Beli mobil bekas itu rasanya nano-nano. Senang karena akhirnya punya mobil, di sisi lain juga waswas karena nggak tahu riwayat pemakaiannya seperti apa. Itu mengapa, sebagus apa pun kondisi mobil bekas yang kita beli jangan langsung dipakai tanpa mengganti beberapa bagian penting. Jangan langsung percaya pada kilometer rendah, bodi mulus, mesin halus.
Kenapa? Karena mobil bekas itu ibaratnya pindahan rumah. Kelihatannya rapi, tapi kita nggak tahu apa yang sudah dipakai lama, mana yang jarang dirawat, dan mana yang sebenarnya sudah minta diganti. Nah, supaya mobil aman, nyaman, dan nggak bikin nyesel di belakang, ada tiga hal wajib yang sebaiknya langsung diganti begitu mobil sampai di rumah.
#1 Oli mesin dan filter oli
Kalau baru beli mobil bekas tapi belum ganti oli mesin, itu ibarat pakai sepatu bekas tanpa ganti kaus kaki. Nggak kelihatan, tapi risikonya besar banget. Kita nggak pernah benar-benar tahu kapan terakhir kali pemilik sebelumnya ganti oli. Bisa aja baru ganti kemarin, tapi bisa juga sudah ribuan kilometer lalu.
Oli mesin punya tugas penting melumasi komponen mesin, mengurangi gesekan, dan menjaga suhu tetap stabil. Kalau oli sudah kotor atau encer, mesin bakal kerja lebih berat. Efeknya? Mesin cepat panas, performa turun, dan konsumsi BBM bisa jadi lebih boros.
Makanya, ganti oli mesin dan filter oli di awal itu wajib banget. Selain bikin mesin lebih halus, kita juga jadi punya “titik nol” buat catatan servis sendiri. Jadi ke depannya, kita nggak perlu nebak-nebak kapan harus servis lagi. Ganti oli itu relatif murah dibanding risiko kerusakan mesin. Jadi jangan pelit di bagian ini.
#2 Ganti kampas rem mobil bekas
Kalau oli mesin itu soal umur panjang mobil, kampas rem itu soal keselamatan nyawa. Banyak orang salah kaprah, ngerasa rem masih bisa dipakai karena mobil masih bisa berhenti. Padahal kampas rem yang sudah tipis bisa bikin jarak pengereman makin panjang, apalagi di kondisi darurat.
Mobil bekas sering kali punya kampas rem yang sudah setengah umur. Dari luar memang nggak kelihatan, tapi begitu dibongkar, baru ketahuan kondisinya. Kalau dibiarkan terlalu lama, kampas rem yang habis bisa merusak cakram, dan ujung-ujungnya biaya jadi makin mahal.
Dengan mengganti kampas rem sejak awal, kita bisa berkendara dengan lebih tenang. Mau macet, hujan, atau jalan menurun, rem tetap responsif dan pakem. Rasa aman saat injak pedal rem itu nggak bisa ditukar apa pun. Ingat, mobil bisa diganti, tapi keselamatan nggak.
#3 Filter udara dan filter AC
Bagian ini sering diremehkan karena kelihatannya sepele. Padahal, filter udara dan filter AC punya peran penting buat kenyamanan dan performa mobil.
Filter udara mesin yang kotor bikin aliran udara ke mesin jadi nggak optimal. Akibatnya, tenaga mesin terasa berat dan konsumsi bbm bisa jadi lebih boros. Sementara filter AC yang kotor bikin kabin bau, AC kurang dingin, dan udara di dalam mobil jadi nggak sehat buat dihirup.
Mobil bekas yang sering dipakai di daerah berdebu atau macet biasanya punya filter yang kondisinya sudah parah. Dan, kabar baiknya, harga filter udara dan filter AC itu relatif murah dan gampang diganti.
Begitu diganti, efeknya langsung terasa mesin lebih enteng, AC lebih dingin, dan kabin jadi lebih nyaman. Cocok banget buat kita yang sering pakai mobil buat harian atau perjalanan jauh.
Kenapa diganti di awal? Karena ketiganya adalah komponen dasar yang langsung berpengaruh ke keamanan, kenyamanan, dan keawetan mobil. Banyak orang tergoda buat langsung pasang aksesori atau modifikasi, padahal kondisi dasar mobilnya belum tentu siap.
Jaga-jaga di awal
Dengan mengganti tiga komponen ini di awal, kita ternyata juga mengurangi risiko kerusakan mendadak, tentunya lebih hemat biaya dalam jangka Panjang seta lebih tenang dan nyaman saat berkendara
Mobil bekas itu sebenarnya nggak masalah, asal dirawat dengan benar sejak awal. Beli mobil bekas memang bikin kantong lebih aman, tapi jangan sampai jadi boomerang karena malas perawatan awal. Mengganti oli mesin, kampas rem, serta filter udara dan AC adalah langkah kecil yang efeknya besar.
Anggap saja ini sebagai “biaya adaptasi” antara kita dan mobil baru (bekas) kita. Setelah itu, barulah mobil siap dipakai harian tanpa drama. Mobil yang dirawat dengan baik bukan cuma lebih awet, tapi juga bikin perjalanan kamu lebih nyaman dan bebas rasa khawatir.
Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Daihatsu Gran Max, Si “Alphard Jawa” yang Nggak Ganteng, tapi Paling Bisa Diandalkan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















