap ke hati. Ini jadi bukti bahwa syahadat adalah rukun Islam yang paling sulit.

Tentang syahadat rasul

Itu baru poin syahadat tauhid (Asyhadu an laa ilaaha illallaahu), ya. Belum soal syahadat rasul (Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah).

Jadi gini. Saya haqqul yaqin, Nabi sebagai sosok mulia, nggak pernah ngrasani orang lain. Nabi juga pasti betah berlama-lama membaca Al-Quran. Dan saya yakin pula, Nabi nggak pernah ngarep pujian untuk hal baik yang sudah dilakukan.

Lha saya? Kalau ada teman yang kasih pembukaan, “Eh, tahu nggak, sih?” saya langsung menggeser kursi biar makin afdal. Trus kalau baca Al-Quran, baru berapa halaman sudah ngantuk. Giliran nonton drakor, bisa berjam-jam. Trus kalau berbuat sesuatu, ngarep banget supaya mendapat pujian.

Kalau sudah begitu, lantas, apa arti syahadat rasul yang selama ini terucap ketika salat? Apakah hanya sebatas teles-teles lambe alias formalitas saja? Bukankah seharusnya, syahadat rasul itu mampu membawa diri ini untuk meneladani sifat-sifat Nabi? Nyatanya? Ya, gitu deh. Kadang ingat, seringnya nggak. Menyedihkan sekali memang.

Akkkk. Pengin nangis sumpah. Sesusah itu ternyata menjaga syahadat.

Setiap hari adalah peperangan untuk menjaga syahadat sebagai rukun Islam

Pada akhirnya, saya benar-benar yakin bahwa syahadat adalah rukun Islam yang paling sulit. Secara tidak langsung, setiap detik, setiap tarikan nafas adalah peperangan untuk menjaga sejauh mana kita mampu menjaga syahadat kita. 

Saat saya memilih untuk berbohong demi keuntungan kecil, ketika merasa iri dengan nikmat orang lain, dan khususnya ketika terlalu cemas dengan masa depan, di situ sebenarnya syahadat saya sedang mendapat ujian. 

Pantas saja jika syahadat ditempatkan di nomor satu. Karena sejatinya, syahadat adalah kunci dari rukun-rukun yang lain. Ketika rukun Islam yang pertama mampu kita jaga, maka pintu-pintu rukun yang lain akan terbuka.

Semoga kita selalu dimudahkan untuk menjaga syahadat kita dimanapun kita berada ya. Bumi sudah semakin tua, dan bisa apa kita tanpa perlindungan-Nya?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rukun Iman Ada 6, Wajib Dipelajari Umat Muslim

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2026 oleh

Tags: 5 rukun islamberpuasa di bulan Ramadanbersyahadatmendirikan salatmenunaikan zakatnaik hajipergi hajipergi haji bagi yang mampurukun islamrukun islam ada berapasyahadat rasul
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos Mojok.co

Terbiasa Naik Kereta di Stasiun Tugu Jogja Bikin Saya Kaget dengan Stasiun Lempuyangan yang Chaos

12 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Dear Wisatawan, Pakai Bahasa Jawa di Jogja Tak Lantas Bikin Harga Barang yang Kamu Beli Jadi Lebih Murah

13 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka
  • Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”
  • Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika
  • iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.