Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalur Tengkorak Kediri-Blitar: Aspal Bergelombang, Jalan Berlubang, Plus “Bertarung” Melawan Bus Ugal-ugalan

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
25 September 2025
A A
Jalur Tengkorak Kediri-Blitar: Aspal Bergelombang, Jalan Berlubang, Plus "Bertarung" Melawan Bus Ugal-ugalan

Jalur Tengkorak Kediri-Blitar: Aspal Bergelombang, Jalan Berlubang, Plus "Bertarung" Melawan Bus Ugal-ugalan

Share on FacebookShare on Twitter

Mobilitas tinggi di Kediri Raya membuat saya harus sering-sering melintas di berbagai wilayah. Mulai Kediri, Nganjuk, Jombang di jalur utara, Kediri, Pare, Pujon, Batu, Malang di arah tengah atau Kediri, Tulungagung, Blitar dan Malang di jalur Selatan. Tentu saja cara yang saya lakukan untuk melewati jalur itu, terutama Jalan Raya Kediri-Blitar, dengan sepeda motor Supra 125 kesayangan. Semua itu dilakukan agar bisa lekas hafal jalan di Kediri Raya, sehingga memudahkan pekerjaan.

Nah, dari upaya itu saya akhirnya bisa memetakan jalur-jalur mana saja yang menyimpan bahaya. Utamanya bagi pengguna awam yang baru merantau di Kediri Raya. Saya kira tulisan ini akan sangat bermanfaat terutama premotor, Sebab jika kalian akan mengarah ke Malang via Jalur Selatan, pasti akan melewati jalur Kediri-Blitar. Ini adalah salah satu jalan penghubung dari Kediri menuju Malang.

Bagi kalian yang sering melewati jalan ini, tentu saja sudah tidak akan asing dengan topografi jalannya yang beragam. Mulai jalur lurus, kelokan yang tiba-tiba, hingga topografi gunung akan ditemui sepanjang jalan.

Nah, harusnya, orang yang sering lewat Jalan Raya Kediri-Blitar, bisa kah menyiasati cara berkendara dan punya strategi berkendara yang aman. Tapi tetap saja, jalur tersebut masuk jalur tengkorak. Sebab, ya, ini adalah jalan penghubung Kediri ke Malang. Dan ada alasan-alasan lain yang bikin saya bilang jalur ini memang wajar banget disebut jalur tengkorak.

Kondisi jalan yang rusak, ancaman nyata pengendara

Sepanjang jalur Kediri-Blitar masih bisa ditemui akses jalan yang rusak dan berlubang. Mulai di wilayah Ngronggo Kota Kediri tepat di Jalan Urip Sumoharjo, jalan bergelombang dan hanya ditambal sulam sangat mengganggu pengguna jalan.

Mengarah ke Selatan, wilayah Ngunut, Tulungagung juga menyimpan ancaman. Pengendara yang melintas di sana perlu waspada sebab kondisi jalan yang berlubang. Lalu di Jalan Raya Tlogo Serut, Sanankulon, Blitar meski masuk jalur nasional akses jalannya tidak begitu lebar.

Nahasnya, perbaikan yang dilakukan tidak maksimal yang berimbas pada kualitas jalan yang tidak bertahan lama. Apalagi jalur ini juga menjadi tumpuan bagi truk pengangkut pasir dan tebu baik yang dari Malang menuju ke Kediri ataupun sebaliknya.

Pengguna jalan lain seperti musuh bersama

Melintas di Jalur Kediri-Blitar bak mengikuti Program TV Benteng Takeshi. Sebab pengguna jalan satu dan lainnya seakan-akan saling berlomba mengalahkan satu sama lain.

Baca Juga:

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

Misalnya, bus. Pokoknya kalau kalian melihat ada bus yang “bertarung”, kalian pengendara motor atau mobil mending mengalah. Biarkan mereka “bertarung”, lebih baik pikirkan keselamatan diri sendiri. Saya heran sama etika pengendara jenis ini, tapi tetap saja, memilih menyelamatkan diri sendiri.

