Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Alasan Work From Mall Tidak Cocok bagi Banyak Orang, Lebih Baik Work From Home

Nafiuddin Fadly oleh Nafiuddin Fadly
31 Desember 2025
A A
4 Alasan Work From Mall Tidak Cocok bagi Banyak Orang, Lebih Baik Work From Home

4 Alasan Work From Mall Tidak Cocok bagi Banyak Orang, Lebih Baik Work From Home

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ada berita tentang pemerintah yang ingin membuat kebijakan Work From Mall, saya jadi tertarik untuk membahas. Pemerintah mungkin terpikir untuk membuat kebijakan karena tren anak muda yang bisa bekerja dari mana saja dan mall menjadi salah satu pilihan tempat bekerja. Yah, kita tahu, Work From Home dan Work From Anywhere jadi pilihan anak muda di masa kini.

Sekilas, saya membaca informasi tersebut antara yakin dan tidak yakin. Saya yakin tetap ada orang-orang yang suka bekerja di mall. Namun, saya lebih yakin lagi jika banyak orang-orang yang enggan untuk Work From Mall. Hal ini bisa dilihat dari berbagai komentar netizen di Instagram.

Setidaknya ada empat alasan yang bikin saya yakin bikin orang-orang enggan melakukan Work From Mall.

Malas berangkat buat work from mall, mending kerja dari rumah

Coba pikir-pikir lagi, berangkat ke mall dengan alasan Work From Mall kok rasa-rasanya seperti berangkat ke kantor ya.

Nih, pikir lagi. Untuk ke mall, perlu perjuangan saat berangkat melewati jalan yang banyak kendaraan. Ya kalau lancar lalu lintasnya, kalau macet malah bikin mood jadi jelek. Padahal salah satu enaknya Work From Anywhere adalah tidak perlu ke kantor.

Lagian, tidak semua orang suka ke mall. Bagi orang rumahan, bisa jadi ke mall justru malah menyiksa. Lihat saja, dari parkiran menuju ke food court harus jalan menuju ke lantai atas. Yang namanya mall, pasti gedungnya besar dan luas. Walaupun ada lift maupun eskalator, tetap saja itu melelahkan.

Padahal menurut saya Work From Home lebih efisien secara waktu daripada Work From Mall. Bayangkan, baru bangun tidur bisa langsung buka laptop untuk bekerja. Lalu juga bisa hemat bensin karena tidak perlu keluar dari rumah. Hemat waktu, biaya, dan tenaga.

Ke mall sudah pasti harus tampil rapi

Rasa-rasanya tidak mungkin pergi ke mall memakai pakaian lusuh dan tidak keren. Tidak semua dari kita ini adalah anggota keluarga crazy rich yang sudah tidak peduli sandangan. Apalagi jika harus Work From Mall. Sudah menjadi aturan tidak tertulis bahwa ke mall harus tampil rapi dan bersih.

Baca Juga:

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

Rekomendasi Album untuk Menemani Kalian yang Sedang Work from Home

Hal ini berbanding terbalik saat Work From Home. Tidak peduli mau memakai celana kolor atau kaos yang bagian ketiaknya berlubang, selama bisa mencapai target pekerjaan, itu tidak masalah. Ya kalau bekerja di rumah siapa juga yang bakal peduli dengan pakaian rapi atau tidak. Dengan begitu, tidak perlu mikir pakaian apa yang bagus untuk dipakai. Tentu saja, ini cukup meringankan pikiran.

Percayalah, parkir mall itu tidak menyenangkan

Bukan berarti saya anti dengan parkir mall. Tapi, parkir di mall itu menurut saya juga bikin lelah. Saat mall ramai, kita harus pintar-pintar mencari tempat parkir yang kosong, bahkan kadang harus berkeliling hanya untuk cari space yang proper.

Lalu yang bikin jengkel adalah soal tarif parkir. Sudah jadi rahasia umum parkir mall terbilang mahal. Entah sistem parkirnya per jam atau flat, bagi kaum mendang-mending tarif parkir mall tetap saja mahal. Untuk lebih tahu mengenai tarif parkir mall, kalian juga bisa baca artikel dari Aisyah Amira Wakang tentang tarif parkir Pakuwon Mall Surabaya.

Work From Mall justru bikin tidak fokus

Saya rasa Work From Mall bakal banyak godaan yang bikin tidak fokus bekerja. Di dalam gedung mall yang ada kuliner, pakaian, gadget, dan bioskop, justru bakal lebih menarik daripada deadline pekerjaan itu sendiri. Badan mungkin bisa menahan diri untuk tidak tergoda, tetapi akan selalu kepikiran di kepala. Misalnya, kebelet pengen nonton film.

Yang bikin tidak nyaman lainnya adalah banyaknya orang berlalu lalang. Sudah pasti bakal mengganggu privasi dalam bekerja. Apalagi mall itu suasananya cukup terbuka. Suara dalam mall juga cukup berisik dan mengganggu jika harus melakukan rapat online. Lebih mending jika mall punya coffee shop, bisa bekerja dengan tenang di dalam ruangan. Kalau tidak ada coffee shop tidak bisa berharap banyak.

Kalaupun ada, harga menunya juga mahal. Jadi, Work From Mall itu justru lebih banyak ruginya. Memang bagus untuk memutar ekonomi. Tapi kalau yang diputar tidak ada, terus ngapain?

Terlepas dari itu semua, saya masih berpikir positif bahwa wacana Work From Mall dari pemerintah berniat untuk kebaikan. Hanya saja, masih ada alasan orang-orang yang malas bekerja di mall. Mereka lebih memilih bekerja dari rumah karena lebih worth it.

Penulis: Nafiuddin Fadly
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Desember 2025 oleh

Tags: work from anywherework from homework from mall
Nafiuddin Fadly

Nafiuddin Fadly

Seorang pria asal Solo. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial dan teknologi. Suka kopi espresso dan baca buku.

ArtikelTerkait

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

3 Culture Shock yang Saya Rasakan Saat Beralih Kerja Remote dari Kerja Kantoran, Nyatanya Nggak Seindah Konten TikTok

8 Oktober 2025
Rekomendasi Album untuk Menemani Kalian yang Sedang Work from Home

Rekomendasi Album untuk Menemani Kalian yang Sedang Work from Home

20 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.