Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Banyumas From Zero to Hero: Dulu Kota yang Kotor, Kini Kota Terbersih se-Jawa Tengah dan Diakui di Asia Tenggara!

Kevin Nandya Kalawa oleh Kevin Nandya Kalawa
5 Juni 2025
A A
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri (Pemkab Banyumas via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda merasa lelah dengan hiruk-pikuk kota besar yang penuh polusi, sampah plastik beterbangan, dan got bau, maka sebaiknya Anda cari pelarian. Tapi bukan ke Bali, bukan ke Bandung, apalagi Jakarta—karena ya, Anda tahu sendiri. Cobalah main ke Banyumas. Itu lho, daerah di Jawa Tengah yang diam-diam sudah menjelma jadi kampiun kebersihan, bahkan katanya jadi daerah paling ramah lingkungan se-Asia Tenggara.

Iya, se-Asia Tenggara. Lawan-lawannya bukan cuma Solo atau Semarang, tapi juga Bangkok, Kuala Lumpur, hingga Singapore yang suka pamer MRT. Tapi ya itu tadi, kadang yang paling bersinar itu justru yang paling pendiam. Banyumas nggak banyak gaya, tapi prestasinya bikin iri tetangga.

Banyumas: dari darurat sampah ke daerah panutan

Sekitar 2018, Banyumas pernah mengalami masa suram. Darurat sampah. Sampah numpuk, TPA penuh, warga resah, petugas angkat tangan. Bisa dibilang, waktu itu Banyumas nyaris tenggelam, bukan karena banjir, tapi karena kebanyakan buang.

Tapi dari sanalah titik balik terjadi. Pemerintah daerah nggak tinggal diam, masyarakat pun mulai sadar: ini bukan cuma masalah kebersihan, tapi harga diri. Nggak keren rasanya kalau nyebut “daerah berbudaya” tapi buang sampah masih kayak melempar dosa ke sungai.

Lahirlah berbagai inovasi, salah satunya yang paling terkenal: “Sumpah Beruang” (Sulap Sampah Berubah Uang). Konsepnya sederhana: sampah itu bukan akhir segalanya, tapi bisa jadi rejeki—kalau diolah.

Sampah organik dijadikan pupuk kompos. Sampah plastik dicacah, dijual, dan bahkan dijadikan paving block. Semuanya dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), bukan sekadar nunggu petugas datang seminggu sekali kayak mantan yang hanya muncul pas butuh.

Got jernih, TPA kurus, dan warga nggak manja

Yang bikin Banyumas keren bukan cuma niatnya, tapi hasilnya. Saat banyak daerah masih bergantung ke TPA (dan TPA-nya sudah kayak bukit sampah), Banyumas hanya mengirim 9% sampah ke TPA. Sisanya? Diolah di tempat.

Ini yang disebut konsep Zero Waste to Landfill, dan Banyumas jadi pionirnya. Bahkan bukan cuma Indonesia yang ngelirik. Sistem pengelolaan sampah Banyumas pernah dibawa ke Bangkok untuk jadi pembelajaran oleh PBB. Bukan untuk study banding asal-asalan, tapi karena benar-benar layak dicontoh.

Baca Juga:

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

Saking bagusnya, Banyumas sampai boyong dua penghargaan Adipura tahun 2022. Satu untuk kabupaten sedang terbaik, satu lagi buat TPS3R teladan. Kalau ini turnamen bola, Banyumas udah kayak juara Liga dan Pemain Terbaik sekaligus.

Dan baru-baru ini, akun resmi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah lewat Instagram mengumumkan Banyumas menjadi kota/kabupaten dengan pengelolaan kebersihan terbaik se-Jateng. Bahkan disebut sebagai daerah dengan sistem lingkungan hidup paling ideal. Keren? Jelas. Iri? Wajar.

Prestasi tak berisik, tapi konsisten

Yang menarik dari Banyumas, mereka nggak banyak gaya. Kerja senyap tapi berdampak. Nggak pakai banyak baliho, nggak pasang quotes bombastis, tapi ya hasilnya bisa dilihat sendiri.

Warganya juga sama. Bukan tipe yang banyak mengeluh di grup WhatsApp RT, tapi nggak pernah ikut kerja bakti. Di Banyumas, kerja bakti masih hidup. Sampah dipilah, bukan cuma dibuang asal. Warga sadar bahwa bersih itu bukan hasil sulap, tapi hasil kebiasaan.

