Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Cerita Lulusan SMK yang Sempat Frustasi karena Sulit Mencari Kerja, tapi Pantang Menyerah dan Berhasil Membangun Bisnis Online

Dito Yudhistira Iksandy oleh Dito Yudhistira Iksandy
1 September 2024
A A
Cerita Lulusan SMK yang Sempat Frustasi karena Sulit Mencari Kerja, tapi Pantang Menyerah dan Berhasil Membangun Bisnis Online Mojok.co

Cerita Lulusan SMK yang Sempat Frustasi karena Sulit Mencari Kerja, tapi Pantang Menyerah dan Berhasil Membangun Bisnis Online (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi lulusan SMK sering kali dianggap memiliki privilese. Sebab, lulusan SMK dibekali dengan kemampuan dan mental yang lebih siap tempur melalui pembelajaran intensif dan praktik kerja lapangan (PKL). Itu sebabnya, banyak yang percaya bahwa lulusan SMK lebih mudah mendapat pekerjaan.

Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Persaingan yang ketat dan permintaan industri yang semakin tinggi kerap kali menjadi penghambat lulusan SMK dalam berkarier.

Setidaknya itu yang dialami oleh tetangga saya, Arini, 20 tahun. Dia merupakan lulusan Akuntansi di salah satu SMK Negeri di Surabaya. Walaupun demikian, kini waktunya lebih banyak dihabiskan mengurus online shop yang dirintis sejak satu setengah tahun lalu. Namun, jauh sebelum itu, dia sempat frustasi karena kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Ekspektasi lulusan SMK yang tak sesuai realita 

Arini semasa SMK bisa dibilang termasuk sebagai siswa yang rajin dan pandai meskipun dirinya termasuk sebagai angkatan Covid-19. Tugas selalu dikumpulkan tepat waktu, nggak pernah bolos, nilai yang didapat juga diusahakan agar sebagus mungkin.

Hal tersebut dia lakukan demi satu tujuan: lebih mudah mendapatkan pekerjaan ketika lulus nanti. Arini juga berusaha agar tidak mengecewakan orang tua yang susah payah memenuhi kebutuhan sekolahnya. Akhirnya, dia lulus dengan nilai memuaskan pada 2022. Lebih dari itu, ilmu dan pengalaman yang didapat selama sekolah juga membuatnya percaya diri.

Lamaran demi lamaran dikirim. Juga banyak sesi interview telah diikuti. Namun, tak ada berita baik yang diterima. Bahkan, Arini harus menerima fakta bahwa saingannya dalam mencari pekerjaan adalah lulusan perguruan tinggi. Praktis, persaingan menjadi lebih berat.

Seorang lulusan SMK memulai karier di dapur yang keras dan penuh tekanan

Setelah hampir 3 bulan menerima penolakan, Arini akhirnya mendapat kabar bahwa dirinya diterima bekerja sebagai juru masak di sebuah kafe. Meskipun jauh dengan apa yang dipelajari di SMK, dia menerima pekerjaan ini karena sudah muak menganggur. Lagi pula, Arini juga terbiasa untuk memasak di rumah.

Namun, pekerjaan di dapur ternyata nggak semudah yang dibayangkan. Ritme kerja dan tekanan untuk memasak dalam waktu secepat mungkin menjadi tantangan berat. Arini yang merasa percaya diri sebelumnya, perlahan mulai merasa tertekan dengan tuntutan pekerjaan. Ditambah dia harus menjalani ini selama 9 jam dalam 6 hari.

Baca Juga:

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

Meskipun gaji yang diterimanya cukup besar, sekitar Rp1,8 juta  per bulan, Arini merasa bahwa beban kerja yang ditanggung terlalu berat. Selain itu, lingkungan kerjanya juga toxic karena sering ada pertikaian. Akhirnya, dia memutuskan berhenti setelah lima bulan bekerja.

Menemukan peluang di tengah kebingungan

Setelahnya, Arini mencoba mencari peluang lain. Apa saja dicoba. Sayangnya, lagi-lagi hanya berujung penolakan tanpa kabar. Di momen ini, dia sempat menyesali keputusan mengundurkan diri. Namun, nasi sudah menjadi bubur.

