Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Solo-Jogja Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

Widodo Surya Putra oleh Widodo Surya Putra
23 April 2025
A A
Jalan Solo-Jogja (Seolah) Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong!

Jalan Solo-Jogja (Seolah) Kena Kutukan, Hanya Orang Sakti yang Bisa Lewat Sini Tanpa Kejeglong! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Solo-Jogja sekilas tampak biasa seperti ruas jalan lebar penghubung antarkota dan antarprovinsi pada umumnya. Namun buat pengguna jalan rutin yang melintasi jalanan penghubung Solo-Klaten-Jogja itu akan paham kalau semakin lama melewati jalanan yang punya bonus view Merapi dan Merbabu itu, skill berkendara akan bertambah. Bahkan dalam level tertentu, mereka dianggap sakti.

Nah, bicara soal skill berkendara, kalian baru bisa dianggap jago atau sakti bukan karena mampu menggeber gas dalam kecepatan di atas 100 km/jam atau berani beradu balap dengan bus-bus macam Eka atau Sugeng Rahayu. Cukup memenuhi satu syarat: mampu menghindari jeglongan dalam kecepatan tinggi, utamanya saat berkendara malam di Jalan Solo-Jogja.

Jalan Solo-Jogja nggak senyaman itu, kawan…

Fakta satu ini nggak bisa dibantah meskipun bisa saja disangkal oleh pihak tertentu yang nggak mau dibilang nggak bisa kerja membuat jalanan umum nyaman dan aman. Kalau kalian nggak percaya, coba saja melintas menjelang malam atau saat gelap sekalian. Bisa juga saat kondisi hujan deras. Saya jamin kalian bakal kejeglong karena kondisi Jalan Solo-Jogja berlubang di sana-sini.

Seandainya ditambal pun, tak lama kemudian tambalan tersebut membuat masalah baru karena jalanan jadi nggak rata. Kayak sengaja menaruh gundukan di tengah jalan. Atau parahnya, jalan yang ditambal berlubang lagi karena dihajar air hujan dan kendaraan berat. 

Kondisi jalan antara Karangwuni dan Sub Terminal Penggung misalnya, menjadi salah satu ruas jalan paling legend di Jalan Solo-Jogja. Setiap tahun pasti lubang kumat bermunculan dengan kedalaman bervariasi yang biasanya didominasi lajur kiri. Masalah berikutnya muncul di sekitaran traffic light Kepoh (kalau dari arah Jogja). Tetapi nggak menutup kemungkinan muncul lubang-lubang baru yang bikin kalian berkata, “Asem, kena lubang. Perasaan kemarin nggak ada!”

Penyebab Jalan Solo-Jogja seolah kena “kutukan”

Menurut saya ada dua penyebab utama kondisi Jalan Solo-Jogja seperti kena “kutukan” lantaran nggak pernah bebas dari lubang. Pertama, apa lagi penyebabnya kalau bukan karena perawatan jalan yang setengah hati? Bagi saya perawatan jalan yang dilakukan pihak terkait sekadar formalitas supaya anggaran terserap padahal nggak niat!

Penyebab kedua tentu saja karena nggak ada aturan jelas soal tonase kendaraan yang melintas. Ada sih timbangan kendaraan berat kayak di Kalasan. Tetapi kok saya ragu aturan beneran bisa ditegakkan, ya. Soalnya tahu sendiri kan kalau aturan di negeri ini bisa banget diakali. Kondisi ini diperparah dengan kualitas jalan yang memang nggak sesuai spesifikasi itu dipaksa menahan beban berat secara rutin. Akibatnya ya jalan jadi ambyar.

Itu semua masih diperparah dengan gelapnya beberapa area karena lampu penerangan jalan yang redup dan mati. Saya bisa mengajak kalian untuk membuktikan sendiri soal beberapa ruas jalan yang gelap di Jalan Solo-Jogja ini. Akhirnya warga yang melintas cuma bisa pasrah, sabar, dan tawakal sambil berharap nggak kejeglong parah.

Baca Juga:

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Kendaraan jadi korban

Nggak usah tanya apakah saya pernah menjadi korban buruknya kondisi Jalan Solo-Jogja. Mulai dari ban bocor, velg bengkok, blok mesin retak, sampai roll depan alias terguling pernah saya alami selama belasan tahun mengaspal di jalan tersebut. Nah, semua pengalaman pribadi itulah yang bikin saya berani mengambil kesimpulan kalau melewati Jalan Solo-Jogja tanpa kejeglong hanya bisa dilakukan orang sakti.

Jadi, gimana? Apakah kalian tertarik untuk membuktikan kesaktian kalian berkendara di Jalan Solo-Jogja ini? Yuk segera agendakan mumpung masih banyak ruas jalan berlubang yang belum diberesin. Jangan lupa berdoa sebelum mengaspal supaya semua bakal baik-baik saja. Entah itu kondisi fisik kalian atau kendaraan yang bakal kalian pakai buat menguji kesaktian.

Penulis: Widodo Surya Putra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2025 oleh

Tags: jalan berlubangjalan jogja-solojalan rusakjalan solo-jogja
Widodo Surya Putra

Widodo Surya Putra

Seorang suami dan jurnalis wannabe.

ArtikelTerkait

3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng Mojok.co

Pemimpin Boleh Berganti, tapi Masalah Jalan Rusak di Wonosobo Tetaplah Abadi

23 Februari 2025
Kecamatan Ijen, Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso yang Kondisinya Nggak Karu-karuan

Kecamatan Ijen, Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso yang Kondisinya Memprihatinkan

17 Juni 2023
Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu "Diukir", tapi Diperbaiki!

Jepara, Cukup Mebel Saja yang Diukir, Aspalnya Nggak Perlu “Diukir”, tapi Diperbaiki!

26 September 2024
Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya

Meromantisisasi Lamongan Adalah Hal yang Mustahil, Kota Ini Tercipta untuk Dicintai Apa Adanya

17 Mei 2024
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Sebaiknya, Setiap Jalan Berlubang di Lamongan Diisi dengan Lele, Itung-itung Memperkuat Branding Lamongan sebagai Kota Pecel Lele

22 Maret 2024
Warga Jember Sebenarnya Nggak Butuh Bupati yang Ngantor di Desa, Warga Cuma Butuh Jalan Nggak Rusak!

Warga Jember Sebenarnya Nggak Butuh Bupati yang Ngantor di Desa, Warga Cuma Butuh Jalan Nggak Rusak!

6 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.