Dan satu lagi: anak-anak sekolah diajari sejak dini untuk peduli lingkungan. Ada program edukasi sampah, eco-brick, dan kebun sekolah. Karena tahu, nyuci otak soal kebersihan itu lebih gampang kalau dimulai dari kecil—daripada nyuci perilaku orang dewasa yang dari muda udah akrab dengan slogan “buang sampah seenaknya, asal nggak ketahuan.”

Banyumas mengajari kita bahwa kebersihan itu mungkin

Kadang, kita terlalu mudah menyerah. Bilangnya: “Ah, ini Indonesia, mana bisa bersih.” Tapi Banyumas membuktikan: bersih itu bukan utopia. Bukan mitos. Bukan dongeng ala Doraemon.

Yang dibutuhkan cuma sistem yang bener, kemauan kolektif, dan ketegasan. Jangan dikit-dikit bilang “itu tugas pemerintah”, padahal nyampah sendiri juga rajin.

Banyumas tidak menunggu jadi kota besar untuk bersih. Mereka tahu bahwa menjadi bersih adalah keputusan politik dan budaya. Dan seperti cinta sejati, kebersihan itu harus diperjuangkan setiap hari.

Yang lain jangan cuma kagum, ikut gerak dong

Kalau Banyumas saja bisa berubah dari daerah darurat sampah jadi panutan se-Asia Tenggara, kenapa daerah kita nggak bisa?

Banyumas bukan kota besar. Bukan pusat pemerintahan. Bukan pusat industri. Tapi justru dari tempat yang sederhana itulah, lahir kesadaran luar biasa, bahwa bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu. Dan tugas kita bukan cuma menikmatinya, tapi merawatnya.

Ujung-ujungnya, membersihkan sampah bukan cuma soal lingkungan. Tapi soal martabat. Soal apakah kita cukup dewasa untuk hidup berdampingan dengan alam, atau masih kekanak-kanakan yang selalu nyari tempat buang, tapi nggak pernah belajar bertanggung jawab.

Dan ketika semua got sudah bersih, udara lebih segar, dan anak-anak bisa main tanpa takut injek pecahan kaca atau bungkus ciki, kita baru sadar, ternyata jadi manusia baik itu sesederhana tidak nyampah sembarangan.

Banyumas sudah mulai. Sekarang giliran kita.

Penulis: Kevin Nandya Kalawa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Biar Kalian Nggak Bingung, Saya Kasih Tahu Bedanya Purwokerto dan Banyumas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2025 oleh

Tags: banyumaskota terbersihzero waste to landfill
Kevin Nandya Kalawa

Kevin Nandya Kalawa

Bapak satu anak yang sedang belajar sabar menghadapi dunia dan birokrasi.

ArtikelTerkait

Tanpa Kecamatan Sokaraja, Banyumas Hanyalah Remah-Remah Kue Lebaran. Nggak Menarik Sama Sekali!

Sokaraja Banyumas Tak Cuma Punya Soto dan Getuk, Kecamatan Ini Bahkan Sempat Jadi Penguasa Dunia Seni Lukis!

29 Mei 2025
Tanpa Kecamatan Sokaraja, Banyumas Hanyalah Remah-Remah Kue Lebaran. Nggak Menarik Sama Sekali!

Tanpa Kecamatan Sokaraja, Banyumas Hanyalah Remah-remah Kue Lebaran. Nggak Menarik Sama Sekali!

18 Juni 2024
ngapak umpatan misuh jogja solo banyumas mojok

Dalam Menyederhanakan dan Meningkatkan Kadar Umpatan, Orang Ngapak Lebih Orisinal

28 Oktober 2020
Hidup di Patikraja Banyumas: Jauh dari Keramaian, Restoran yang Ada Cuma Rocket Chicken, tapi Suasananya Bikin Damai di Jiwa

Hidup di Patikraja Banyumas: Jauh dari Keramaian, Restoran yang Ada Cuma Rocket Chicken, tapi Suasananya Bikin Damai di Jiwa

22 Mei 2025
Purwokerto-Purbalingga- Saudara Ngapak yang Saling Melengkapi (Unsplash)

Purwokerto dan Purbalingga Adalah Saudara Ngapak yang Bisa Berjalan Secara Beriringan Tanpa Menjatuhkan

29 Juli 2023
nasi gandul bukan oseng pepaya mojok

Miskonsepsi Warga Banyumasan tentang Nasi Gandul: Dikira Sayur Daun Pepaya, padahal Bukan

25 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan
  • WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal
  • Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi
  • Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja Muka Dua
  • Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan
  • Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.