Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Sisi Gelap Kabupaten Tulungagung, Kabupaten yang Diklaim sebagai Tempat yang Cocok untuk Slow Living

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
15 Mei 2025
A A
4 Keunikan Kabupaten Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain kudus kota kretek

4 Keunikan Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya agak yakin, tidak banyak kawula Mojok yang tahu betul tentang Tulungagung. Hal tersebut wajar dan tidak di saat yang bersamaan. Wajar, karena memang kabupaten ini bukan salah satu daerah dengan nama besar di Jawa Timur. Tapi, meski begitu, Kabupaten Tulungagung salah satu daerah yang dianggap cocok untuk menikmati masa tua dan slow living.

Tapi, jujur saja, sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Kabupaten Tulungagung, saya harus mengatakan bahwa hal tersebut kurang tepat.

Pesan saya sebagai akamsi, justru sebaiknya kalian jangan menetap di Kabupaten Tulungagung, apalagi kalau kalian belum sisi gelap dari kabupaten indah yang satu ini. Nah, kalau kalian adalah salah satu yang kemakan marketing kota pensiun dan slow living ini, saya buatkan daftar-daftar hal tak menyenangkan yang ada di Tulungagung.

Percaya karepmu, ora karepmu, wis.

Tidak cocok untuk usaha kuliner

Kalau kalian pengin menikmati hidup santai dan beralih dari pekerja kantoran ke dagang kuliner, baiknya jauh-jauh dari Tulungagung. Beneran ini.

Kalau kalian niatnya dagang kuliner di Tulungagung, apalagi jualan makanan khas Jawa, jelas kalian sulit laku. Kenapa? Ya orang asli sini udah jago masak itu. Bisa jadi lebih enakan masakan mereka ketimbang jualanmu. Kalau gitu, mau laku gimana?

Tak hanya perkara kuliner, bisnis pakaian juga susah. Orang Tulungagung itu, kalau beli baju, kalau nggak offline, ya sekalian beli di luar kota sambil melancong. Kalau nggak ya, titip saudara di luar negeri.

Perlu diketahui, Kabupaten Tulungagung adalah salah satu daerah “penghasil” TKI terbesar di luar negeri.

Baca Juga:

5 Kuliner Tulungagung yang Sulit Dijumpai di Daerah Lain, sekalipun Ada Rasanya Beda

Gelar Sarjana Tak Ada Harganya di Tulungagung, Gajinya Bikin Geleng Kepala

Ya rezeki udah ada yang ngatur sih ya. Tapi, nggak ada salahnya juga memahami kultur biar bisnis kalian tidak hancur sebelum berkembang.

Kondisi ekonomi di Tulungagung tak seindah yang dibayangkan

Pesona alam di Kabupaten Tulungagung memang indah, namun tidak diikuti dengan kondisi di sektor ekonomi. Kondisi ekonomi di Kabupaten Tulungagung cuma gitu-gitu aja. Harga segala sesuatu murah itu bukan disebabkan stabilnya ekonomi di Tulungagung, melainkan gara-gara ekonominya sulit untuk maju dan berkembang.

Hal ini terbukti dari UMR yang ada di Kabupaten Tulungagung yang berbanding terbalik dengan potensi yang ada di sana. Potensi SDA yang dimiliki oleh Kabupaten Tulungagung, bisa dibilang belum dimaksimalkan secara konsisten dan berkelanjutan. Masih sering terjadi tumpang tindih kebijakan ekonomi yang tidak jelas. Nasib masyarakat yang bergerak di bidang-bidang pendukung perekonomian daerah pun dibuat tidak menentu dan tidak jelas.

Sering kali kebijakan-kebijakan yang dibuat justru tidak berdampak nyata dan justru banyak kerugian yang dialami oleh masyarakat. Itulah yang menjadi latar belakang dari banyaknya masyarakat yang memutuskan untuk merantau ke luar kota ataupun ke luar negeri.

Kenakalan remaja yang meresahkan?

Siapa bilang di Kabupaten Tulungagung itu damai. Justru, di sana bisa dibilang wilayah yang berbahaya. Di Tulungagung sering terjadi kasus-kasus tawuran yang kadang melibatkan pelajar antarsekolah ataupun antar anggota perguruan pencak silat. Hanya saja, tawuran-tawuran yang terjadi itu tidak begitu diangkat karena hanya terjadi di daerah-daerah pinggiran Kabupaten Tulungagung.

Lalu angka putus sekolah terus meningkat seiring meningkatnya juga angka permohonan untuk melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini ini dilakukan akibat banyaknya pelajar yang terjun dalam pergaulan bebas dan akhirnya hamil di luar nikah. Situasi dan kondisi yang ada di Tulungagung ini, memang betul-betul butuh perhatian.

Kalau sampai dibiarkan terus-menerus, akan sangat-sangat berakibat fatal dan justru menjadi penghambat kemajuan Tulungagung. Mediasi ataupun sosialisasi yang selama ini dilakukan pun, belum benar-benar mampu mengatasi permasalahan-permasalahan ini.

