Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Keresahan Saya Jadi Orang Cianjur, Daerah dengan SDM Terendah di Jawa Barat: Nggak Terima, sekalipun Itu Benar

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
16 Mei 2025
A A
Keresahan Saya Jadi Orang Cianjur, Daerah dengan SDM Terendah di Jawa Barat: Nggak Terima, sekalipun Itu Benar

Keresahan Saya Jadi Orang Cianjur, Daerah dengan SDM Terendah di Jawa Barat: Nggak Terima, sekalipun Itu Benar

Share on FacebookShare on Twitter

Di suatu sore yang indah, saya tiba-tiba terkaget-kaget dengan konten yang dibagikan oleh akun Instagram @tasiksociety tentang 5 kabupaten di Jawa Barat dengan SDM terendah. Ketika menonton, saya yakin Cianjur tidak akan masuk ke dalam lima besar itu, atau setidaknya berada di posisi lima. Tapi, rasa optimis itu hilang setelah daerah tempat tinggal saya, Cianjur, berada di posisi pertama sebagai daerah dengan SDM terendah di Jawa Barat.

Sebagai putra daerah, anak yang lahir dan tumbuh di Cianjur, perasaan saya ketika menonton video pendek tersebut sangat campur aduk. Di sisi lain, saya merasa setuju, tapi di sisi lain, saya juga merasa tidak terima. Meskipun, dalam video itu, ada faktor penilaian khusus mengapa 5 daerah tersebut masuk ke dalam daerah dengan SDM terendah di Jawa Barat.

SDM Cianjur memang rendah

Sisi lain dalam diri saya merasa itu valid. Pertama, saat menjadi wartawan dulu, saya menulis berbagai berita, mulai dari peristiwa, isu, sampai yang bersifat edukatif. Seperti media daring pada umumnya, cuplikan berita diunggah di Instagram untuk menarik pembaca ke website. Nah, di sini lah saya merasa bahwa SDM di Cianjur memang rendah.

Dalam cuplikan berita di Instagram, wartawan pasti menulis 5W+1H dalam lead atau paragraf pertama berita, dan itu tercantum dalam caption. Tapi, tetap masih ada yang bertanya kejadiannya di mana dan kapan. Dari sini, saya merasa konten yang dibagikan @tasiksociety sangat relevan dan valid. Untuk membaca satu paragraf saja merasa malas.

Yang lebih parah, ada yang membuka website medianya, lalu copy semua isi berita dan disisipkan ke kolom komentar. Dia merasa jadi penyelamat untuk warganet, tapi jadi ancaman bagi bisnis media. Padahal, dengan membaca ke website, iklan-iklan yang ada di laman tersebut bisa memberikan secercah harapan untuk media tetap hidup dan memberikan informasi.

Dengan kata lain, saya berpikir, warga Cianjur merasa bahwa informasi harus gratis. Mereka tidak memikirkan wartawan yang punya anak istri di rumah, harus membeli BBM, atau membeli makan ketika lapar. Efek domino dari literasi digital yang lemah ini sangat panjang dan berimbas ke banyak orang.

Tetep nggak terima juga

Tapi, di sisi lain saya merasa tidak terima dengan konten tersebut. Bagi saya, ada banyak SDM di Cianjur yang berpengaruh dan berprestasi. Kekurangannya, mereka tidak terlihat di permukaan atau di media sosial. Misalnya kakak kelas saya yang menjadi IT di Indosat, bahkan dia bisa membuat internet Indosat mati hanya dalam sekali klik.

Kemudian ada saudara sepupu saya yang aktif menjadi kreator konten bertema ilustrasi dan animasi di Instagram. Bahkan, dia terkenal di komunitas-komunitas seni digital di sini. Kemudian, ada Faisal Syahreza, penulis novel dan puisi yang sudah malang melintang di dunia kepenulisan. Bahkan, ada juga kenalan saya yang merupakan seorang produser di Narasi TV, dan dia adalah orang Cianjur.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Jadi, meskipun konten itu mengatakan bahwa Cianjur jadi daerah di Jawa Barat dengan SDM paling rendah, bagi saya masih banyak warga di kabupaten ini yang berprestasi dan mampu mengguncang Indonesia. Bahkan, bukan tidak mungkin ada bibit-bibit muda lain yang mampu mengukir prestasi baru dan lebih gemilang di masa yang akan datang. Sayangnya, apresiasi dari pemerintah di sini sangat minim, hehehe.

Mindset-nya harus diubah

Bagi warga Cianjur yang sudah kadung marah dengan konten tersebut, ada baiknya mulai mengubah mindset. Ubah pemikiran negatif kalian, anggap bahwa konten itu harus jadi penanda bahwa kita harus mulai memperbaiki SDM di daerah kelahiran kita. Mulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat.

Pemkab Cianjur juga harusnya udah sadar soal ini karena IPM kita yang selalu paling rendah di Jawa Barat. Segera benahi ormas-ormas nakal dan tukang rusuh, benahi sekolah-sekolah di pelosok yang masih rusak, benahi infrastruktur biar tidak banjir lagi, jangan cuma ngonten di media sosial tapi dampaknya tidak kerasa ke masyarakat.

Penulis: Muhammad Afsal Fauzan S.
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Susahnya Jadi Pekerja Kreatif di Cianjur, Kerap Disepelekan Skill-nya dan Gajinya Nggak Nyampe UMR

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2025 oleh

Tags: cianjurJawa BaratSDM rendah
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Kalau Memang Ingin SDM Madura Meningkat, Langkah Awal yang Harus Dilakukan Adalah Meningkatkan Jumlah Toko Buku

25 Agustus 2023
Jalan Dr Setiabudi, Jalan Megah di Kota Bandung yang Paling Menyengsarakan Pengendara

Jalan Dr Setiabudi, Jalan Megah di Kota Bandung yang Paling Menyengsarakan Pengendara

28 Juli 2024
Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik

5 Februari 2024
4 Mal di Depok yang Punya Fasilitas Nyaman untuk Salat Terminal Mojok

4 Mal di Depok yang Punya Fasilitas Nyaman untuk Salat

5 September 2022
Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren Mojok.co

Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren

25 Juni 2024
15 Nama Tempat di Bandung yang Diambil dari Nama Tumbuhan

15 Nama Tempat di Bandung yang Diambil dari Nama Tumbuhan

24 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.