Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Nggak Masalah Kuliah S2 di Jurusan yang Tidak Sesuai Kebutuhan Industri, Kuliah Tak Selalu tentang Cari Kerja!

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
9 September 2025
A A
Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier jurusan s2

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

 Pada artikel sebelumnya, saya menjelaskan tentang pentingnya memilih jurusan atau program S2 yang selaras dengan kebutuhan industri. Tentu banyak yang setuju dengan hal itu, tapi di sisi lain, ada juga yang tidak setuju. 

Khusus bagi yang tidak setuju, perkara memilih kuliah S2 tidak bisa disimplifikasi hanya tentang mencari kerja atau peluang karier yang orientasinya adalah materialistik. Dan saya pun setuju dengan hal itu. Karena pada kenyataannya, mengambil program S2 yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri tetap bisa menjadi pilihan yang valid dan menguntungkan.

Terlebih bagi mereka yang ingin menjadi intelektual, akademisi, bahkan praktisi di bidang tertentu yang kurang populer. Saya sendiri mengambil program S2 untuk jurusan yang sebenarnya tidak terlalu mentereng dan dibutuhkan industri. 

Yah karena memang, pilihan S2 itu datang dari keinginan untuk mengembangkan diri. Bisa menjadi bebas secara intelektual (termasuk dalam mengkaji dan meneliti sesuatu), dan penyiapan diri untuk jangka panjang. Sebab, kita tidak ada yang tahu, boleh jadi disiplin ilmu yang ditekuni di S2 yang saat ini tidak selaras dengan industri, justru dibutuhkan di masa yang akan datang.

Misalnya seperti disiplin ilmu lingkungan yang dulunya dianggap kurang penting karena spekulatif. Tapi saat ini begitu hype karena berkenaan dengan agenda Sustainable Development Goals yang mendorong negara dan korporasi memperhatikan isu lingkungan. 

Kemudian ada disiplin ilmu sosiologi yang kini sangat relevan, terutama dalam dunia pemasaran, pengembangan produk, dan analisis sosial. Atau tentang jurusan filsafat yang belakangan jadi ramai setelah disentil oleh Ferry Irwandi. Karena kenyataannya, jurusan ini penting dalam mendorong seseorang dalam pengambilan keputusan etis, kebijakan publik, dan manajemen. Banyak perusahaan dan organisasi yang sekarang mencari pemimpin dengan kemampuan untuk berpikir secara logis dan kritis. Pemimpin yang dapat mengatasi masalah kompleks yang melibatkan etika dan kebijakan.

Beberapa alasan yang menguatkan kalau mengambil jurusan S2 nggak sesuai industri pun nggak rugi-rugi banget akan saya jelaskan di bawah.

Kuliah S2 meningkatkan kompetensi

Pertama, seseorang jadi punya kompetensi dan keterampilan di sektor yang belum terjamah. Sebab, latar belakang pendidikan yang tidak populer bisa jadi malah menciptakan atau mengisi sektor baru yang sedang berkembang, atau bahkan menghubungkan dua sektor yang sebelumnya tidak terkait.

Baca Juga:

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

Berbeda dengan ketika melanjutkan S2 yang dibutuhkan oleh industri, tentu membuat seseorang punya banyak saingan. Dan saingan tersebut tidak hanya datang dari sesama S2 tapi bisa jadi dengan S1.

Kedua, seseorang jadi punya daya saing melalui diversifikasi keahlian yang dimilikinya. Jadi maksudnya begini, dunia kerja itu semakin menghargai profesionalisme yang punya kemampuan berpikir dan keahlian lintas disiplin dan tidak terlalu menghiraukan tentang linieritas pendidikan dengan kebutuhan sektor industri, asalkan kapasitas dan kemampuan sesuai. Terlebih keunggulan kompetitif jangka panjang yang tidak dimiliki oleh mereka yang hanya fokus pada keterampilan teknis tertentu, tetap akan mudah kok masuk ke industri. 

Ketiga, seseorang jadi punya pengetahuan yang mendalam tentang sesuatu yang jarang diperbincangkan atau diperhatikan oleeh industri. Mungkin saat ini dianggap tidak penting. Tapi ketika seseorang mengasah dan fokus pada pendidikan S2-nya meski tidak populer, dia akan lulus sebagai orang yang ahli di bidang yang masih dianggap langka. Sehingga ketika industri atau bidang itu tumbuh, maka orang itu yang dicari-cari industri. 

Keempat, lebih mudah menjadi intelektual dan akademisi. Sebuah disiplin ilmu yang masih dianggap teoritikal dan kurang relevan dengan industri, masih akan tetap dipakai di dunia kampus. Memang tidak selalu di kampus-kampus yang mentereng, tapi setidaknya keterampilan dan pemikirannya tetap dianggap. 

Jadi beda juga nggak apa-apa

Poin sederhananya adalah, memilih program S2 yang dianggap tidak relevan dengan industri tidak serta merta menghilangkan aspek dasar seperti pengembangan pribadi, kebebasan intelektual, dan penyiapan jangka panjang, yang semuanya dapat membawa nilai lebih meskipun tidak langsung terhubung dengan pasar kerja saat ini.

Pada akhirnya, semua penjelasan saya di atas tidak akan berguna apabila program S2 yang diambil tidak didasarkan pada renungan dan kebutuhan pribadi. Sebab kalau semuanya nggak berasal dari diri sendiri, yang ada nggak bakal siap dengan berbagai macam konsekuensi yang penuh ketidakpastian. 

Mengambil program S2 yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan industri itu diibaratkan seperti kamu menghadiri undangan nikahan tapi dengan dress code yang berbeda dari teman atau tamu lainnya. Mungkin banyak yang mengenakan pakaian formal atau sesuai dengan tema yang ditentukan. Sementara kamu memilih gaya yang lebih kasual atau unik.

Di awal, mungkin merasa ragu atau khawatir dianggap tidak sesuai. Tapi, yang penting kamu merasa nyaman dan percaya diri dengan pilihanmu. Selama kamu tahu mengapa memilih itu, dan merasa tepat dengannya. Maka kamu tetap bisa menikmati acara dan menunjukkan bahwa pilihanmu bukan hanya sekadar tentang mengikuti aturan, tapi juga tentang menunjukkan kepribadian dan keteguhan diri sendiri.

Sama halnya dengan kuliah S2 yang tidak selalu sesuai tren industri. Jika didasari pada pertimbangan yang matang dan tujuan pribadi, pada akhirnya akan membawa manfaat besar, bahkan dalam jangka panjang yang tak terduga.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: jurusan kuliah s2jurusan S2 paling lakukuliah magisterkuliah s2
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Derita Lulusan S2, Susah-susah Kuliah Ujungnya Jadi Budak Profesor dan Terjebak Pinjol Mojok.co

Kuliah S2 Itu (Amat) Penting, tapi Tidak Semua Orang Membutuhkannya

19 Oktober 2024
Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! lulusan s2 ugm lulusan ugm

Lulusan S2 UGM atau Tidak, Semua Bakal Kesulitan Bertahan Hidup di Jogja kalau Tidak Punya Strateginya

18 Januari 2025
Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

1 Mei 2025
Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan Alias Nggak Linier jurusan s2

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Lanjut Kuliah S2 Beda Jurusan alias Nggak Linier

23 April 2025
Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

11 Oktober 2024
Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Bisa Diharapkan (Unsplash)

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

9 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.