Belum lagi ulah driver yang parkir sembarangan. Okelah jika kendaraannya ada trouble pasti tidak bisa pilih-pilih lokasi berhenti. Tapi ini kondisi sehat lho, sepanjang jalur Kediri-Blitar kalian akan menemukan ulah driver seperti ini. Mulai dari truk tebu, ataupun truk kayu. Bahkan ada juga truk pasir yang kaya gitu.

Bahkan seminggu lalu di Ngantru, Tulungagung, ada pengendara yang meninggal karena menabrak truk yang parkir di bahu jalan dekat Pasar Ngantru. Lagi-lagi, pengendara lain jadi korban.

Akamsi Jalan Raya Kediri-Blitar tak kalah berbahaya

Adagium “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tampaknya tepat untuk menggambarkan akses jalur ini. Selain kondisi jalan, bus yang ugal-ugalan, serta truk yang parkir sembarangan, hal lain yang perlu jadi perhatian saat melintas di jalur ini adalah akamsi. Akamsi pengendara motor ini juga tidak kalah berbahaya dari ancaman yang saya jabarkan sebelumnya.

Saya ingat betul momen-momen memaki akamsi yang niradab di jalur tersebut. Mulai yang tiba-tiba nyelonong dari dalam gang, akamsi yang tiba-tiba belok tanpa sein, sampai yang seinnya kanan beloknya kiri juga banyak saya temui. Dan satu lagi kuncinya sabar. Pokoknya begitu Anda melintas di jalur ini, jaga jarak dengan mereka yang tidak menggunakan helm. Sebab ciri-ciri mudah mengenal akamsi di Jalur Kediri-Blitar yang cuma satu: helm.

Coba deh kalian tanya, apa nggak takut polisi. Jawabannya saya yakin: nggak. Polisi aja ampun-ampunan nggak ngatasi.

Saya hanya bisa berharap untuk semua para pengguna jalan di jalur ini bisa lebih waspada. Semoga yang hendak menuju Malang via Kediri-Blitar bisa berhati-hati agar diberikan keselamatan. Harapannya tentu satu saja, agar ancaman di jalur itu tidak menyebabkan bahaya untuk semuanya sehingga bisa berkumpul bersama keluarga.

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Ruas Jalan di Kota Kediri yang Menyimpan Bahaya dan Wajib Diwaspadai Saat Turun Hujan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2025 oleh

Tags: blitarjalan raya kediri-blitarjalan rusak di kedirijalur kediri-malangkediri
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Jika Sri Tanjung Tak Sanggup Menjemput, KA Kahuripan Akan Menggapaimu

Jika Sri Tanjung Tak Sanggup Menjemput, KA Kahuripan Akan Menggapaimu

2 Juli 2022
Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri Mojok.co kabupaten kediri kediri kuno kini jakarta

Kediri Kuno Kini, Festival Rakyat yang Cuma Bikin Warga Trauma dan Kecewa Tiap Tahun

1 Juni 2025
Sedihnya Tinggal di Nganjuk: Saking Nggak Ada Apa-apa, Mau Makan Makanan Kekinian Aja Harus Jastip dari Kediri

Sedihnya Tinggal di Nganjuk: Saking Nggak Ada Apa-apa, Mau Makan Makanan Kekinian Aja Harus Jastip dari Kediri

3 Februari 2024
4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa Mojok.co

4 Persimpangan di Kediri yang Terlihat Baik-baik Aja, tapi Aslinya Mengancam Nyawa

7 Juli 2024
Seminggu di Kediri Bikin Saya Minum Obat Maag Setiap Hari, Semua Gara-gara Pecel Kediri

Seminggu di Kediri Bikin Saya Minum Obat Maag Setiap Hari, Semua Gara-gara Pecel Kediri

21 Januari 2024
Kediri, Mengubah Slogan “Kediri Lagi” Adalah Sebuah Kesalahan (Unsplash)

Mengubah Slogan “Kediri Lagi” Menjadi “Kediri Berbudaya” Adalah Blunder Pemkab. Milih Slogan, kok, Nggak Punya Keunikan!

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.