Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Saya Muak dengan Pengguna Lampu Biled yang Tidak Tau Aturan, Pamer Lampu kok di Kota, Norak!

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
31 Mei 2025
A A
Saya Muak dengan Pengguna Lampu Biled yang Tidak Tau Aturan, Pamer Lampu kok di Kota, Norak!

Saya Muak dengan Pengguna Lampu Biled yang Tidak Tau Aturan, Pamer Lampu kok di Kota, Norak!

Share on FacebookShare on Twitter

Kendaraan yang dimodifikasi dengan lampu biled makin banyak dan berlipat ganda di jalanan. Memang, lampu jenis ini memberi keuntungan untuk pemiliknya, karena bener-bener terang. Terlebih, penerangan jalan di banyak daerah masih belum bisa dibilang bagus. Contoh, lampu ini cukup untuk menerangi jalanan di kota Solo yang kebanyakan masih minim penerangan.

Tetapi, akhir-akhir ini saya muak dengan kebanyakan pengguna lampu biled ini, karena tidak tau aturan, dan norak, ini alasannya.

Pemasangan terlalu ke atas

Sering sekali ketika saya berkendara malam hari terutama di jalanan, bertemu dengan kendaraan yang memasang lampu biled tetapi tidak sesuai aturan, yaitu terlalu ke atas. Tentunya ini sangat menyilaukan pengendara dari lawan arah.

Perlu kalian ketahui, rasanya kena sinar lampu biled itu sakit, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Setelah itu pun tidak bisa langsung melihat, karena mata butuh penyesuaian kembali.

Saat melihat kendaraan yang lampu bilednya terlalu ke atas, saya jadi bertanya-tanya, emang waktu pasang nggak disesuaikan dulu? Seharusnya, waktu di bengkel kan dicek dulu, disesuaikan arah lampunya. Saya jadi curiga, pemasangan lampu yang nggak pas ini memang disengaja.

Sebab ya, tidak mungkin orang pasang lampu tanpa penyesuaian. Nggak mungkin pake banget. Pabrikan kendaraan saja misalnya sudah menyesuaikan tinggi lampu cahaya yang pas (kecuali Scoopy, gila itu motor). Tinggal diikuti saja kan mudah.

Cahaya lampu biled yang terlalu ke atas ini berpotensi menyebabkan kecelakaan lho. Ya bayangin sendiri aja lah buta sesaat di jalanan itu kek mana bahayanya. Masak ya harus dipertegas.

Ngedim seenaknya

Pengguna lampu biled yang suka ngedim seenaknya itu saya anggap adalah orang yang paling norak. Apa maksudnya ngedim seenaknya gitu coba? Menunjukkan ke dunia bahwa kamu punya lampu super terang yang harganya mahal?

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Dih.

Padahal hal itu sangat mengganggu dan membahayakan keselamatan. Saya sering menemukan kejadian seperti ini ketika perjalanan keluar kota seperti ke Solo-Jogja, yang di mana pengendara seperti ini sering kali ingin menyalip lalu ngedim.

Kalau ngedim sekali-dua kali tidak apa-apa. Tetapi berkali kali, saya yakin sekali itu sengaja. Ayolah, pamer itu apa kek, mobil kek, rumah kek, tapi lampu? Really, lampu?

Memang betul ngedim itu biasanya digunakan sebagai isyarat komunikasi atau peringatan, tetapi caranya nggak gitu juga dong? Saya rasa cukup sekali atau dua kali, pasti akan mengerti karena lampu biled juga terang. Kecil kemungkinan ngedim tidak digubris oleh pengendara lain. Kalau seperti itu akan mengganggu dan membahayakan.

Ditambah lagi yang menjadi korban dim seenak jidat ini tidak hanya satu atau dua orang tetapi banyak. Semua pengendara lawan arahnya dan belakangnya jadi korban. Kemudian kendaraan yang ada di depannya juga jadi korban karena cahayanya mantul di spionnya.

Lampu biled yang terlalu banyak dan digunakan tidak pada tempatnya

Sebetulnya ini selera ya. Bebas sih pemilik kendaraan mau pasang berapa pun lampu biled di kendaraannya. Tetapi yang sering saya temui di jalan terutama masih perkotaan adalah yang memakai lampu biled terlalu banyak dan dinyalain semua.

Iya, semua. Nyalain lampu seterang di jalan perkotaan. Bayangin.

Apakah ini mengganggu? Oh tentu saja. Walaupun pemasangannya benar tidak terlalu tinggi dan nggak ngedim seenak jidat, mau bagaimanapun akan silau di mata pengendara lain apalagi yang dari lawan arah. Kalau di jalan hutan, pegunungan yang masih tidak ada penerangan, saya masih mewajarkan itu.

Tapi, di perkotaan, really? Situ pamer lampu DI KOTA? REALLY?

Semoga saja orang-orang yang seperti ini cepat sadar dan bertobat karena ini sangat membahayakan dan membuat kesal pengendara lain. Kalau masih banyak kejadian seperti ini sebaiknya polisi harus memperbanyak razia lampu yang tidak sesuai aturan.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lampu Hazard di Motor Matic Besar: Fitur Keren yang Bikin Kesel

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2025 oleh

Tags: lampu biledlampu kendaraanlampu mobillampu motor
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.