Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

4 Dosa Pedagang Minuman Kaki Lima yang Menggunakan Plastik

Erfransdo oleh Erfransdo
13 November 2024
A A
4 Dosa Pedagang Minuman Kaki Lima yang Menggunakan Plastik

4 Dosa Pedagang Minuman Kaki Lima yang Menggunakan Plastik (Ralff Nestor via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Semoga kita dijauhkan dari pedagang minuman kaki lima yang melakukan empat dosa ini…

Minuman yang menggunakan kemasan plastik memang memiliki daya tarik tersendiri, apalagi ketika diseruput dengan sedotan. Ketika masih sekolah, saya terbiasa membeli Teh Sisri di warung menggunakan plastik dan sedotan. Saat minumannya sudah habis, biasanya saya akan menggunakan plastik bekasnya untuk membuat balon yang kemudian saya pecahkan.

Kini banyak pedagang kaki lima yang menjual minuman dengan kemasan plastik seperti es teh, es cendol, es kelapa muda, es dawet, dan masih banyak lagi. Meski begitu, masih ada beberapa pedagang yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada para pembeli sehingga membuat pembeli kecewa. Berikut beberapa dosa pedagang minuman kaki lima yang menjual minuman dalam kemasan plastik.

#1 Pedagang minuman lupa memberikan sedotan

Pedagang minuman yang menjual minuman dalam kemasan plastik biasanya juga menyediakan sedotan sebagai alat bantu minum bagi para pembeli. Sebab kalau nggak ada sedotan, pembeli bakal kesusahan untuk minum. Tapi masih ada saja pedagang yang lupa memberikan sedotan kepada pembeli.

Kalau pembeli sadar si pedagang lupa memasukkan sedotan, dia bisa memintanya langsung di tempat. Tapi, kalau si pembeli baru sadar saat akan meminumnya di jalan, terpaksa harus diminum dengan cara mengigit ujung plastik. Tentu saja cara ini sedikit nggak nyaman.

#2 Sedotan yang diberikan nggak sesuai

Ada beragam jenis sedotan yang biasa dipakai oleh para pedagang minuman kaki lima. Sedotan untuk es cendol dengan es teh tentunya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Bentuk sedotan untuk es cendol biasanya cenderung lebih besar dan tebal karena selain untuk minum juga untuk menyeruput cendolnya. Berbeda dengan es teh yang hanya perlu menggunakan sedotan warna-warni biasa karena berupa air teh saja.

Meskipun begitu, masih ada beberapa pedagang yang nggak menyediakan sedotan sesuai dengan barang dagangannya. Dagangannya es cendol, tapi sedotan yang diberikan kepada pembeli adalah sedotan kecil warna-warni yang biasa digunakan penjual es teh. Sontak hal tersebut menyulitkan pembeli untuk menyeruput cendol menggunakan sedotan.

#3 Ikatan plastik minuman terlalu kencang

Saat membeli minuman yang menggunakan plastik, beberapa pembeli ada yang meminta pedagang untuk mengikat minumannya agar bisa diminum di rumah. Hal paling menjengkelkan adalah ketika pedagang mengikat plastik terlalu kencang dan lebih parahnya lagi menggunakan tali mati.

Baca Juga:

Jalan Persatuan UGM Surganya Kuliner, tapi Neraka bagi Pengendara dan Pejalan Kaki

3 Dosa Tukang Bubur Ayam Pinggir Jalan yang Bikin Pembeli Trauma Berkepanjangan

Hal tersebut membuat pembeli kesulitan membuak plastik sehingga mau nggak mau harus dibuka dengan cara digunting atau digigit. Tak jarang saat sudah dibuka, airnya tumpah ke mana-mana. Belum diminum saja sudah bikin bad mood.

#4 Pedagang minuman yang nggak sadar plastiknya bocor

Poin keempat ini beberapa kali saya alami saat membeli minuman berplastik entah di pedagang kaki lima atau warung. Awalnya saat hendak diminum nggak ada masalah. Tapi, lama-lama kok seperti ada yang basah di sekitar plastik. Saya kira itu embun dari minumannya, tapi semakin lama kok mengalir.

Setelah diperiksa saksama, ternyata plastiknya bocor. Alhasil saya harus mengikat plastik dan minum dengan cara diseruput lewat lubang yang bocor.

Nah, itulah beberapa dosa pedagang minuman kaki lima yang menggunakan plastik yang masih dilakukan. Semoga para pedagang bisa lebih memerhatikan hal sesepele plastik ini sehingga pembeli bisa tetap merasa nyaman.

Penulis: Erfransdo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo untuk Meraup Keuntungan Maksimal dari Polosnya Pembeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 November 2024 oleh

Tags: pedagang kaki limapedagang minumanplastik
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Jalan Persatuan UGM Surganya Kuliner, tapi Neraka bagi Pengendara dan Pejalan Kaki Mojok.co

Jalan Persatuan UGM Surganya Kuliner, tapi Neraka bagi Pengendara dan Pejalan Kaki

10 Maret 2025
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok!

3 Mei 2020
Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati Mojok.co angkringan jogja angkringan di kediri

Sisi Gelap Penjual Angkringan yang Perlu Diwaspadai, Pelanggan Sebaiknya Hati-Hati

21 Februari 2024
Plastik Tercipta untuk Selamatkan Bumi, Sekarang Malah Jadi Masalah Lingkungan

Plastik Tercipta untuk Selamatkan Bumi, Sekarang Malah Jadi Masalah Lingkungan

4 November 2019
3 Dosa Tukang Bubur Ayam Pinggir Jalan yang Bikin Pembeli Trauma Berkepanjangan

3 Dosa Tukang Bubur Ayam Pinggir Jalan yang Bikin Pembeli Trauma Berkepanjangan

1 Juni 2024
Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok terminal mojok

Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok

2 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.