Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Tempat yang Bikin Alumni UNY seperti Saya Kangen Kuliah Lagi

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
25 Juli 2025
A A
5 Tempat yang Bikin Alumni UNY seperti Saya Kangen Kuliah Lagi Mojok.co

5 Tempat yang Bikin Alumni UNY seperti Saya Kangen Kuliah Lagi (www.uny.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sudah lulus S1 dari UNY ketika menulis artikel ini. Dengan kata lain, sudah jadi alumni UNY. Walau status ini baru dikantongi sekitar 2 bulan yang lalu, rasanya saya sudah sangat lama meninggalkan kampus. Itu mengapa, saya merasa seperti “wisata masa lalu” ketika belum lama ini kembali ke UNY. 

Saya sendirian waktu itu. Tidak ada niat khusus, hanya ingin jalan-jalan saja. Saya bosan seharian di kos. Beberapa bulan tidak menjamah kampus, UNY sudah terasa berbeda. Melewati gerbang depan FBSB UNY, membuat semua memori semasa kuliah dengan cepat melintas di benak ini. Seketika saya jadi melankolis.

Bayangkan seperti ini. Saya mendatangi kampus di sore hari yang sepi. Lagu “Selamanya” dari band Lomba Sihir mengalun di telinga. Rasanya ingin kembali ke kampus lagi. Walau penuh hiruk-pikuk, masa-masa itu begitu bikin kangen. 

Kunjungan ke kampus pada sore itu menyadarkan saya, ada 5 titik di kampus yang begitu memorable bagi alumni UNY. Mungkin ini jadi salah satu alasan kenapa saya akhirnya kembali jadi mahasiswa di UNY. Iya, saya memutuskan lanjut pascasarjaana di sini. 

#1 Pintu gerbang depan 

Perjalanan awal sebagai mahasiswa selalu dimulai ketika memasuki pintu gerbang. Saya jadi saksi melihat mahasiswa baru yang memulai langkahnya memasuki gerbang. Iya, cuma jadi saksi.

Mau tahu kenapa? Soalnya, saya memulai perjalanan jadi mahasiswa baru dengan menatap video saja. Tapi, saya tahu kok mengharukannya pertama kali menginjakkan kaki di gerbang FBS UNY. Waktu itu memang masih FBS ya, sekarang sudah ganti jadi FBSB (Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya).

Gerbang depan FBSB UNY memang bukan tempat nongkrong. Tapi, titik ini begitu berkesan karena jadi tempat pertemuan sekaligus perpisahan. Di gerbang ini saya bertemu kawan mau masuk kelas dengan beban yang sama. Di gerbang ini pula saya berpisah setelah kuliah dan kembali ke dunia masing-masing.

#2 Kantin Ungu kebanggan FBSB UNY

Sebagai mahasiswa FBSB kami punya kantin kebanggaan, Kantin Ungu. Kantin yang selalu jadi andalan ketika butuh asupan untuk menghadapi pertempuran di kelas. Tempatnya memang tidak terlalu besar, tapi jangan salah, dari tempat inilah mimpi dan sambatan para mahasiswa beradu.

Baca Juga:

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Sebelum kunjungan ke kampus yang terakhir, saya sempat ke Kantin Ungu. Saat itu saya merayakan sidang seorang kawan. Perayaan yang kami tandai sebagai “Kondangan Akademik”. 

Di saat itulah saya bekesempatan jajan di kantin setelah sekian lama. Wah, baru lewat saja aroma soto Bu Bambang sudah memanggil-manggil. Soto dengan kuah bening sedikit kuning, lengkap dengan kondimen lainnya dan jeruk nipis yang menambah cita rasa. Wah, kebayangkan rasanya?

Memang seenak itu ya sotonya? Kalau ditanya begitu, ya pasti ada yang jauh lebih enak di luar sana. Ini bukan perkara sotonya. Tapi, obrolan di sela-sela makan soto yang bikin makin “enak”. Kini momen itu terasa mahal karena tidak mungkin terulang lagi. 

#3 Pendopo Tejokusumo penuh kenangan bagi alumni UNY

Pendopo Tejokusumo begitu ikonik. Hampir setiap mahasiswa FBSB UNY pasti punya kenangan di tempat ini. Entah sekadar duduk-duduk atau kumpul dengan teman-teman. Termasuk saya.

Saya jadi teringat momen bersama kawan di pendopo ini. Kalau ditanya saat jeda kelas, “Eh, mau kemana jeda kelas nanti?” Jawaban yang lebih sering keluar pasti “Ke pendopo, wae”. Memang nyaman sih untuk bersantai. Bonusnya bisa lihat anak tari latihan juga. Lumayan, hiburan gratis.

