Kurang lengkap rasanya membicarakan kuliner Lumajang tanpa membahas Warung Gunung Semeru. Tempat makan satu ini begitu ikonik hingga menjadi tujuan kulineran orang-orang dari luar Lumajang. Saat saya makan di sana, saya berjumpa dengan pengunjung lain yang berasal dari Jember dan Jakarta. Katanya, mereka penasaran dengan rasa masakannya.
Ada dua faktor yang membuat warung Gunung Semeru ramai. Pertama, lokasinya berada di dataran tinggi sehingga punya udara yang segar dan sejuk. Itu menjadi salah satu faktor daya tarik kepada pembeli yang sudah sumpek dengan panasnya udara di dataran rendah. Selain itu, lokasinya berada di jalur untuk pergi ke wisata-wisata dataran tinggi di Lumajang.
Kedua, cita rasanya enak. Warung Gunung Semeru Lumajang, hanya menyajikan 3 menu: penyetan, pecel, dan soto. Saya sudah mencoba ketiganya dan semuanya juara.
Menu penyetan, ikannya besar, sambalnya pedas-segar, dan sayurnya melimpah. Sama halnya dengan pecelnya, porsi sayurnya banyak. Ditambah lagi bumbu pecelnya yang kental, gurih, dan pedas. Terakhir, sotonya punya kuah yang bumbunya medok dan suwiran ayamnya banyak.
Warung yang selalu ramai
Tidak mengherankan kalau warung Gunung Semeru Lumajang selalu dipadati pengunjung. Kalau tidak salah ingat, saya sudah enam kali ke sana baik saat weekdays maupun weekend dan selalu ada saja pengunjungnya. Setiap meja hampir dipenuhi oleh pembeli. Pengunjung datang silih berganti.
Kalau weekdays saja sudah ramai, apalagi waktu weekend, pembelinya di luar nalar. Saya pernah dua kali datang ke warung Gunung Semeru saat akhir pekan. Yang pertama, saya harus rela berdiri antre di luar selama 30 menit karena di dalam sudah penuh.
Terus yang kedua kali, saya tidak jadi makan. Soalnya, di dalam masih banyak pembeli yang makan, terus antrean pembeli di luar masih panjang. Dari sana, saya dan orang tua memutuskan beli makan di tempat lain daripada berdiri lama dengan kondisi perut keroncongan. Dengan melihat kondisi yang makan di dalam masih banyak plus antrean di luar panjang, perkiraan saya, baru bisa makan dalam durasi waktu satu jam. Sangat melelahkan.
Baca halaman selanjutnya: Warung Gunung Semeru …



