Boros anggaran pembangunan, tak ada manfaat yang dirasakan

Pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung terlalu membuat banyak program. Hal ini menyebabkan program-programnya belum bisa dimaksimalkan dari segi manfaat. Ada rasa gelo atau menyesal di hati masyarakat Tulungagung sendiri dengan pembangunan-pembangunan infrastruktur umum yang akhirnya kayak proyek gagal karena nggak ada manfaatnya untuk masyarakat.

Seakan-akan, pemerintah daerah sibuk membuat program-program hanya demi pemenuhan tugas administrasi, bukan untuk kepentingan yang benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Sungguh sangat disayangkan, karena hal ini justru semakin menenggelamkan Kabupaten Tulungagung di mata banyak orang. Infrastruktur-infrastruktur yang dibangun pun asal-asalan dan cepat sekali rusak.

Proyek-proyek infrastruktur yang terbengkalai meskipun sudah jadi ini, akan semakin memperburuk wajah Kabupaten Tulungagung. Hal ini semakin membuat masyarakat Tulungagung itu sendiri tidak kerasan dan memutuskan untuk merantau ke luar daerah.

Tulungagung yang “kotor”

Bisa dibilang, Tulungagung tetap stuck kondisinya juga karena banyaknya praktik-praktik kotor yang terjadi di sini. Nggak usah lah ya saya jelaskan apa itu praktik kotor, kek bocah aja.

Sedihnya, hal itu bukan rahasia umum lagi bagi masyarakat. Bukan masyarakat tidak mau melaporkan karena takut, melainkan lebih ke bosan dan lelah karena dari dulu hanya sekadar ditanggapi tanpa ditangani. Kalau sudah viral di tingkat nasional, baru ditangani. Gi nggak viral, halah, nggak usah berharap apa-apa.

Kalau kalian pernah menonton film mafia, kurang lebih seperti itu kondisi di Tulungagung yang selalu ada boneka, uang, dan kekuasaan. Miris karena hal-hal seperti itu seolah-olah sudah menjadi kebiasaan wajib dari kaum-kaum pemangku kekuasaan dan kepentingan. Rakyat seolah-olah dibungkam dan ditundukkan secara paksa. Sungguh kenyataan yang perih, tetapi masyarakat sudah terbiasa hidup pedih selama ini.

Banyak sampah dan gepeng (gelandangan dan pengemis)

kalau kalian mau cermati, Kabupaten Tulungagung adalah penghasil sampah yang amat besar. Saking besarnya, sampai-sampai membuat TPA Segawe hampir penuh. Yah, bagaimana lagi, kepedulian masyarakat Tulungagung terhadap kebersihan lingkungan sekitar masih tergolong rendah. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya sampah yang bisa kalian lihat sendiri di beberapa landmark.

Lalu, kabupaten Tulungagung juga banyak terdapat pengemis dan gelandangan. Bisa dibilang setiap tikungan jalan itu ada. Ada beberapa titik yang menjadi pemukiman kumuh yang benar-benar jauh dari kata layak. Ini menunjukkan bahwa Tulungagung tidak seindah yang dibayangkan juga.

Tulungagung memang diklaim sebagai kota slow living. Dan pada titik tertentu, sebenarnya saya agak setuju juga. Cuman, setelah melihat fakta-fakta ini, apakah kalian masih yakin, atau justru jadi kelewat ragu?

Yah, pilihan selalu ada di tangan Anda. 

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Keunikan Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: kabupaten tulungagungkota pensiunmasalah sampah tulungagungtulungagungUMR Tulungagung
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Alun-Alun Wonosobo, Alun-Alun Tersepi yang Pernah Saya Kunjungi Mojok.co

Alun-Alun Wonosobo, Alun-Alun Tersepi yang Pernah Saya Kunjungi

26 Februari 2024
Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sekali Sebulan. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

Wisuda UIN SATU Tulungagung yang Bener-bener Nggak Masuk Akal: Wisuda kok Sebulan Sekali. Itu Wisuda atau Jadwal Ganti Oli?

29 Mei 2025
Keluh Kesah Mahasiswa UIN SATU Tulungagung: Tempat Parkiran yang "Diserang" Tahi Burung Dara Sampai Sistem Pembayaran UKT yang Bikin Ngelus Dada

Keluh Kesah Mahasiswa UIN SATU Tulungagung: Tempat Parkiran yang “Diserang” Tahi Burung Dara Sampai Sistem Pembayaran UKT yang Bikin Ngelus Dada

7 Februari 2025
Konsep Kota Pensiun Adalah Bom Waktu dan Cuma Akal-akalan Pebisnis Properti

Konsep Kota Pensiun Adalah Bom Waktu dan Cuma Akal-akalan Pebisnis Properti

24 April 2025
4 Keunikan Kabupaten Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain kudus kota kretek

4 Keunikan Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain

1 Maret 2024
Tulungagung Dianggap Jadi "Pusat" Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

Tulungagung Dianggap Jadi “Pusat” Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

30 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.