Itu adalah momen menyenangkan bagi kami. Tapi, saya juga tidak bisa lupa dengan kenangan mengenaskan di sini. Setiap ujian akhir semester, pasti tempat ini jadi langganan. Bukan langganan untuk belajar, tapi jadi tempat COD tugas akhir. Hahaha, lucu juga ya…

Tempat senyaman itu harus dijadikan momok di momen UAS. Pesona kesyahduan pendopo Tejokusumo, seketika luntur.

#4 Taman rektorat yang menyejukkan di pagi hari

Tempat berikutnya yang menyimpan banyak kenangan adalah taman rektorat. Siapa sih mahasiswa UNY yang tidak pernah ngerjain tugas di sini? Apalagi ketika musim ujian dan skripsi. Waduh, kalau mau ngerjain tugas di sini harus datang pagi-pagi. Sudah jadi pemandangan umum.

Setelah diingat-ingat kembali, sebetulnya bingung juga. Kenapa orang-orang, termasuk saya, betah ngerjain tugas di tempat terbuka seperti ini ya. Saya hanya ingat satu hal, taman rektorat itu sangat nyaman, terlebih di pagi hari. 

Pepohonan yang ada taman rektorat bikin sejuk. Hawa seperti ini nih yang dibutuhkan mahasiswa jompo seperti saya. Tapi, kalau sudah siangan dikit, lebih baik pindah saja daripada dijemur di bawah matahari dan jadi kanebo kering. 

Selain mendapatkan suasana yang nyaman. Saya jadi bisa mengamati bagaimana dunia bekerja di waktu itu. Ada yang sibuk latihan paduan suara. Geser sedikit ada yang lagi sibuk kumpul organisasi. Lihat ke seberang, ada bapak-bapak sibuk merawat taman. Toleh ke depan, balik lagi ke layar laptop saya sendiri, hadeh… Momen seperti ini sih yang bikin saya kangen ngerjain tugas atau sekedar duduk melamun di taman rektorat.

#5 Digital Library, tempat perjuangan untuk jadi alumni UNY

Tempat yang terakhir ini saya yakin jadi kenangan tidak terlupakan untuk mahasiswa semester akhir. Digital Library (Digilib), semacam jadi “basecamp” bagi mahasiswa yang ingin segera mengakhiri perannya sebagai donatur kampus.

Setidaknya itulah yang saya dan banyak teman lain rasakan. Di penghujung masa studi, saya jadi bersahabat erat dengan Digilib. Itu juga karena diajak oleh kawan saya. Saya kaget, ternyata banyak kawan yang sudah lama menjamur di sana. Bisa dibilang, tongkrongan dari Kantin Ungu sekarang pindah ke Digilib.

Apabila tidak ingin masuk Digilib, mahasiswa biasanya mengerjakan tugas atau skripsi di lobi saja. Di sana juga sudah nyaman. Tempat ini sebenarnya jadi alternatif bagi mahasiswa akhir yang rasanya sudah seperti anak tiri di kampus. Ya, bagaimana lagi. Jadi mahasiswa akhir itu memang luntang-lantung. Tidak punya ruang kelas atau tongkrongan sehingga harus bersiasat mencari tempat yang nyaman. 

Semua tempat di atas punya ruang tersendiri bagi saya. Rasanya pengin balik jadi mahasiswa. Dan akhirnya, betulan terjadi. Saya lanjut studi di UNY, lagi. Kalau dibilang betah, ya betah dong. Saya masih ingin melihat gebrakan UNY dalam membuat perubahan.

Mungkin buat alumni UNY, 5 tempat ini juga memorable banget. Kalau ada yang tidak tersebut, maaf deh. Nanti bikin versimu sendiri saja kalau begitu.

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Enaknya Jadi Alumni UNY: Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan, Nggak Ada Beban.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2025 oleh

Tags: alumnialumni unyFBSB UNYKampus UNYUNY
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet  Mojok.co

UNY Lebih Unggul dari UGM Soal Legalisasi Ijazah, Sat-Set dan Nggak Ribet 

5 Oktober 2024
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga

21 Februari 2024
Plaza UNY Tempat Belanja yang Paling Memahami Mahasiswa Jogja, Melebihi Mirota dan Pamela Mojok.co

Plaza UNY Tempat Belanja yang Paling Memahami Mahasiswa Jogja, Melebihi Mirota dan Pamela

7 Juli 2024
3 Hal yang Wajar di UNY, tapi Nggak Lumrah UGM maupun Kampus Lain di Jogja Mojok

3 Hal yang Wajar di UNY, tapi Nggak Lumrah di UGM maupun Kampus Lain di Jogja

11 September 2025
FBS UNY Berubah Menjadi FBSB Adalah Kesalahan Besar (Unsplash)

Perubahan FBS UNY Menjadi FBSB Menghilangkan Banyak Hal yang Membuat Kampus Terasa Asing dan Tidak Punya Jiwa

4 Maret 2024
5 Tempat di Malang yang Bikin Mahasiswa Alumni Bernostalgia Terminal Mojok

5 Tempat di Malang yang Bikin Mahasiswa Alumni Bernostalgia

7 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.