Alih-alih larut dalam penyesalan, Arini mencoba memutar otak untuk terus mencari penghasilan. Kebetulan, dia menemukan thread di X mengenai pengalaman seseorang mendapat keuntungan melalui jualan online di Shopee. Saat itulah terpikir ide untuk memulai bisnis online miliknya sendiri.

Setelah riset produk dan melakukan beberapa persiapan, Arini memutuskan untuk menjual makanan ringan. Sebagian besar produknya mengambil dari supplier, tetapi beberapa ada yang buatannya sendiri. Berbekal keyakinan dan uang tabungan sebesar Rp500.000, dia memulai usahanya.

Nahas, dua bulan pertama penjualannya anyep. Ada yang beli, tapi hanya beberapa, mungkin tak sampai 10 pesanan per bulan. Hal ini sempat membuatnya pesimis dan khawatir mengalami kerugian. Namun, Arini kembali meyakinkan diri sembari mencari tahu berbagai strategi untuk meningkatkan penjualan di internet.

Ternyata ketekunannya membuahkan hasil. Pelan, tapi pasti, penjualannya mulai meningkat dan stabil di bulan ke-6. Bahkan, saat ini, dia berhasil mengumpulkan Rp10 juta pertamanya melalui berjualan online. Hal yang tidak pernah ada dalam skenarionya setelah lulus SMK. 

Tidak ada keberhasilan yang tidak berdarah-darah

Arini menyadari bahwa dirinya saat ini masih jauh untuk bisa dibilang sukses. Namun, dia tetap bangga dengan usaha dan kerja kerasnya, sehingga mampu membawanya ke titik ini. Selain itu, dia juga sangat bersyukur karena usahanya semakin berkembang. Pelanggannya bertambah seiring waktu. Bahkan, dia juga mampu membantu biaya sekolah adiknya.

Berbincang dengan Arini mengajarkan saya satu hal, tidak ada keberhasilan tanpa berdarah-darah. Saya semakin percaya bahwa hal baik akan datang pada mereka yang terus berusaha. Melalui tulisan ini juga, saya berharap agar kalian, terutama lulusan SMK, nggak pesimis memandang hidup. Ingat, kesempatan datang pada mereka yang terus mencoba.

Penulis: Dito Yudhistira Iksandy
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kuliah di Mana pun Itu Sama Saja Adalah Omong Kosong yang Terus Dipertahankan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2024 oleh

Tags: dunia kerjalulusan SMKsarjanasmk
Dito Yudhistira Iksandy

Dito Yudhistira Iksandy

Alumnus Sosiologi Universitas Negeri Surabaya. Bekerja sebagai crew event organizer. Suka menonton anime dan drama korea.

ArtikelTerkait

15 Rumus Excel yang Wajib Dikuasai dalam Dunia Kerja

15 Rumus Excel yang Wajib Dikuasai dalam Dunia Kerja

7 November 2023
Alasan Logis Karyawan Baru Sebaiknya Merasa Bodo Amat kalau Mau Pulang Lebih Dulu dari Senior terminal mojok

Alasan Logis Karyawan Baru Sebaiknya Merasa Bodo Amat kalau Mau Pulang Lebih Dulu dari Senior

26 Agustus 2021
Kerja Sampingan Jadi Penulis Boleh Saja, tapi Jangan Kerja Sembarangan

Kerja Sampingan Jadi Penulis Boleh Saja, tapi Jangan Kerja Sembarangan

23 April 2024
4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

16 Agustus 2025
Pengalaman Saya Menjadi Joki Skripsi yang Penghasilannya Nggak Main-main terminal mojok.co joki tugas

Sisi Gelap Kampus: Menciptakan Joki Pencetak Sarjana

5 Mei 2023
Jadi Sarjana Pengangguran Tak Masalah Asal Punya Privelese Saja Terminal Mojok

Jadi Sarjana Pengangguran Tak Masalah Asal Punya Privilese Saja

2 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.