Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
13 Januari 2025
A A
Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tuh suka takjub dengan berbagai kuliner dari Bandung. Banyak kuliner khas Kota Kembang yang populer dan menyebar ke penjuru Indonesia. Contoh paling mudahnya seblak. Makanan yang hanya berbahan dasar kerupuk saja bisa disukai banyak orang. Anehnya makanan dari Indonesia timur tidak demikian. Rasa-rasanya sulit sekali kuliner khas timur diterima oleh lidah mayoritas orang Indonesia.

Padahal, kalau wisatawan datang ke Makassar misalnya, mereka mengaku suka dengan makanan seperti coto, pallubasa, konro dsb. Sampai-sampai membuat Pemkot Makassar membranding daerahnya sebagai Kota Makan Enak.

Sebagai orang Jawa yang lama tinggal di daerah timur Indonesia, saya mau sedikit menganalisis kenapa makanan timur sulit cocok di lidah kebanyakan orang Indonesia.

Sumber karbohidratnya beda

Sumber karbohidrat utama mayoritas masyarakat Indonesia adalah nasi. Saking jatuh cintanya orang kita sama nasi, seseorang dianggap belum makan jika belum makan nasi. Sekalipun dia sudah melahap roti, gorengan, martabak, dan sejenisnya.

Oleh karena itu, tak heran makanan berat favorit di Indonesia sumber karbohidratnya nasi. Salah dua contohnya adalah nasi padang dan warteg. Dua tempat makan yang nyaris selalu ada di setiap kota besar Indonesia.

Sedangkan untuk makanan Indonesia timur, sumber karbohidratnya nggak selalu nasi. Sebut saja papeda, sinonggi, dan kapurung. Berbagai makanan tersebut sumber karbohidratnya dari sagu, yang tak semua masyarakat Indonesia biasa mengkonsumsinya. Jadi gegar budayanya terasa, bahkan dari hal sederhana macam sumber karbohidrat.

Lauk makanan Indonesia timur tak cocok dengan kebanyakan orang Indonesia

Menurut saya, comfort food di Indonesia lauknya rata-rata ayam, daging sapi, dan telur. Terbukti menu dengan lauk tersebut paling banyak dipesan di warung makan. Coba lihat betapa mengguritanya bisnis ayam geprek dan penyetan, atau jenis makanan berbahan dasar ayam. Saya yakin di tiap penjuru Indonesia, pasti ada warung makan yang fokus jualan ayam.

Sementara makanan Indonesia timur itu rata-rata lauknya ikan laut. Bukan ikan laut nggak enak ya. Akan tetapi, bukan comfort food lauk mayoritas orang Indonesia saja. Ditambah ada juga yang pakai daging tak biasa yakni daging kuda (bahan dasar coto kuda).

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Saya sendiri masih lebih memilih makan pakai ayam, telur, tahu dan tempe ketimbang ikan laut. Padahal saya lama di Indonesia timur dan kerap makan ikan laut di sini. Mungkin lidah saya masih kurang terbiasa mengkonsumsi ikan laut.

Maklum, waktu tinggal di Pulau Jawa, rumah saya jauh dari laut. Makanya nyaris nggak pernah makan ikan laut. Paling mentok makan ikan air tawar macam ikan mas dan lele. Pun harga ikan laut tak semurah ikan air tawar untuk kami para warga Jawa yang jauh dari laut. Jadi nggak perlu kaget kalau mungkin kami tidak seterbuka itu pada ikan laut, sekalipun ikan laut benar-benar dibutuhkan untuk perkembangan.

Cita rasa makanan Indonesia timur itu pedas kecut

Kalau ada yang bilang orang Indonesia mayoritas suka pedas, saya sepakat. Bahkan sebagian orang nggak bisa makan tanpa sambal. Maka jangan heran kalau selalu ada sambal di meja makan orang Indonesia.

Orang Indonesia timur juga suka pedas. Malah bisa jadi tingkat kesukaannya terhadap pedas jauh lebih tinggi dari rata-rata masyarakat Pulau Jawa. Cuma bedanya kalau orang timur itu sukanya cita rasa pedas kecut. Dapat dilihat dari setiap orang timur makan pasti butuh sambal dengan perasan jeruk. Makan coto pakai sambal dan perasan jeruk. Makan konro juga pakai sambal dan perasan jeruk. Sampai makan bakso juga begitu.

Rasa kecut dari makanan Indonesia timur ini yang mungkin kurang cocok di lidah mayoritas orang Indonesia. Saya saja awalnya bingung melihat ada orang makan bakso ditambah perasan jeruk. Hingga sekarang pun saya agak jarang memanfaatkan jeruk yang tersedia di meja ketika makan bakso di daerah Indonesia timur.

Tekstur camilannya keras

Ada beberapa camilan dari Indonesia timur yang teksturnya keras. Contohnya adalah sagu lempeng dan bagea. Jangankan saya yang orang Jawa, orang timur juga bilang bahwa camilan itu sama kerasnya dengan batu.

Tekstur keras bagea dan sagu lempeng berasal dari bahan dasarnya. Bahan dasar kedua camilan ini adalah sagu atau tepung sagu. Setahu saya, aneka kue yang berbahan dasar sagu atau tepung sagu, mayoritas teksturnya lebih padatnya. Jadinya kue itu jauh lebih keras daripada camilan pada umumnya.

Meskipun kurang eksis di skala nasional, besar harapan saya makanan Indonesia timur tetap bisa tenar nantinya. Dunia yang isinya cuma ayam geprek dan penyetan jelas membosankan. Yah, semoga gegar budaya ini bisa dijembatani, entah gimana caranya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kenapa Sih Harus Ada Istilah ‘Indonesia Timur’?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2025 oleh

Tags: ayamikan lautlaukmakanan indonesia timurpapedasagu
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

cak nadi buaya

Analogi Buaya-Ayam Cak Nadi Bener-bener Ra Mashok!

15 Desember 2021
Belajar Tidak Ketergantungan Nasi dari Masyarakat Indonesia Timur

Belajar Tidak Ketergantungan Nasi dari Masyarakat Indonesia Timur

17 Juli 2022
Menebak Karakter Anak Berdasarkan Bagian Tubuh Ayam yang Disukai

Menebak Karakter Anak Berdasarkan Bagian Tubuh Ayam yang Disukai

24 Juli 2021
Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan terminal mojok

Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan

25 April 2021
Pesan buat yang Pelihara Ayam di Rumah: Jaga Baik-baik Ayam Kalian, Jangan Sampai Keluyuran di Tengah Jalan. Bikin Orang Lain Kecelakaan, lho!

Pesan buat yang Pelihara Ayam di Rumah: Jaga Baik-baik Ayam Kalian, Jangan Sampai Keluyuran di Tengah Jalan. Bikin Orang Lain Kecelakaan, lho!

19 November 2023
6 Kasta Lauk Pendamping Soto yang Bikin Sensasi Nyoto Makin Lengkap Terminal Mojok

6 Kasta Lauk Pendamping Soto yang Bikin Sensasi Nyoto Makin Lengkap

24 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

7 Indikator Absolut yang Membuat Purwokerto dan Salatiga Adalah Tempat Terbaik Untuk Slow Living di Jawa Tengah

1 April 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.