Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
1 Februari 2026
A A
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berkunjung ke Semarang tanpa mampir ke Lawang Sewu itu bak makan Lumpia nggak pakai rebung. Ada yang kurang. Bangunan cagar budaya yang berdiri di jantung kota ini selalu punya daya pikat magis. Terlebih bagi siapa saja yang baru pertama kali menghirup polusi di Kota Atlas. 

Anehnya, ada sebuah perasaan unik yang biasanya terjadi tepat setelah kaki melewati gerbang keluar. Semacam ada rasa cukup yang membuat hasrat untuk balik lagi mendadak lenyap. Lawang Sewu memang elok. Tapi, bagi sebagian orang, destinasi tersebut adalah tipe tempat yang cukup dikunjungi sekali dalam seumur hidup. 

ADVERTISEMENT

#1 Paradoks seribu pintu yang monoton

Nama Lawang Sewu yang berarti seribu pintu sangat mudah bikin penasaran. Orang-orang biasanya langsung bertanya-tanya, benarkah jumlah pintu di gedung lawas itu mencapai seribu? 

Kenyataannya, jumlah pintu di gedung itu tidak mencapai ribuan. Sialnya, sensasi bosan yang menghinggapi bisa terasa seolah-olah sudah melewati sepuluh ribu pintu. Perlu diakui, setiap jengkal lorong dan sudut ruangan memang cantik untuk dipotret.

Namun, setelah beberapa puluh menit, pemandangan yang didapat hanyalah itu-itu saja. Repetisinya luar biasa bikin jenuh. Kalau nggak punya kecintaan mendalam terhadap arsitektur kolonial, menelusuri Lawang Sewu akan terasa seperti terjebak di dalam labirin menjemukan yang nggak berujung.

Baca juga Semarang Itu Luas, tetapi yang Enak Ditinggali Cuma Banyumanik dan Tembalang, Lainnya Tidak!  

#2 Mafia parkir Lawang Sewu Semarang bikin emosi

Bagi yang baru pertama kali ke sini dengan membawa mobil, sangat disarankan untuk langsung menyerah dan memilih parkir di mal terdekat saja. Meski harus jalan kaki sedikit, tarifnya jelas karena pakai sistem per jam. Ditambah, nggak perlu adu urat. Sebab, mencoba peruntungan parkir di sekitaran Lawang Sewu adalah jalan tol menuju emosi jiwa.

Lahan parkir sangat terbatas. Kalau lagi apes, pengunjung dengan kendaraan roda empat dipaksa masuk ke gang-gang sempit di pinggir kali yang lebarnya pas-pasan. Di sinilah keajaiban dimulai. Tanpa karcis resmi dan hanya bermodal peluit, tarif parkir bisa mendadak melambung jadi Rp 15.000 sekali berhenti.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Bahkan, dalam beberapa kasus, nominalnya melonjak gila-gilaan hingga Rp25.000 dengan dalih sumbangan buat karang taruna atau uang keamanan kampung setempat. Selama urusan parkir masih dipegang preman lokal dengan aturan rimba seperti itu, rasanya mengurungkan kembali ke Lawang Sewu adalah keputusan paling bijak ketimbang kena palak.

Baca juga #3 Hilangnya sensasi …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2026 oleh

Tags: lawang sewuSemarangwisatawisata hororwisata semarangwisatawan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan Terminal Mojok

Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan

28 April 2022
5 Hal Menyebalkan di Madiun yang Bikin Wisatawan Pikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Hal Menyebalkan di Madiun yang Bikin Wisatawan Pikir Dua Kali sebelum Berkunjung

9 November 2025
UNDIP Semarang Saya Tolak demi Kuliah Dekat Rumah (Unsplash)

Saya Bersyukur Pernah Menolak UNDIP Semarang dan Lebih Memilih Kuliah di Universitas Swasta Dekat Rumah

3 Maret 2024
Semarang Unggul Jauh dari Surabaya dari sisi BRT (Unsplash)

Cek Fakta! Klaim Surabaya Lebih Unggul dari Semarang Soal BRT Itu Nggak Masuk Akal

25 Juli 2023
3 Tips Berwisata ke Dieng agar Berkesan dan Nggak Zonk

3 Tips Berwisata ke Dieng agar Berkesan dan Nggak Zonk

26 Agustus 2022
Destinasi Wisata si Solo Menggoda, tapi Nggak Semua Orang Cocok Berlibur ke Sana Mojok.co

Destinasi Wisata di Solo Menggoda, tapi Nggak Semua Orang Cocok Berlibur ke Sana

30 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.